Scroll untuk baca artikel
Nasional

Harimau Sumatra Dipulangkan ke Habitat Alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser

55
×

Harimau Sumatra Dipulangkan ke Habitat Alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser

Sebarkan artikel ini
: Pelepasliaran Harimau Sumatera Begu Kluti di TN Gunung Leuser Aceh (Biro Humas KLHK)

BISNISASIA.COM, ACEH –  Satu ekor Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberinama Begu Kluti dilepasliarkan ke habitatnya di zona inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), provinsi Nangroe Aceh Darussalam, oleh tim yang terdiri atas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, BBTNGL, Polres Aceh Selatan, FKL, dan WCS-IP.

“Harimau Sumatra betina dengan perkiraan umur tiga hingga empat tahun yang diberi nama Begu Kluti kini kembali ke habitat alaminya,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen KSDAE KLHK), Satyawan Pudyatmoko, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (21/2/2024).

Dirjen Satywan menjelaskan, Begu dalam bahasa daerah Kluet Aceh berarti Harimau Sumatra sedangkan Kluti diambil dari nama lokasi Harimau Sumatra tersebut dievakuasi, yaitu Kluet Timur.

Baca Juga :   Rekam Jejak Grup MIND ID Ikut Lestarikan Satwa Endemik Dilindungi

“Semoga Begu Kluti dapat beradaptasi dengan cepat dan berkembang biak sehingga dapat menguatkan populasi di alam,” ujarnya.

Kepala BKSDA Aceh, Gunawan Alza, mengatakan, pascaevakuasi Begu Kluti, tim dokter hewan melakukan pemeriksaan medis baik secara makroskopis maupun uji laboratorium.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan observasi selama dalam perawatan, tim dokter merekomendasikan satwa dilindungi ini sudah layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser.

Baca Juga :   Sambut Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek, KCIC Tambah 8 Perjalanan Whoosh

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam rangka upaya penyelamatan harimau sumatera tersebut serta menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian populasi dan habitatnya,” tutup Gunawan. (Info Publik)