Scroll untuk baca artikel
Industri

Cathay dan Singapore Airlines Kolaborasi dalam Inisiatif Keberlanjutan

35
×

Cathay dan Singapore Airlines Kolaborasi dalam Inisiatif Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini
Cathay dan Singapore Airlines (SIA) menandatangani MoU untuk berkolaborasi dalam berbagai inisiatif keberlanjutan.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Cathay dan Singapore Airlines (SIA) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk berkolaborasi dalam berbagai inisiatif keberlanjutan. Upaya kolektif ini bertujuan untuk mengadvokasi pengembangan dan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) di kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pengungkit dekarbonisasi yang sangat penting bagi sektor ini, serta berbagi praktik terbaik untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan.

MoU ini ditandatangani oleh Chief Executive Officer (CEO) Cathay Group, Ronald Lam, dan CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong, di Dubai, Uni Emirat Arab, di sela-sela Pertemuan Umum Tahunan ke-80 International Air Transport Association (IATA) dan KTT Transportasi Udara Dunia.

Perjanjian yang berfokus pada dua area utama ini menggarisbawahi komitmen kedua maskapai untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050, dan menegaskan aspirasi mereka untuk membantu mendorong perubahan keberlanjutan dalam industri penerbangan.

Baca Juga :   Menghitung Cuan Hilirisasi Industri Sawit yang Berlangsung Sejak 2007

Pertama, Cathay dan SIA akan bersama-sama mengadvokasi peningkatan penggunaan SAF di wilayah Asia-Pasifik. Inisiatif di bidang ini akan mencakup peningkatan kesadaran publik tentang peran penting SAF dalam dekarbonisasi industri penerbangan, mengadvokasi kebijakan yang mendukung di wilayah tersebut, dan mempromosikan pembuatan kerangka standar kerja akuntansi dan pelaporan global untuk memastikan transparansi dan verifikasi pengurangan emisi dari penggunaan bahan bakar. Kedua maskapai penerbangan tersebut juga akan mengeksplorasi peluang yang potensial untuk pengadaan SAF secara bersama-sama di beberapa lokasi tertentu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi SAF dan mendukung penggunaan yang lebih luas di industri penerbangan.

Area fokus kedua adalah pertukaran praktik terbaik untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meminimalisir limbah, dan meningkatkan efisiensi energi dalam operasi darat dan kargo. Hal ini akan memungkinkan Cathay dan SIA untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan mereka, serta mempercepat pengembangan dan implementasi solusi berkelanjutan dalam operasi mereka.

Baca Juga :   Apresiasi Mitra Bisnis, Sharp Gelar Dealer Convention 2024 di Labuan Bajo

Ronald Lam, Chief Executive Officer, Cathay Group, mengatakan: “Sebagai bagian dari etos kolaboratif ‘Greener Together’, kami secara aktif mencari para pemimpin industri yang berpikiran sama untuk kemitraan strategis dalam transisi menuju penerbangan berkelanjutan. Kolaborasi kami dengan Singapore Airlines bertujuan untuk mempercepat dan mendukung pengembangan rantai pasokan SAF di kawasan ini, mendorong ekosistem SAF yang andal untuk memungkinkan industri ini mencapai tujuan dekarbonisasi dalam jangka panjang. Cathay merupakan salah satu maskapai penerbangan pertama di Asia yang menetapkan target 10% SAF untuk total konsumsi bahan bakarnya pada tahun 2030, dan kami melakukan pendekatan pada beberapa cabang untuk berkontribusi dalam transisi industri penerbangan menuju masa depan yang lebih hijau.”

Baca Juga :   SIA Kenalkan Pengalaman Penerbangan Premium Economy Class dengan Peningkatan Pilihan Makanan

Goh Choon Phong, Chief Executive Officer, Singapore Airlines, mengatakan: “Singapore Airlines berkomitmen untuk menanamkan semua aspek keberlanjutan dalam operasional kami. Disaat yang sama, kami pun menyadari bahwa kami tidak dapat mencapai target kami sendirian. Kemitraan kami dengan Cathay menandakan ambisi bersama untuk meningkatkan kolaborasi dalam inisiatif keberlanjutan di kawasan Asia-Pasifik. Bersama-sama, kami membantu membangun fondasi lebih bagi industri penerbangan yang berkelanjutan, dan memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus merasakan manfaat perjalanan udara.” (saf)