Scroll untuk baca artikel
Finansial

UOBAM: Geopolitik Picu Ketidakpastian, Ini Tiga Skenario Pasar

2
×

UOBAM: Geopolitik Picu Ketidakpastian, Ini Tiga Skenario Pasar

Sebarkan artikel ini
UOB Asset Management

BISNISASIA.CO.ID, SINGAPURA — UOB Asset Management (UOBAM) memaparkan tiga skenario utama pergerakan pasar global dalam laporan Quarterly Investment Strategy kuartal II/2026, di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

Dalam laporan tersebut, UOBAM menilai prospek pertumbuhan ekonomi global dan kinerja korporasi masih relatif solid, didorong oleh investasi di sektor kecerdasan buatan (AI), energi, dan infrastruktur. Namun, ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, berpotensi memicu volatilitas pasar yang lebih tinggi.

UOBAM mengidentifikasi tiga kemungkinan skenario dalam beberapa bulan ke depan. Skenario pertama dengan probabilitas 40% memperkirakan ketegangan mereda, sehingga harga energi stabil, tekanan inflasi menurun, dan aset berisiko kembali menguat.

Skenario kedua dengan probabilitas yang sama, yakni 40%, memproyeksikan gangguan berkepanjangan yang memicu volatilitas tinggi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global.

Adapun skenario ketiga dengan probabilitas 20% dinilai memiliki dampak paling besar, yakni eskalasi konflik yang berpotensi mendorong ekonomi global menuju resesi.

Baca Juga :   Kiprah Pebsteel Mengejar Keunggulan di Industri Konstruksi Bangunan

Head of Multi-Asset Strategy UOB Asset Management, Anthony Raza, mengatakan pasar akan lebih menyoroti dampak geopolitik terhadap fundamental ekonomi dibandingkan dinamika politik itu sendiri.

“Pasar cenderung akan lebih fokus pada dampak geopolitik terhadap stabilitas ekonomi, inflasi, dan premi risiko. Kondisi ini mendorong investor untuk memperkuat pendekatan portofolio yang lebih hati-hati dan terdiversifikasi,” ujarnya.

Baca Juga :   EDC Danai Pinjaman Perdana $200 Juta untuk Lotte Shopping di Korea Selatan

Sejalan dengan pandangan tersebut, UOBAM mengambil posisi netral terhadap saham dibandingkan indeks acuan, sambil tetap menekankan pentingnya selektivitas investasi.

Di sisi lain, perusahaan mempertahankan diversifikasi portofolio pada instrumen pendapatan tetap, dengan posisi overweight pada emas sebagai aset lindung nilai, serta underweight pada kas.

UOBAM menilai pendekatan investasi yang disiplin dan terdiversifikasi menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian global yang kian meningkat. (prnewswire)