BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Dr Anggawira, meluncurkan dua buku yang mengulas arah dan dinamika kebijakan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. Karya ini menjadi refleksi perjalanan lebih dari dua dekade pengalamannya sebagai pengusaha dan pemikir kebijakan publik.
Peluncuran buku digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (9/1/2026), dan dirangkaikan dengan diskusi publik yang menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang ekonomi, hukum, dan pemerintahan.
“Buku ini menjadi jalan panjang sekaligus milestone dari kegiatan saya sebagai seorang pengusaha. Ini adalah persembahan saya untuk Indonesia,” ujar Anggawira.
Dua Buku, Dua Perspektif Kebijakan
Dua buku yang diluncurkan masing-masing berjudul “Di Balik Layar Persaingan Usaha: Praktik dan Penegakan di Indonesia” serta “Negara, Pasar, dan Keberanian Memilih: Esai-Esai Kebijakan dari Tengah Pusaran Krisis Global”. Keduanya mengulas relasi antara negara, pasar, dan regulasi dalam menghadapi tekanan global serta dinamika ekonomi domestik.
Melalui pendekatan reflektif dan analitis, Anggawira berupaya menjembatani perspektif pelaku usaha dan regulator demi kepentingan nasional.
Apresiasi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, yang membuka acara, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Anggawira dalam memperkaya literatur kebijakan publik di Indonesia.
“Menulis memerlukan komitmen, wawasan, dan kemampuan berpikir yang runtut. Karya ini adalah wujud nyata dari kontribusi pemikiran yang jernih dan tajam di tengah dinamika kebijakan publik kita,” ujar Silmy.
Ia menilai kedua buku tersebut tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan relevan dengan realitas empiris di lapangan, khususnya dalam memahami tantangan persaingan usaha dan kebijakan ekonomi nasional.
Potret Persimpangan Ideologi Ekonomi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai buku Anggawira secara cerdas menggambarkan keberanian kepemimpinan nasional dalam menentukan arah ideologi ekonomi Indonesia.
“Buku ini memotret persimpangan krusial: apakah Indonesia sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar bebas atau tetap setia pada mandat konstitusi UUD 1945. Ini adalah cerminan keberanian memilih demi kedaulatan bangsa,” ungkap Ferry.
Ia berharap buku ini dapat menjadi referensi penting bagi pengambil kebijakan dan masyarakat dalam memahami pilihan strategis Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Dorong Literasi Ekonomi Nasional
Acara ini turut dihadiri Ketua KPPU Dr Fanshurullah Asa, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, Rektor IPB Dr Alim Setiawan Slamet, Dirut Krakatau Steel Dr Muhammad Akbar Djohan, Guru Besar Hukum Ekonomi FH Unpad Tarsisius Murwadji, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto, serta Ketua STIH IBLAM Prof Dr Angkasa.
Anggawira menegaskan bahwa peluncuran buku ini juga merupakan upaya mendorong peningkatan budaya literasi ekonomi di Indonesia.
“Buku ini bukan hanya menuangkan pemikiran dari praktik bisnis sehari-hari, tetapi juga mendorong agar budaya membaca dan menulis di Indonesia dapat terus meningkat,” tutup Sekjen Himpunan Alumni IPB tersebut.











