Scroll untuk baca artikel
Finansial

Gen Z dan Milenial Perlu Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

2
×

Gen Z dan Milenial Perlu Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Sebagai generasi yang sedang aktif menikmati fase produktif, Gen Z dan milenial sering kali lebih fokus pada kebutuhan saat ini, mulai dari mengejar passion, membangun penghasilan, hingga menikmati gaya hidup. Di tengah berbagai prioritas tersebut, ada satu hal penting yang sebaiknya mulai dipikirkan sejak sekarang, yakni pengelolaan dana demi mencapai pensiun gak susah. Persiapan pensiun menjadi penting mengingat populasi Indonesia akan bergeser menuju populasi menua dalam 20 tahun ke depan. Artinya, kaum muda perlu mempersiapkan pensiun lebih awal agar tetap mandiri secara finansial di masa tua.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Generasi Z dan milenial di Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan dalam mempersiapkan dana pensiun. Di tengah fase produktif, banyak dari mereka lebih fokus pada kebutuhan saat ini, mulai dari pengembangan karier hingga gaya hidup.

Padahal, perencanaan pensiun menjadi krusial seiring proyeksi Indonesia yang akan memasuki fase populasi menua dalam dua dekade ke depan. Tanpa persiapan yang memadai, risiko kerentanan finansial di masa tua semakin meningkat.

Riset Bank DBS Indonesia bertajuk Ageing Society 2025 menunjukkan, sebanyak 19% responden Gen Z usia 22–27 tahun di Asia Tenggara belum berkomitmen menabung untuk pensiun. Angka serupa juga ditemukan pada kelompok milenial usia 28–43 tahun.

Baca Juga :   Bank bjb Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Sebelas Maret

Di Indonesia, sekitar 100 juta masyarakat diperkirakan belum memiliki tabungan pensiun pada 2038. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat menabung, yang rata-rata hanya mencapai 3% dari pendapatan, jauh di bawah rekomendasi ideal minimal 10%.

Mulai Menabung Sejak Dini

Keunggulan utama generasi muda adalah waktu yang panjang sebelum pensiun. Dengan investasi rutin, bahkan dalam nominal kecil, potensi pertumbuhan dana tetap signifikan berkat efek compounding.

Menunda justru membuat target dana pensiun semakin berat karena waktu akumulasi aset menjadi lebih singkat.

Hitung Kebutuhan Pensiun Secara Menyeluruh

Perencanaan pensiun tidak hanya mencakup kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, tetapi juga gaya hidup, kesehatan, dan aktivitas sosial.

Baca Juga :   Kemen PPPA Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Anak Muda untuk Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online

Untuk membantu hal tersebut, Bank DBS Indonesia menghadirkan Retirement Goal Calculator yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan dana pensiun secara lebih komprehensif.

Susun Anggaran Bulanan

Pengelolaan keuangan dapat dimulai dari penyusunan anggaran. Metode 50-30-20 menjadi salah satu pendekatan yang umum digunakan, yakni:

  • 50% untuk kebutuhan pokok
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan dan investasi

Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan jangka panjang.

Tentukan Strategi Investasi

Strategi investasi perlu disesuaikan dengan fase hidup. Milenial dapat mengombinasikan instrumen saham (60–70%), obligasi (20–30%), dan alternatif (10–15%).

Sementara itu, Gen Z yang baru memulai dapat mempertimbangkan instrumen berisiko rendah seperti obligasi ritel atau reksa dana pendapatan tetap.

Baca Juga :   Apresiasi Para Mitra, BCA Ajak 70 Merchant Nikmati Keindahan Desa Wisata Hijau Bilebante

Pahami Siklus Ekonomi

Perencanaan pensiun juga membutuhkan pemahaman terhadap siklus ekonomi. Strategi investasi perlu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kondisi pasar.

Head of Market Intelligence Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry, mengatakan instrumen terdiversifikasi seperti reksa dana dapat menjadi pilihan awal bagi generasi muda.

“Persiapan pensiun bukan sekadar menabung, tetapi memahami strategi sejak dini serta menjalankannya secara disiplin dan konsisten,” ujarnya.

Dengan perencanaan yang tepat dan konsistensi dalam pengelolaan keuangan, generasi muda dapat mencapai kemandirian finansial dan menikmati masa pensiun dengan lebih sejahtera.