BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Ericsson menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress 2026 untuk memperkuat kolaborasi pengembangan platform monetisasi digital bagi pelanggan di Indonesia.
Kerja sama ini memanfaatkan Digital Monetization Platform (DMP) milik Ericsson, sebuah platform monetisasi digital full-stack yang dirancang untuk melayani sekitar 100 juta pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.
Melalui platform tersebut, Indosat dapat menghadirkan layanan digital dan 5G secara lebih cepat, fleksibel, dan personal.
Percepat Peluncuran Layanan Digital
Digital Monetization Platform merupakan bagian dari portofolio Business Support System (BSS) Ericsson yang memungkinkan operator telekomunikasi mengelola layanan digital dengan lebih efisien.
Dengan implementasi platform ini, Indosat dapat:
- mempercepat peluncuran layanan digital baru
- menyederhanakan pilihan produk bagi pelanggan
- meningkatkan fleksibilitas paket layanan
- memperkuat pengembangan layanan business-to-business (B2B)
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kemitraan dengan Ericsson menjadi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaan.
Menurutnya, platform monetisasi yang terintegrasi ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan digital yang lebih cepat dan relevan bagi pelanggan.
Dukung Migrasi Pelanggan Skala Besar
Kolaborasi ini juga mendukung proses integrasi jutaan pelanggan dari operator Hutch ke dalam sistem monetisasi digital Indosat.
Proses tersebut disebut sebagai salah satu migrasi sistem telekomunikasi terbesar di dunia, karena melibatkan perpindahan data pelanggan dalam skala sangat besar ke dalam sistem Digital Monetization Platform secara mulus.
Indosat Luncurkan Antarmuka AI “Flash”
Dalam kesempatan yang sama, Indosat juga memperkenalkan Flash, antarmuka berbasis Artificial Intelligence (AI) dan cloud yang dikembangkan dengan dukungan teknologi Ericsson Catalog Manager.
Platform ini memungkinkan tim bisnis Indosat merancang dan meluncurkan produk baru secara lebih mandiri tanpa ketergantungan tinggi pada tim IT.
Dengan dukungan AI, sistem Flash dapat membantu:
- memvalidasi konfigurasi produk
- mengurangi potensi kesalahan dalam pengembangan layanan
- mempercepat proses inovasi produk digital
Melalui pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh paket internet yang lebih relevan dan personal sesuai kebutuhan digital mereka.
Perkuat Fondasi Monetisasi Digital
Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Ericsson untuk mendukung transformasi digital operator telekomunikasi.
Menurutnya, fleksibilitas Digital Monetization Platform memungkinkan Indosat beradaptasi dengan model bisnis baru tanpa harus membangun ulang sistem teknologi yang sudah ada.
Ericsson dan Indosat juga akan mempresentasikan perjalanan transformasi digital tersebut, termasuk demonstrasi langsung platform Flash, dalam sesi khusus pada Mobile World Congress 2026.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat hubungan strategis jangka panjang antara kedua perusahaan dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih fleksibel, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia.











