Scroll untuk baca artikel
Industri

5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Lebih Efisien

4
×

5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini
- Pertumbuhan UMKM di Indonesia terus meningkat, termasuk bisnis laundry yang menjamur di kawasan permukiman dan perkantoran. Namun, tantangan operasional kini tak hanya soal kualitas layanan, tetapi juga visibilitas digital dan pengelolaan transaksi harian yang rapi. Belajar dari kisah sukses Mau Laundry, pelaku usaha mulai memanfaatkan solusi digital seperti DANA Bisnis untuk mengatur arus kas dan pencatatan transaksi.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pertumbuhan UMKM di Indonesia terus meningkat, termasuk bisnis laundry yang menjamur di kawasan permukiman dan perkantoran. Namun, tantangan operasional kini tak hanya soal kualitas layanan, tetapi juga visibilitas digital dan pengelolaan transaksi harian yang rapi.

Belajar dari kisah sukses Mau Laundry, pelaku usaha mulai memanfaatkan solusi digital seperti DANA Bisnis untuk mengatur arus kas dan pencatatan transaksi. Berikut lima langkah digitalisasi yang bisa diterapkan pelaku usaha agar lebih efisien:

1. Bangun Kehadiran Digital Sederhana

Gunakan WhatsApp sebagai kanal utama menerima pesanan dengan respons cepat. Optimalkan profil bisnis di Google Maps agar mudah ditemukan saat calon pelanggan mencari layanan terdekat. Rutin memperbarui foto, informasi jam operasional, dan membalas ulasan akan meningkatkan visibilitas di pencarian lokal.

Baca Juga :   Sistem Storage Berkinerja Tinggi Terbaru dari NetApp, Percepat Beban Kerja Krusial

2. Gunakan Pembayaran Nontunai

Transaksi tunai rawan selisih hitung dan keterlambatan pembayaran. Menggunakan QRIS membantu memastikan nominal sesuai tagihan dan tercatat otomatis. Mau Laundry memanfaatkan pembayaran digital untuk mempercepat layanan sekaligus meminimalkan risiko kesalahan.

3. Pantau Pemasukan Secara Real-Time

Pencatatan manual rentan tercecer, terutama untuk transaksi kecil namun sering. Dengan sistem digital, pemilik usaha dapat memantau riwayat pemasukan langsung dari ponsel. Riwayat transaksi membantu mencocokkan pembayaran dengan layanan yang sudah selesai tanpa harus menghitung uang tunai setiap hari.

Baca Juga :   VAST Fasilitasi Green Warehouse dan Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Tahun Ini

4. Pisahkan Uang Usaha dan Pribadi

Memisahkan jalur keuangan sejak awal membantu melihat pemasukan bersih dan biaya operasional secara lebih jelas. Akun khusus usaha membuat arus kas lebih terkendali dan memudahkan pengambilan keputusan belanja.

5. Percepat Perputaran Arus Kas

Bisnis seperti laundry membutuhkan pembelian rutin bahan operasional. Sistem pembayaran digital memungkinkan saldo langsung digunakan kembali tanpa proses transfer tambahan. Perputaran uang yang cepat menjaga operasional tetap lancar.

Baca Juga :   Toho Leo Jalin Kerja Sama Penelitian dengan University of the Philippines untuk Atasi Tantangan Lingkungan Perkotaan

Pemilik Mau Laundry, Muhammad Irfan, mengakui digitalisasi membantunya memahami ritme usaha—kapan ramai, kapan perlu efisiensi, dan kapan bisa berekspansi. Kini usahanya berkembang di Jakarta Timur dan Bekasi, bahkan mulai membuka peluang kemitraan.

Digitalisasi tidak selalu berarti investasi besar. Langkah sederhana dan konsisten sudah cukup untuk membuat operasional lebih tertata, risiko kesalahan berkurang, dan layanan lebih stabil di tengah persaingan UMKM yang semakin ketat.