BISNISASIA.CO.ID, BANTEN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis dalam mendukung ekspansi industri baja nasional ke pasar internasional. Melalui Pelabuhan Ciwandan, perusahaan memfasilitasi arus ekspor, impor bahan baku, hingga distribusi domestik produk baja.
Sepanjang 2025, Pelabuhan Ciwandan melayani ekspor produk baja dengan total volume mencapai 99.675,63 metrik ton (MT). Realisasi tersebut terdiri atas 56.057,79 MT steel coil atau 56,2% dari total ekspor dan 43.617,84 MT steel plate atau sekitar 43,8%.
Pelindo Regional 2 Banten juga mendukung pengiriman produk baja ke Australia melalui kerja sama dengan DITH Australia Pty. Ltd. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses industri baja nasional ke pasar global melalui layanan logistik yang terintegrasi.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia Pelabuhan Ciwandan dalam menangani kargo umum maupun kargo berat berstandar internasional.
“Keberhasilan menangani puluhan ribu ton komoditas baja tujuan internasional sepanjang tahun lalu membuktikan kapasitas dan keandalan operasional Pelabuhan Ciwandan. Hal ini merupakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Selain mendukung ekspor, Pelindo Regional 2 Banten juga berperan dalam memasok bahan baku industri baja nasional. Sepanjang 2025, sebanyak 719.631,84 MT material baja setengah jadi, seperti steel billet, steel bloom, dan steel slab, masuk melalui Pelabuhan Ciwandan untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai kawasan industri di Indonesia.
Adapun distribusi produk baja untuk pasar domestik melalui Pelabuhan Ciwandan mencapai 132.679,95 MT sepanjang tahun lalu.
Menurut Benny, penanganan komoditas baja membutuhkan tingkat presisi tinggi, dukungan alat berat yang memadai, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat. Kinerja tersebut juga didukung sinergi dengan perusahaan pelayaran, pengguna jasa, dan para pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.
Dia menambahkan, Pelindo Regional 2 Banten akan terus meningkatkan kualitas layanan serta kesiapan fasilitas guna mengantisipasi peningkatan volume ekspor baja dan komoditas general cargo lainnya.
“Peningkatan kapasitas layanan akan terus dilakukan seiring dukungan seluruh stakeholder untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis ke depan,” kata Benny.











