Scroll untuk baca artikel
Industri

GNEV2024 Diskusikan tentang Pembangunan Hijau dan Rendah Karbon

29
×

GNEV2024 Diskusikan tentang Pembangunan Hijau dan Rendah Karbon

Sebarkan artikel ini
Ajang 1st Global New Energy Vehicle Cooperation And Development Forum (GNEV2024), diadakan oleh Global Renewable Energy & Electric Mobility (GREEM yang tengah dipersiapkan), berlangsung dengan sukses di Singapura pada 27-28 Juni lalu.

BISNISASIA.CO.ID, BEIJING – Ajang 1st Global New Energy Vehicle Cooperation And Development Forum (GNEV2024), diadakan oleh Global Renewable Energy & Electric Mobility (GREEM yang tengah dipersiapkan), berlangsung dengan sukses di Singapura pada 27-28 Juni lalu.

Ajang ini diikuti ratusan peserta, termasuk pejabat pemerintah dari beragam negara, organisasi internasional, pemimpin asosiasi industri, akademisi, pakar, dan perwakilan perusahaan terkait lain dalam seluruh rantai industri.

Mengutamakan kerja sama yang saling menguntungkan di industri NEV global, para peserta berdiskusi tentang pembangunan hijau dan rendah karbon yang didukung teknologi pintar di industri otomotif. Maka, ajang ini menjadi platform internasional untuk aktivitas pertukaran dan kerja sama.

Ajang ini didukung GlobalFoundries, bersama sejumlah mitra, seperti China EV100, REPT BATTERO, Feishu, Jingneng New Energy Technology, BYD, AAC Technologies, CUSC, dan Gotion High-Tech.

Pada sesi tingkat tinggi yang digelar pada 28 Juni, pejabat pemerintah, pakar, dan praktisi industri berbagi pengalaman tentang perkembangan dan tren inovasi NEV global.

Jenderal (Purn.) Dr. Moeldoko, Ketua PERIKLINDO (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) dan Kepala Staf Presiden RI, mengulas kekayaan cadangan nikel dan bahan baku EV lain yang dimiliki Indonesia.

Dia juga membahas kebijakan penunjang yang mempercepat perkembangan baterai listrik dan industri EV. Dengan daya saing dalam perkembangan EV, Indonesia akan gencar membangun infrastruktur pengisian daya baterai EV.

Baca Juga :   Pupuk Kaltim Targetkan Tambahan 75.000 Hektar Lahan dan 23.000 Petani Bergabung di Program MAKMUR 

Dusit Anantarak, Director, Information Technology and Communication Center, Office of Permanent Secretary, Kementerian Perindustrian Thailand, juga merasa optimis dengan masa depan industri EV.

Menurutnya, demi mencapai target pembangunan berkelanjutan, Thailand melansir strategi pengembangan kendaraan generasi baru pada 2017, meliputi HEV, PHEV, EV, dan FCEV. Thailand ingin menjadi basis produksi otomotif di Asia.

Sebagai pusat manufaktur di Asia Tenggara, Malaysia juga ingin menangkap peluang perkembangan EV. Vinothan Tulisi Nathzan, Director, Malaysian Investment Development Authority (MIDA) Singapore, berkata bahwa Malaysia telah melansir strategi pembangunan agar Malaysia bisa menjadi pusat manufaktur EV regional. Malaysia pun telah merilis insentif pembangunan infrastruktur pengisian daya baterai EV. Tujuannya, memperluas tingkat penggunaan EV dan menurunkan emisi karbon di sektor transportasi.

C.C. Chan, Akademisi, Chinese Academy of Engineering and Fellow of Royal Academy of Engineering, Inggris, mengapresiasi kebijakan yang dikeluarkan beragam pemerintah dalam pengembangan NEV. Menurutnya, kebijakan dan teknologi harus ditingkatkan secara bersamaan. Dia juga membahas peran penting inovasi teknologi dan litbang (R&D). Pada masa depan, infrastruktur pengisian daya baterai akan berkembang pesat, begitu pula dengan kemajuan teknologi baterai, serta integrasi teknologi swakemudi.

Baca Juga :   Perluas Pasar di Indonesia Bell Gandeng Fly Bali dan Sayap Garuda Indah

“Tingkat penetrasi kendaraan penumpang dengan energi baru segera mencapai 50% pada 2030,” ujar Zhang Yongwei, Vice President & Secretary General, China EV100. Menurutnya, perkembangan NEV global memiliki tren yang menjanjikan, terutama di tengah tuntutan pembangunan hijau dan aksi iklim yang kian mendesak untuk diterapkan. Negara-negara di dunia akan memprioritaskan pengembangan NEV sebagai langkah krusial untuk menurunkan emisi karbon di sektor transportasi. Perkembangan sektor NEV global kini semakin cepat jika ditilik dari tiga aspek: ekspansi pasar, iterasi teknologi, dan perkembangan fitur.

Mike Cadigan, Chief Corporate & Government Affairs Officer, GlobalFoundries, mengulas potensi pasar EV yang menarik. Dia memperkirakan, pada 2030, digerakkan perkembangan pesat industri otomotif dan sektor terkait, nilai pasar semikonduktor global kelak menembus US$ 1 triliun. Ekosistem semikonduktor GlobalFoundries, setelah berkembang selama lebih dari satu dekade, kini menjangkau seluruh dunia.

Xie Xin, CEO, Feishu, platform kolaborasi dan manajemen mutakhir, mencatat tantangan regulasi yang dihadapi kalangan perusahaan ketika berekspansi ke pasar internasional. Beberapa perusahaan terkendala dengan isu tersebut bahkan sebelum mencapai profitabilitas. Berpengalaman melayani klien dalam jangka panjang, Xie memaparkan sederet hal yang harus dipersiapkan perusahaan dalam bidang privasi dan keamanan data, transfer data lintaswilayah, serta retensi data ketika berekspansi global. Feishu pun telah mengembangkan beragam solusi yang membantu perusahaan memenuhi kerangka regulasi.

Baca Juga :   Ericsson: 5G Percepat Visi Indonesia Emas 2045

Sun Maojian, Vice Chairman, Hunan Jingneng New Energy Technology Co., Ltd., menjelaskan, perkembangan industri EV telah menggerakkan globalisasi infrastruktur pengisian daya baterai dan layanan penukaran baterai EV. Sebagai penyedia alat dan solusi pengisian daya baterai EV, Jingneng New Energy Technology ingin menjalin kerja sama teknologi inti dengan berbagai perusahaan di seluruh dunia.

Para peserta acara mengapresiasi kapabilitas teknis GlobalFoundries setelah mengunjungi pabriknya di Singapura pada 27 Juni pagi hari, sebelum sesi pembukaan acara.

Tiga seminar dengan tema yang berbeda-beda juga digelar secara bersamaan dalam forum tersebut, termasuk sesi Peresmian GREEM, seminar tentang kebijakan industri dan perkembangan industri NEV global, Seminar tentang pengembangan Rantai Industri NEV Global yang terarah, serta Seminar ASEAN-Tiongkok tentang Pengembangan Ekosistem NEV.

Para peserta GNEV2024 juga sepakat bahwa perusahaan otomotif harus mempererat kerja sama guna mendorong perkembangan industri NEV global secara inovatif. Dengan demikian, para pelaku industri ikut mempercepat transisi hijau dan rendah karbon yang didukung teknologi pintar di industri otomotif dunia.