BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan nyata. Banyak perusahaan masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan solusi AI ke dalam sistem operasional yang sudah berjalan.
Kompleksitas integrasi dengan sistem existing, keterbatasan infrastruktur, proses implementasi yang memakan waktu, hingga isu keamanan dan kedaulatan data menjadi hambatan utama dalam mempercepat pemanfaatan AI secara optimal.
Menjawab tantangan tersebut, Lintasarta menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi digital terintegrasi yang berorientasi pada kebutuhan industri, bukan sekadar penyedia platform teknologi.
Tantangan Nyata di Tahap Implementasi
Meski banyak perusahaan telah memiliki strategi AI, proses implementasi kerap terhambat integrasi dengan sistem lama, kebutuhan orkestrasi dengan ekosistem AI yang lebih luas, serta proses pengadaan yang panjang sebelum solusi dapat dioperasikan.
Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro, menyatakan Indonesia memiliki fondasi inovasi AI yang kuat. Namun, untuk memaksimalkan dampaknya, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan berbagai solusi, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekosistem, menjamin keamanan data, serta mempercepat implementasi secara terukur.
Menurutnya, konsep AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandarisasi dan aman. Pendekatan ini membantu industri mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value.
AI Marketspace Berbasis 4C
AI Marketspace dirancang sebagai kendaraan strategis untuk mengintegrasikan solusi digital dan AI secara lebih terstruktur, mulai dari pemetaan tantangan hingga implementasi use case yang relevan.
Pendekatan ini dibangun di atas fondasi 4C Lintasarta, yakni Connectivity untuk keandalan sistem, Cloud untuk skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk orkestrasi ekosistem. Model terintegrasi ini memungkinkan solusi diterapkan dan dikembangkan secara lebih cepat, aman, dan terstandardisasi.
Sebagai implementasi konkret, Lintasarta menghadirkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU) sebagai wadah orkestrasi berbagai solusi digital dan AI, mulai dari Software as a Service (SaaS), Compute Services, Application Programming Interface (API) Services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics.
Melalui pendekatan tersebut, fokus utama tetap pada penyediaan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan bisnis industri dengan dukungan kapabilitas 4C Lintasarta.
Momentum Menuju Indonesia Emas 2045
Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi kekuatan AI di tingkat regional, didukung pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi teknologi yang luas, serta perkembangan talenta digital.
Dengan pendekatan AI marketspace, Lintasarta memposisikan diri sebagai enabler sekaligus ecosystem builder dalam mempercepat akselerasi AI nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.











