BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – MINISO Indonesia mulai menerapkan platform tanda tangan elektronik VIDA Sign untuk mendukung digitalisasi proses administrasi di seluruh operasional perusahaan. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen sekaligus memperkuat aspek keamanan dan kepastian hukum dalam transaksi bisnis.
Sebelum mengadopsi sistem digital, pengelolaan dokumen di MINISO Indonesia masih mengandalkan proses manual. Dokumen harus dicetak, didistribusikan kepada pihak terkait, hingga dikirim ke berbagai kota seiring luasnya jaringan operasional perusahaan. Proses tersebut dinilai memerlukan waktu lebih lama, meningkatkan biaya operasional, serta berpotensi menimbulkan keterlambatan maupun kehilangan dokumen.
Melalui implementasi VIDA Sign, MINISO Indonesia kini mengelola lebih dari 400 dokumen setiap bulan secara digital. Dokumen yang diproses mencakup kontrak kerja karyawan hingga berbagai dokumen pernyataan. Sistem ini juga mengintegrasikan tanda tangan elektronik dan e-meterai dalam satu alur kerja sehingga mengurangi penggunaan dokumen fisik.
HRIS Supervisor MINISO Indonesia, Syaka Safiya, mengatakan perusahaan membutuhkan solusi yang mampu mempercepat proses administrasi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kepastian hukum.
“Kami memilih VIDA Sign karena tidak hanya menawarkan proses penandatanganan digital yang mudah digunakan, tetapi juga memberikan lapisan keamanan tambahan melalui verifikasi biometrik pada setiap proses penandatanganan,” ujar Syaka dalam keterangan resmi, Senin (21/7).
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menyatakan kolaborasi tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan sektor ritel terhadap sistem administrasi digital yang aman dan sesuai regulasi.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berfokus pada percepatan proses bisnis, tetapi juga membangun kepercayaan melalui perlindungan terhadap dokumen dan transaksi digital.
Saat ini, VIDA Sign telah digunakan oleh lebih dari 17.000 akun bisnis di Indonesia. Bagi perusahaan ritel yang memiliki jaringan operasional luas seperti MINISO Indonesia, penggunaan tanda tangan elektronik dinilai dapat membantu menyederhanakan proses administrasi sekaligus meminimalkan risiko penipuan dan penyalahgunaan dokumen digital.











