BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) bersiap melakukan reorientasi pasar dengan memprioritaskan kebutuhan domestik setelah kontrak ekspor jangka panjang berakhir pada 2027.
Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, mengatakan langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Setelah 2027, ini menjadi komitmen Donggi Senoro LNG untuk tetap mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh Pemerintah Indonesia. Semangat kami pastinya akan menjadi kontributor untuk LNG nasional,” ujarnya dalam acara Halalbihalal & Bincang Santai DSLNG-Media di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Saat ini, DSLNG masih terikat kontrak jangka panjang dengan pembeli utama di Asia Timur, yakni JERA, Kyushu Electric Power, dan Korea Gas Corporation hingga 2027.
Sebagai bagian dari persiapan transisi, perusahaan telah menjadwalkan pemeliharaan besar kilang (turnaround) pada 2028. Jadwal ini dipilih agar tidak mengganggu kewajiban pengiriman ekspor yang masih berjalan hingga akhir kontrak.
“Kenapa kita pilih 2028? Karena komitmen jangka panjang 2027 sudah selesai. Jadi 2028 kita tidak ada kewajiban lagi,” kata Adhika.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat kesepakatan komersial baru untuk periode setelah 2027. Perusahaan masih membuka opsi sesuai kebutuhan dan kebijakan pemerintah ke depan.
Sambil menunggu berakhirnya kontrak ekspor, DSLNG telah mulai meningkatkan penyaluran LNG ke pasar domestik melalui mekanisme spot. Dua perusahaan pelat merah, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT PLN (Persero), menjadi pembeli utama dalam skema ini.
Sepanjang tahun lalu, DSLNG menyalurkan delapan kargo LNG untuk kebutuhan dalam negeri dari total produksi sekitar 40 kargo. Penyaluran dilakukan secara fleksibel menyesuaikan permintaan.
“Penyalurannya by request melalui PGN dan PLN, sesuai kebutuhan domestik,” ujarnya.
Dari sisi pasokan, keberlanjutan operasional DSLNG didukung oleh suplai gas dari Blok Matindok dan Senoro Toili yang diproyeksikan mencukupi hingga 2042 berdasarkan data SKK Migas.
Dengan jaminan pasokan tersebut, DSLNG optimistis dapat memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan gas dalam negeri ke depan.











