Scroll untuk baca artikel
Industri

Java Fresh Dorong Ekspor Buah RI ke 25 Negara, Berdayakan Petani

3
×

Java Fresh Dorong Ekspor Buah RI ke 25 Negara, Berdayakan Petani

Sebarkan artikel ini
Sebagai bagian dari komitmen menumbuhkembangkan social enterprises, DBS Foundation mendukung Java Fresh sebagai penerima dana hibah DBS Foundation Grant Program 2024 untuk memperluas bisnis sekaligus dampak berkelanjutan bagi masyarakat rentan. Salah satu upaya yang dilakukan Java Fresh dengan dukungan dari DBS Foundation adalah memberikan pelatihan sorting, grading, dan handling sesuai standar ekspor serta program kesehatan dan edukasi bagi perempuan sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan, keterampilan, dan pemahaman finansial lebih baik. Perubahan tersebut tidak berhenti pada individu, tetapi turut memperkuat kesejahteraan keluarga dan komunitas di sekitarnya, menegaskan bahwa pemberdayaan yang dilakukan secara menyeluruh dapat menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah potensi besar sektor hortikultura nasional, Java Fresh tampil sebagai penggerak ekspor buah Indonesia dengan menjangkau 25 negara sekaligus memberdayakan petani mikro melalui sistem terintegrasi dari hulu ke hilir.

Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan lebih dari 17 ribu pulau dan tanah vulkanik subur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi buah nasional mencapai 28,24 juta ton pada 2023, menempatkan Indonesia sebagai produsen buah terbesar keenam di dunia per Maret 2024. Namun, optimalisasi kebun dan konsistensi kualitas masih menjadi tantangan utama di pasar ekspor.

Berangkat dari kondisi tersebut, Java Fresh didirikan pada 2014 dengan misi menghubungkan petani kecil ke pasar global sekaligus memperkuat ekonomi komunitas lokal.

Co-Founder & CEO Java Fresh, Margareta Astaman, mengatakan hingga 2025 pihaknya berhasil mengekspor lebih dari 300.000 ton buah segar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga riset, universitas, dan sektor swasta seperti DBS Foundation bersama Bank DBS Indonesia.

Baca Juga :   Raih Dana Hibah hingga SGD 250.000, DBS Foundation Cari Bisnis Inovatif dan Berdampak

Empat Tantangan Utama Industri Buah

Dalam perjalanannya, Java Fresh mengidentifikasi empat persoalan utama yang menghambat daya saing buah Indonesia di pasar global.

Pertama, mayoritas petani merupakan petani mikro dengan luas lahan di bawah 0,5 hektare, sehingga produktivitas dan konsistensi pasokan sulit dijaga.

Kedua, standar kualitas dan sertifikasi global seperti keamanan pangan dan traceability belum sepenuhnya dipahami atau diakses petani.

Ketiga, keterbatasan teknologi pra dan pascapanen membuat umur simpan buah hanya 14–18 hari, sehingga distribusi masih bergantung pada jalur udara yang mahal.

Keempat, akses pembiayaan yang terbatas menghambat investasi pada peningkatan kualitas kebun dan adopsi teknologi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Java Fresh menerapkan standar grading, sistem ketertelusuran, serta pengembangan teknologi untuk memperpanjang umur simpan buah agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Membuka Akses Petani ke Pasar Global

Java Fresh juga berfokus pada pemberdayaan petani mikro yang selama ini bergantung pada rantai distribusi panjang atau praktik ijon.

Baca Juga :   Okto Platform Resmi Diluncurkan di Testnet

Melalui pendekatan berbasis komunitas, petani dilatih mulai dari perawatan tanaman, teknik panen, hingga proses sortir dan grading sesuai standar ekspor. Skema ini memungkinkan petani memperoleh harga lebih baik dan pendapatan lebih stabil tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Dampak sosialnya mulai terlihat. Salah satunya dialami Bu Edah, petani binaan yang kini mampu meningkatkan taraf hidup dan menyekolahkan anak hingga jenjang S2.

Selain itu, program ini turut mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan teknis, edukasi keuangan, hingga program kesehatan, sehingga menciptakan dampak berkelanjutan bagi keluarga dan komunitas.

Dukungan DBS Foundation dan Ekspansi Global

Pada 2025, Java Fresh terpilih sebagai penerima hibah DBS Foundation Grant Program 2024. Dukungan ini memperkuat kapasitas produksi, riset, serta ekspansi pasar.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen membangun ekosistem bisnis berkelanjutan melalui pilar Impact Beyond Banking.

Baca Juga :   Liz Hershfield, Pemimpin Inovatif dan Ramah Lingkungan, Ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif Cotton Council International

Hasilnya, Java Fresh berhasil meningkatkan umur simpan manggis hingga 35 hari pada skala industri dan 45 hari di laboratorium. Perusahaan juga mulai menguji pengiriman manggis ke Tiongkok menggunakan kontainer laut, yang dinilai lebih efisien dibanding jalur udara.

Saat ini, Java Fresh telah memberdayakan ratusan petani dan pekerja, termasuk 210 perempuan di enam fasilitas packing house, serta memperluas jangkauan ke tiga wilayah baru.

Perkuat Rantai Pasok dan Keberlanjutan

Dengan dukungan riset dan pengembangan (R&D), Java Fresh mampu menekan limbah pascapanen, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah tantangan perubahan iklim.

Perusahaan juga mengantongi sertifikasi GLOBALG.A.P. dan GRASP sebagai standar internasional dalam keamanan pangan dan praktik sosial.

Ke depan, Java Fresh menargetkan perluasan pasar global sekaligus memperkuat fondasi bisnis berkelanjutan.

“Dampak sosial hanya bisa bertahan jika model bisnisnya kuat. Kolaborasi menjadi kunci agar inovasi berkembang dan dampak yang dihasilkan semakin luas,” ujar Margareta.