Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Google Klarifikasi Peran dan Komitmen di Sektor Pendidikan Indonesia

3
×

Google Klarifikasi Peran dan Komitmen di Sektor Pendidikan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Google (Sumber: mycitycoid)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Google menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia melalui penyediaan teknologi pembelajaran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen ini dijalankan sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dengan fokus pada pemberdayaan siswa dan guru di seluruh Indonesia.

Misi Google di sektor pendidikan tetap konsisten, yakni menyediakan teknologi kelas dunia yang hemat biaya dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran, termasuk di wilayah terpencil.

Chromebook Jadi Pilar Pembelajaran Digital

Chromebook merupakan perangkat pendidikan K-12 (TK–SMA) nomor satu di dunia, dengan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik yang menggunakannya secara global. Di Indonesia, jutaan siswa dan guru dari lebih dari 80.000 sekolah telah memanfaatkan Chromebook untuk mendukung proses belajar mengajar, termasuk di daerah terluar.

Perangkat ini dirancang khusus untuk kebutuhan ruang kelas, dengan sistem keamanan tinggi dan kemudahan pengelolaan oleh sekolah.

Baca Juga :   OpenAI dan Google Minta Pengecualian untuk Melatih Model AI pada Materi Berhak Cipta

Tetap Optimal Tanpa Koneksi Internet

Chromebook memiliki kemampuan bekerja secara offline sebagai fitur standar. Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, siswa tetap dapat membuat dan mengedit dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi tertentu tanpa koneksi internet. Fitur ini memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meskipun akses jaringan terbatas.

Pendekatan ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan terkait pengadaan perangkat melalui DAK Fisik, yang menekankan solusi digital holistik, termasuk kesiapan infrastruktur konektivitas dan kelistrikan.

Google Tidak Menjual Perangkat Chromebook

Google menegaskan bahwa perusahaan tidak memproduksi atau menjual perangkat Chromebook secara langsung, serta tidak menetapkan harga perangkat. Peran Google terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta alat pengelolaan kepada mitra.

Baca Juga :   UNDP : Indonesia hadapi Tantangan Kesenjangan Digital, Isu Hak dan Etika Digital dan Risiko Polarisasi

Pengadaan perangkat sepenuhnya dilakukan oleh produsen perangkat (OEM) independen dan mitra lokal, sehingga pemerintah tetap memiliki kendali penuh dan transparansi dalam proses pengadaan.

Chrome Education Upgrade Jamin Keamanan Investasi

Google menyediakan lisensi Chrome Education Upgrade (CEU) sebagai infrastruktur pengelolaan dan keamanan perangkat. CEU memungkinkan sekolah dan pemerintah mengelola perangkat secara terpusat, menyaring konten negatif, hingga mengamankan perangkat jika hilang.

Sistem ini digunakan secara global untuk memastikan aset pendidikan publik terlindungi dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Investasi Pendidikan Jangka Panjang

Komitmen Google terhadap pendidikan Indonesia telah berlangsung selama puluhan tahun dan tidak terkait dengan kesepakatan komersial tertentu. Program Bangkit, yang dimulai sejak 2019, telah melatih lebih dari 25.000 mahasiswa Indonesia dalam keterampilan teknologi dan menghubungkan mereka dengan peluang karier di startup nasional.

Baca Juga :   Buat Tahun Baru Imlek Jadi Lebih Semarak dengan AI Google

Selain itu, Google secara konsisten mendukung peningkatan kapasitas UMKM, pencari kerja, pengembang, dan guru melalui berbagai program pelatihan digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, Google juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan dinas daerah untuk melatih lebih dari 290.000 guru dalam pemanfaatan AI generatif melalui Gemini Academy. Sebanyak 58.000 guru telah meraih sertifikasi internasional Gemini Certified Educator, jumlah tertinggi di dunia.

Tegaskan Integritas dan Transparansi

Google menegaskan bahwa investasinya pada entitas terkait Gojek pada periode 2017–2021 tidak memiliki kaitan dengan kebijakan pendidikan nasional maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Perusahaan menegaskan tidak pernah menawarkan atau memberikan imbalan kepada pejabat publik terkait adopsi produk Google.

Ke depan, Google menyatakan akan terus mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, integritas, dan akuntabilitas.