Scroll untuk baca artikel
Industri

ETF Dukung Investor Tiongkok Bertransisi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

23
×

ETF Dukung Investor Tiongkok Bertransisi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
ETF Dukung Investor Tiongkok Bertransisi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

BISNISASIA.CO.ID, GUANGZHOU – Proyeksi International Energy Agency, energi terbarukan segera mengungguli batu bara dan menjadi sumber listrik terbesar di dunia pada 2025.

Kontribusi energi terbarukan bahkan melampaui lebih dari 42% pada 2028 sehingga mencerminkan perubahan penting dalam bauran energi dunia.

Di Tiongkok, transformasi menuju pembangkit listrik dengan energi terbarukan bergerak kian cepat dan kontribusinya telah melampaui pembangkit listrik tenaga batu bara pada Semester I-2024, serta menguasai 38% pangsa pasar.

Perubahan drastis di sektor energi baru ini telah menciptakan peluang investasi dalam sejumlah bidang, seperti energi bersih, energi terbarukan, dan transisi rendah karbon menuju pembangkit listrik termal dan manufaktur baja.

Baca Juga :   Produk Manufaktur Terus Dominasi Ekspor Nasional

Sebagai manajer investasi terbesar di Tiongkok, E Fund Management (“E Fund”) melayani investor dalam dan luar negeri lewat produk ETV relevan, termasuk CSI New Energy ETF (Kode: 516090), E Fund Carbon Neutral 100 ETF (Kode: 562990), dan E Fund CNI New Energy Battery ETF (Kode: 159566).

Dua dari antara ETF tersebut– CSI New Energy ETF dan E Fund Carbon Neutral 100 ETF–juga tercantum dalam program ETF Connect Tiongkok Daratan-Hong Kong.

Baca Juga :   Toshiba dan PLN Nusantara Power Jajaki Penerapan Teknologi Penangkapan CO₂ pada Pembangkit Listrik Termal

CSI New Energy Index mencakup sektor energi bersih dan terbarukan, bahkan lebih dari 70% emiten dalam ETF ini bergerak di sektor peralatan kelistrikan.

Sebaliknya, SEEE Carbon Neutral Index hadir sebagai indeks yang lebih komprehensif.

Pada 2023, komposisi ETF ini tercatat sebesar 67,2% dan meliputi sejumlah emiten yang bergerak di sektor energi bersih dan terbarukan, sedangkan 32,8% di antaranya bergerak di sektor transisi rendah karbon.

Selain sektor energi baru, Tiongkok mempercepat transformasi hijau menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. Contoh terbaiknya adalah industri kendaraan listrik.

Data China Passenger Car Association, pada Juli lalu, nilai penjualan mobil penumpang dengan energi baru mengungguli kendaraan konvensional, bahkan tingkat penetrasi bulanan menembus 50% untuk pertama kalinya.

Baca Juga :   Indonesia dan UEA Berkomitmen Bersama untuk Ekonomi Hijau dan Energi Terbarukan

CNI New Energy Battery Index merupakan produk ETF yang siap menangkap peluang dari tren tersebut, khususnya produksi dan integrasi baterai energy storage system (ESS).

Produk ETF satu-satunya yang terkait dengan indeks ini, E Fund CNI New Energy Battery ETF, memanfaatkan potensi pertumbuhan emiten-emiten yang tercantum sebagai konstituen indeks dengan target tingkat pertumbuhan laba bersih sebesar 22,6% pada 2024.