Scroll untuk baca artikel
Industri

Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan

2
×

Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan

Sebarkan artikel ini
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi (Saprodi), petani menerima input pertanian berkualitas tinggi.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Di balik setiap tandan buah kelapa sawit, tersimpan kisah kerja keras dan harapan para petani. Bagi Umar Isnadi, Ketua KUD Sidodadi di Desa Tanjung Benuang, Jambi, kemitraan dengan perusahaan perkebunan bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga dan anggota koperasi yang dipimpinnya.

Sejak 2000, Umar menggantungkan hidup dari kelapa sawit. Ia memilih bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA) melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi (Saprodi). Melalui program ini, petani memperoleh bibit bersertifikat, pupuk, serta dukungan teknis guna memastikan praktik budidaya yang tepat dan berkelanjutan.

Menurut Umar, mengelola kebun secara mandiri penuh tantangan, terutama dalam hal perawatan, pemupukan, dan pengolahan hasil panen. Setelah masa kemitraan plasma berakhir dan ia mencoba mengelola kebun sendiri, produksinya turun drastis dari 6–7 ton per bulan menjadi hanya 2–3 ton untuk dua hektare lahan. Penurunan tersebut berdampak langsung pada pendapatan keluarga.

Pada 2025, Umar memutuskan kembali bermitra melalui program PSR. Keputusan itu didasari pengalaman sebelumnya yang ia nilai transparan dan memberikan hasil optimal. Baginya, kepercayaan menjadi fondasi hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Baca Juga :   Sinar Mas Agribusiness and Food bersama Tzu Chi Menjadi Mitra Terpercaya ADM untuk Dukung Program Pemberdayaan Masyarakat di Lubuk Gaung

Program PSR turut melibatkan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) berupa hibah Rp60 juta per hektare, maksimal empat hektare per petani. Dana ini digunakan untuk bibit unggul, persiapan lahan, pupuk, dan pelatihan teknis. Skema tersebut membantu meringankan biaya peremajaan yang selama ini menjadi kendala utama petani.

Selain dukungan dana, perusahaan juga membantu proses administrasi serta menyediakan pendampingan agronomi. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan KDA sebagai bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food melalui kerangka Collective for Impact, yang menargetkan pelatihan 100.000 petani sawit rakyat hingga 2035.

Baca Juga :   Intip Itinerary 3 Hari 2 Malam ke Chiang Rai bersama AirAsia MOVE: Liburan Slow Living dengan Potongan hingga Rp200 Ribu!

Kisah serupa datang dari Atno Wadi, anggota KUD Sidodadi yang telah lama berkecimpung di sektor sawit. Seiring usia tanaman yang menua, produktivitas kebunnya menurun. Program PSR menjadi solusi, tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga pelatihan dan jaminan harga sesuai ketentuan Dinas Perkebunan setempat.

Melalui kemitraan ini, para petani berharap produktivitas kebun kembali meningkat dengan dukungan bibit unggul, pupuk tepat waktu, dan bimbingan berkelanjutan. Bagi mereka, kemitraan bukan sekadar skema kerja sama, melainkan fondasi untuk menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan keluarga di masa depan.