Scroll untuk baca artikel
Finansial

Zurich Indonesia Perkuat Inovasi Health untuk Dorong Industri Asuransi 2026

1
×

Zurich Indonesia Perkuat Inovasi Health untuk Dorong Industri Asuransi 2026

Sebarkan artikel ini
(Ki-ka) Direktur Utama PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) – Hilman Simanjuntak, Direktur PT Zurich Topas Life (Zurich Life) – Fred Chan, Country Manager Zurich Indonesia & Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk – Edhi Tjahja Negara, dan Pengamat Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda dalam konferensi pers Zurich di Jakarta (9/03). Sejak 2026, portofolio asuransi kesehatan Zurich menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, didukung solusi yang relevan, fleksibel, dan mudah dipahami serta rangkaian inisiatif yang mendekatkan perlindungan ke lebih banyak keluarga Indonesia.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Zurich Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi nasional pada 2026 melalui inovasi produk kesehatan, perluasan akses perlindungan, serta penguatan kemitraan distribusi.

Perusahaan mencatat portofolio produk kesehatan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak awal tahun 2026. Kinerja ini didorong oleh solusi perlindungan yang lebih relevan, fleksibel, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Memasuki tahun 2026, industri asuransi Indonesia berada pada fase penting dengan implementasi regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperkuat tata kelola, transparansi, serta praktik manajemen risiko industri.

Sejalan dengan proyeksi OJK, pertumbuhan aset industri asuransi pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 5–7 persen.

Zurich Siap Jadi Penggerak Transformasi Industri

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, menyatakan bahwa industri asuransi kesehatan kini memasuki fase pertumbuhan yang semakin matang.

Menurutnya, regulasi yang semakin kuat serta meningkatnya literasi keuangan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan sektor ini.

“Kami melihat industri asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang, didukung regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi masyarakat. Momentum awal tahun hingga Ramadan dan Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mendorong inovasi serta memperluas akses perlindungan bagi lebih banyak keluarga Indonesia,” ujar Edhi.

Baca Juga :   Zurich Arahkan Langkah untuk Bangun Ketahanan Iklim di Tengah Ketidakpastian Global

Prospek Industri Asuransi Dinilai Tetap Menjanjikan

Pengamat ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai prospek industri asuransi Indonesia pada 2026 masih sangat menjanjikan.

Hal ini didukung oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial serta perubahan kebutuhan proteksi di tengah dinamika ekonomi dan kesehatan global.

“Fundamental industri asuransi Indonesia terus menguat dengan peningkatan aset yang dikelola. Penguatan regulasi dan pengawasan juga mendorong tata kelola industri yang lebih baik, sehingga meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Nailul.

Menurutnya, dinamika risiko kesehatan dan kondisi ekonomi global juga membuat masyarakat semakin sadar pentingnya memiliki perlindungan yang komprehensif.

Produk Kesehatan Zurich Tumbuh Signifikan

Kinerja produk perlindungan kesehatan Zurich menunjukkan peningkatan signifikan pada Januari 2026.

Di lini konvensional, asuransi kesehatan kelompok Medicillin mencatat pertumbuhan premi bruto (gross written premium/GWP) hingga 40 persen secara tahunan.

Baca Juga :   Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi USD 427,2 Miliar per Februari 2025

Sementara itu, produk asuransi kesehatan individu Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) juga mencatat pertumbuhan GWP lebih dari 20 persen secara tahunan.

Zurich juga menghadirkan inovasi perlindungan penyakit kritis melalui produk Zurich Critical Care (ZCC) yang diluncurkan pada awal 2026.

Direktur PT Zurich Topas Life, Fred Chan, mengatakan peningkatan kinerja produk kesehatan didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial.

“Kami memperkuat ZOHA sebagai solusi proteksi kesehatan yang komprehensif sekaligus fleksibel. Selain itu, Zurich Critical Care hadir sebagai pelengkap perlindungan penyakit kritis yang ringkas namun menyeluruh,” ujar Fred.

Zurich Syariah Dorong Inklusi Asuransi

Di lini syariah, Zurich juga memperluas inklusi asuransi melalui produk mikro dengan manfaat spesifik dan premi terjangkau.

Produk asuransi kesehatan mikro seperti Mikro Demam Berdarah, Mikro Tifus, dan Mikro Hospital Cash Plan mencatat pertumbuhan lebih dari 40 persen.

Zurich Syariah juga memperkenalkan program Perlindungan Diri Pelajar, yaitu beasiswa berproteksi yang bertujuan memperkenalkan konsep asuransi syariah kepada pelajar sejak dini.

Baca Juga :   Tambang Meranti Mulia Sejahtera Berencana IPO Tahun Depan

Direktur Utama PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak, mengatakan produk mikro syariah menjadi solusi inklusif bagi masyarakat.

“Produk mikro syariah menghadirkan perlindungan dengan kontribusi yang terjangkau serta proses yang sederhana, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat proteksi berbasis prinsip syariah,” ujar Hilman.

Program Asuransi Gratis untuk Pemudik

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan inklusi asuransi, Zurich juga memanfaatkan momentum Idulfitri dengan menyediakan program asuransi kecelakaan diri gratis bagi 1.500 pemudik di seluruh Indonesia.

Program ini memberikan perlindungan terhadap risiko perjalanan mudik pada periode 17–26 Maret 2026.

Masyarakat dapat mendaftar program tersebut melalui situs web Zurich hingga 13 Maret 2026.

Ke depan, Zurich Indonesia akan terus memperkuat inovasi produk berbasis kebutuhan nasabah, menjaga tata kelola perusahaan yang kuat, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra distribusi.

“Zurich berkomitmen untuk terus menjadi mitra perlindungan terpercaya bagi masyarakat Indonesia dengan solusi perlindungan yang relevan dan berkelanjutan, demi ketangguhan masyarakat hari ini hingga masa depan,” kata Edhi.