BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan fintech lending AdaKami menyalurkan dukungan kepada delapan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor melalui program #UsahaBarengAdaKami sepanjang 2025. Program ini menyasar pelaku usaha dari beragam latar belakang, mulai dari kelompok rentan, UMKM berbasis budaya, hingga usaha yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, menyampaikan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional, namun kerap menghadapi tantangan dalam pengembangan dan keberlanjutan usaha. Melalui #UsahaBarengAdaKami, AdaKami tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM untuk mendorong dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Pendampingan UMKM Berbasis Inklusi dan Budaya
Pendekatan program ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas usaha, kelancaran operasional, serta keberlanjutan bisnis agar UMKM dapat tumbuh bersama komunitasnya. Di sektor kuliner dan kopi, dukungan diberikan kepada usaha yang mengusung nilai inklusi dan pelestarian budaya.
Di Jakarta Selatan, Kopi Tuli dan Akurasa merupakan usaha kopi yang membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang tuna rungu. Melalui #UsahaBarengAdaKami, kedua UMKM ini memperoleh dukungan untuk memperkuat operasional harian serta mengembangkan layanan agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong mengusung misi mempromosikan kopi sekaligus budaya lokal. Dukungan program dimanfaatkan untuk meningkatkan proses produksi dan penyajian, sehingga daya saing kopi lokal dapat terus meningkat.
Dukungan untuk UMKM Difabel dan Pelestarian Tradisi
Pendekatan inklusif juga diwujudkan melalui dukungan kepada Difabel Zone, komunitas perajin batik difabel. Bantuan program difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi serta penyediaan sarana pendukung pameran, seiring tingginya permintaan kolaborasi dan kemitraan.
Pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti, menyebutkan bahwa dukungan ini membantu menjawab keterbatasan sarana di tengah meningkatnya peluang kerja sama.
Di Sumatra Barat, House of Kawa di Tanah Datar menjadi contoh UMKM berbasis pelestarian budaya. Usaha minuman tradisional Minangkabau yang telah berjalan lintas generasi ini memanfaatkan dukungan program untuk meningkatkan efisiensi pengolahan agar produksi lebih konsisten.
UMKM Lingkungan dan Agrowisata
Di Bali, dukungan #UsahaBarengAdaKami diberikan kepada Urban Compost, pengelola sampah organik berbasis komunitas. Program ini membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan yang selama ini membutuhkan tenaga dan waktu besar, sekaligus menjaga keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu, Pisangne K-Tamane, UMKM agrowisata yang memberdayakan petani perempuan, memperoleh dukungan untuk meningkatkan kualitas produksi dan kapasitas usaha.
Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, mengatakan bahwa dukungan program membantu memperlancar proses pengolahan sampah organik dan memastikan inisiatif lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan untuk UMKM
Jonathan Kriss menegaskan bahwa setiap UMKM memiliki tantangan dan cerita yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan. Ke depan, AdaKami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM melalui pendekatan yang relevan agar usaha-usaha lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan.











