Scroll untuk baca artikel
Headline

Laba Bersih TRIS Melonjak 33% pada 2025, Penjualan Tembus Rp1,73 T

2
×

Laba Bersih TRIS Melonjak 33% pada 2025, Penjualan Tembus Rp1,73 T

Sebarkan artikel ini
PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui target sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 33% secara tahunan (year-on-year/YoY). Emiten tekstil dan garmen tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar. Sejalan dengan itu, penjualan perseroan juga meningkat 14% YoY menjadi Rp1,73 triliun

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui target sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 33% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Emiten tekstil dan garmen tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar. Sejalan dengan itu, penjualan perseroan juga meningkat 14% YoY menjadi Rp1,73 triliun.

Segmen manufaktur masih menjadi kontributor utama dengan penjualan sebesar Rp1,41 triliun atau tumbuh 17% YoY, serta menyumbang sekitar 66% terhadap total pendapatan.

Baca Juga :   Jalin Hadirkan Solusi Infrastruktur Terintegrasi untuk BPR dan BPRS di Indonesia  

Dari sisi pasar, kinerja ekspor menjadi pendorong utama pertumbuhan. Kontribusi penjualan ekspor mencapai 59% dari total penjualan atau sekitar Rp1,02 triliun, meningkat 13% YoY.

Permintaan dari sejumlah pasar utama seperti Australia, Amerika Serikat, dan Jepang turut menopang ekspansi perseroan di pasar global.

Presiden Direktur TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan dan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri tekstil.

“Kami bangga atas capaian kinerja TRIS di 2025 yang melampaui target, mencerminkan kemampuan perseroan untuk terus tumbuh di industri tekstil dan garmen,” ujarnya.

Baca Juga :   Industri Bahan Kimia Khusus Dipacu Naik Kelas, Dorong Kemandirian dan Daya Saing Nasional

Fokus Ekspansi Pasar Global

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, TRIS menyiapkan sejumlah strategi yang berfokus pada penguatan pasar ekspor dan diversifikasi produk.

Perseroan juga memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan internasional guna memperluas jangkauan pasar serta membuka akses ke segmen baru.

Selain itu, inovasi produk menjadi salah satu fokus utama, termasuk pengembangan kain dengan fitur khusus (customized order) yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Baca Juga :   Tips Memilih Perhiasan Pengganti Emas

Optimistis Prospek Industri

Manajemen menilai prospek industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih solid, didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah yang menjadi katalis positif bagi sektor ini.

Saat ini, perseroan juga telah mengamankan sejumlah pesanan baru dari pembeli eksisting maupun pelanggan baru, terutama dari pasar Amerika Serikat dan Singapura.

“Dengan dukungan katalis positif baik dari dalam negeri maupun global, kami optimistis kinerja perseroan akan terus tumbuh pada tahun ini,” ujar Widjaya.