Scroll untuk baca artikel
Industri

DBS Indonesia Salurkan Pembiayaan 20 Juta Dolar AS untuk Petani Kopi UMKM

1
×

DBS Indonesia Salurkan Pembiayaan 20 Juta Dolar AS untuk Petani Kopi UMKM

Sebarkan artikel ini
Bank DBS Indonesia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Bank DBS Indonesia memperkuat dukungan terhadap sektor agribisnis berkelanjutan dengan menyalurkan fasilitas sustainable pre-shipment financing senilai USD 20 juta kepada Sucden Coffee Indonesia. Pembiayaan ini ditujukan untuk memperluas akses modal kerja bagi petani kopi kecil dan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari jaringan pemasok Sucden di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui fasilitas pembiayaan pra-ekspor ini, Bank DBS Indonesia dan Sucden Coffee Indonesia menegaskan komitmen bersama dalam membangun industri kopi yang inklusif sekaligus berkelanjutan. Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas petani, menjaga stabilitas arus kas, serta membuka peluang lebih luas bagi produk kopi lokal untuk menembus pasar domestik dan global.

Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, menyatakan bahwa kemitraan ini mencerminkan peran Bank DBS Indonesia sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Menurutnya, penguatan rantai pasok pertanian melalui pembiayaan yang inklusif menjadi bagian dari komitmen Bank DBS Indonesia dalam mendorong ketahanan ekonomi petani dan UMKM, sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk menjadi Best Bank for a Better World.

Fasilitas pre-shipment financing ini juga selaras dengan semangat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha kecil. Dengan dukungan modal pada tahap awal sebelum ekspor, petani dan UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing kopi Indonesia.

Baca Juga :   Bukalapak Kembali Gelar Kompetisi Modal PUJAAN, Dukung UMKM Perempuan Indonesia untuk Maju

Dukungan pembiayaan tersebut turut melengkapi visi keberlanjutan jangka panjang Sucden Group hingga 2050, serta target antara pada 2025. Target tersebut mencakup peningkatan pelatihan rutin bagi petani kecil terkait praktik pertanian yang baik, serta peningkatan porsi kopi bersertifikat atau terverifikasi berkelanjutan dalam volume perdagangan Sucden.

Baca Juga :   Di Tengah Fase Kontraksi, Pelaku Industri Manufaktur RI Masih PD Tambah Tenaga Kerja

Chief Financial Officer Sucden Coffee, Elliott Commissaire, menyampaikan bahwa fasilitas pembiayaan ini memungkinkan perusahaan memberikan dukungan keuangan yang lebih tepat waktu kepada para pemasok, terutama petani kecil. Ia menilai kemitraan dengan Bank DBS Indonesia sebagai langkah penting dalam membangun rantai nilai kopi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Konsistensi Pembiayaan Berkelanjutan

Penyaluran fasilitas ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan solusi keuangan yang berdampak positif. Sebelumnya, Bank DBS Indonesia juga menyalurkan pembiayaan melalui skema blended finance kepada Adena Coffee, sebuah wirausaha sosial yang berfokus pada produksi kopi berkelanjutan. Inisiatif tersebut didukung hibah dari DBS Foundation Grant Program 2024 dan ditujukan untuk memperluas dampak sosial dan lingkungan.

Baca Juga :   Startup EdTech Vietnam Galaxy Education Kantongi Pendanaan Rp160 M, Fokus Kembangkan Kursus Bahasa

Sebagai institusi keuangan yang digerakkan oleh tujuan, Bank DBS Indonesia terus mendorong adopsi praktik berkelanjutan melalui inovasi pembiayaan. Upaya tersebut mengantarkan Bank DBS Indonesia meraih berbagai penghargaan, antara lain Best Sustainable Bank – Indonesia dari FinanceAsia Awards 2025, Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance Sustainable Finance Awards 2025, serta Indonesia’s Best Bank for ESG dari Euromoney Awards for Excellence 2024.

Dengan dukungan pembiayaan berkelanjutan ini, Bank DBS Indonesia dan Sucden Coffee Indonesia berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi petani kopi, UMKM, serta seluruh ekosistem industri kopi nasional.

DBS Indonesia menyalurkan pembiayaan berkelanjutan USD 20 juta untuk Sucden Coffee guna memperkuat petani kopi dan UMKM lokal.