BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah derasnya arus tren fesyen modern dan pergeseran perilaku konsumen ke ranah digital, Batik Keris membuktikan statusnya sebagai brand lokal legendaris yang tetap relevan lintas generasi. Merek batik asal Solo yang telah berkarya hampir satu abad ini mengusung strategi heritage tech—harmonisasi nilai budaya dan teknologi—dengan memperkuat eksistensi digital melalui kolaborasi strategis bersama Shopee.
Alih-alih tergerus zaman, predikat legendaris justru menjadi fondasi Batik Keris untuk terus beradaptasi. Tanpa meninggalkan akar tradisi, perusahaan ini memanfaatkan kanal digital sebagai medium baru untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus melestarikan batik sebagai identitas budaya Indonesia.
“Batik tidak boleh berhenti sebagai artefak budaya. Batik harus terus hidup, dipakai, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Keberlanjutan merek legendaris bergantung pada kemampuannya menyinkronkan sejarah dengan teknologi,” ujar Andy Rusli, Direktur Batik Keris.
Dari Industri Rumahan hingga Pilar Tekstil Nasional
Nama Batik Keris pertama kali digunakan pada 1947 oleh pendirinya, Kasom Tjokrosaputro, yang berasal dari keluarga pedagang batik sejak era 1920-an. Berawal dari industri rumahan dengan produksi belasan kain batik tulis per bulan, Batik Keris tumbuh secara bertahap dengan menjaga nilai ketelatenan, kualitas, dan filosofi batik sebagai simbol kehormatan dan seni, selaras dengan makna “keris” dalam budaya Jawa.
Kini, Batik Keris telah berkembang menjadi industri besar yang mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan, memiliki lebih dari 80 gerai offline di berbagai kota di Indonesia, serta dikenal sebagai salah satu pelopor batik modern yang berkontribusi penting dalam sejarah tekstil Nusantara.
Koleksi Modern Classic untuk Semua Generasi
Menjawab tantangan selera pasar yang terus berubah, Batik Keris mengusung konsep Modern Classic melalui koleksi ready-to-wear yang dirancang inklusif untuk berbagai segmen usia dan kebutuhan. Mulai dari pelajar, profesional, hingga keluarga, batik dihadirkan sebagai busana yang relevan untuk aktivitas sehari-hari tanpa kehilangan nilai tradisi.
Setiap koleksi diproduksi secara terbatas untuk menjaga eksklusivitas, sekaligus memberikan nilai lebih bagi konsumen yang mengutamakan keunikan dan kualitas.
Kualitas Premium sebagai Kunci Loyalitas Konsumen
Loyalitas pelanggan Batik Keris selama puluhan tahun ditopang oleh konsistensi kualitas produk. Perusahaan ini menerapkan sistem produksi terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan kain berkualitas ekspor (katun, rayon, sutra, viscose), pengembangan motif oleh desainer internal, proses pembatikan, penjahitan, hingga distribusi ke jaringan ritel.
“Banyak pelanggan kami masih mengenakan Batik Keris yang dibeli 20 hingga 25 tahun lalu, dan warnanya tetap bagus. Bahkan, ada anak muda yang memakai batik warisan orang tuanya,” tambah Andy.
Ekspansi Digital Lewat Shopee Dorong Pertumbuhan Bisnis
Transformasi digital menjadi pilar penting strategi heritage tech Batik Keris. Sejak membuka Official Store di Shopee Mall pada 2021, Batik Keris berhasil memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan jaminan keaslian produk bagi konsumen daring.
Keseriusan ini diperkuat dengan pembentukan tim digital khusus yang mengelola strategi penjualan dan komunikasi. Sepanjang 2025, Batik Keris mencatat pertumbuhan penjualan lebih dari 50% berkat optimalisasi fitur dan program interaktif Shopee, termasuk Shopee Live yang kini dilakukan setiap hari dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
“Live streaming tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nilai batik di era modern,” jelas Andy.
Pemberdayaan UMKM dan Seniman Lokal
Tak hanya berfokus pada bisnis, Batik Keris juga menjalankan peran sosial melalui unit komunitas Keris Griya, yang membina UMKM dan seniman lokal dari berbagai daerah. Beragam produk kriya, mulai dari tekstil, kayu, hingga keramik, didampingi hingga siap dipasarkan ke publik.
Komitmen ini telah mendapatkan pengakuan pemerintah melalui Penghargaan Upakarti sejak 1985, menegaskan peran Batik Keris dalam pengembangan industri kreatif nasional.
Digitalisasi sebagai Jalan Pelestarian Budaya
Hampir satu abad berkarya, Batik Keris menghadirkan pesan kuat bahwa digitalisasi bukan ancaman bagi tradisi. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi bersama platform e-commerce seperti Shopee, teknologi justru menjadi instrumen untuk menjaga warisan budaya tetap hidup, relevan, dan kompetitif di pasar global.











