Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Primaya Hadirkan HIPEC, Terapi Kanker Peritoneal Lebih Efektif di RI

1
×

Primaya Hadirkan HIPEC, Terapi Kanker Peritoneal Lebih Efektif di RI

Sebarkan artikel ini
dr. Kartiwa Hadi, Sp.OG, Subsp. Onk, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Subspesialis Onkologi, saat memaparkan materi “CRS-HIPEC pada Kanker Ovarium: Evidence, Indikasi, dan Implementasi Klinis” dalam seminar medis “Advancing Cancer Care: Peran HIPEC dalam Meningkatkan Survival pada Kanker dengan Keterlibatan Peritoneal” di Primaya Hospital Kelapa Gading

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Layanan terapi kanker tingkat lanjut kini semakin mudah diakses di dalam negeri. Primaya Hospital Kelapa Gading resmi menghadirkan teknologi Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy (HIPEC) yang dikombinasikan dengan Cytoreductive Surgery (CRS) untuk penanganan kanker yang telah menyebar ke rongga perut atau peritoneal carcinomatosis.

Pendekatan ini menjadi salah satu metode terapi mutakhir dalam penanganan kanker peritoneal yang selama ini memiliki keterbatasan opsi pengobatan. Kombinasi CRS dan HIPEC berpotensi meningkatkan angka harapan hidup pasien hingga hampir dua kali lipat pada kasus tertentu.

Terapi Lebih Terarah

HIPEC dilakukan setelah prosedur pengangkatan tumor secara maksimal melalui CRS. Selanjutnya, kemoterapi bersuhu tinggi diberikan langsung ke dalam rongga perut untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.

Baca Juga :   BNI Java Jazz Festival 2024, Panggung Penuh Bintang di Hari Kedua

Metode ini memungkinkan konsentrasi obat lebih tinggi di area target, penetrasi terapi lebih optimal, serta efektivitas yang lebih baik dibandingkan kemoterapi konvensional.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), terdapat lebih dari 408.000 kasus kanker baru setiap tahun di Indonesia. Kanker kolorektal, lambung, dan ovarium termasuk jenis yang paling berisiko menyebar ke peritoneum.

Tingkatkan Peluang Survival

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Subspesialis Onkologi, Kartiwa Hadi, menjelaskan bahwa pendekatan CRS dan HIPEC tidak hanya mengangkat tumor yang terlihat, tetapi juga menargetkan sel kanker mikroskopis.

Baca Juga :   Combiphar Dorong Edukasi Zat Besi Lewat Kampanye Maltofer

“Kombinasi efek panas dan konsentrasi obat yang tinggi memungkinkan terapi bekerja lebih optimal di area yang sulit dijangkau kemoterapi konvensional,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Digestif, Fajar Firsyada, menekankan pentingnya seleksi pasien yang tepat dalam menentukan keberhasilan terapi.

“Dengan seleksi pasien dan tindakan yang optimal, HIPEC dapat memberikan peluang survival yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional,” jelasnya.

Kurangi Ketergantungan ke Luar Negeri

Selama ini, keterbatasan fasilitas serupa di Indonesia membuat banyak pasien kanker memilih berobat ke luar negeri. Kehadiran layanan ini memungkinkan pasien memperoleh terapi berstandar internasional secara lebih dekat dan efisien.

Baca Juga :   APL Perkuat Transformasi Kesehatan, Dorong Akses Layanan Inovatif

Direktur rumah sakit, Ferry Aryo, menegaskan bahwa keberhasilan terapi kanker tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga sistem layanan yang terintegrasi.

“HIPEC merupakan bagian dari pendekatan komprehensif yang membutuhkan kolaborasi multidisiplin, mulai dari bedah, onkologi, hingga rehabilitasi,” ujarnya.

Dengan kehadiran layanan ini, Primaya Hospital Kelapa Gading memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kanker berstandar internasional sekaligus memperluas akses pasien terhadap terapi modern di dalam negeri.