BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Periode Ramadan hingga Lebaran menjadi momen penting bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Pada masa ini, permintaan produk lokal biasanya meningkat signifikan.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan, memperluas pasar, sekaligus memperkuat posisi produk berbasis kearifan lokal.
Bagi sebagian UMK, momentum Lebaran juga menjadi tonggak perjalanan usaha yang sebelumnya dirintis dari skala kecil hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kisah UMK Sirup Jeruk Kunci dari Bangka Belitung
Salah satu kisah datang dari Hera (53), pemilik merek Mirrando asal Bangka Belitung. Ia memproduksi sirup dan jelly candy berbahan jeruk kunci, buah khas daerah yang banyak tumbuh di sekitar tempat tinggalnya.
Usahanya bermula dari dapur rumah dengan eksperimen sederhana. Dari proses tersebut lahirlah produk dengan cita rasa asam segar yang kini menjadi ciri khas Mirrando.
Namun perjalanan bisnis Hera tidak selalu mudah. Ia sempat menghadapi keterbatasan modal, akses pasar, dan pemasaran. Perubahan mulai terjadi setelah Hera bergabung sebagai mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk.
Melalui program pembinaan, Hera memperoleh berbagai dukungan, mulai dari akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti pameran produk.
Kini usaha Mirrando berkembang pesat dan mampu mempekerjakan lebih dari belasan pekerja untuk produksi, pengemasan, hingga distribusi.
“Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan meningkat menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujar Hera, Senin (9/3/2026).
FnR Craft, Tas Etnik Songket Tembus Pasar Internasional
Cerita serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft yang merupakan mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk.
Rosi mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan nilai seni tinggi.
Pada awal merintis usaha, Rosi menghadapi sejumlah kendala, mulai dari desain produk yang belum matang hingga jaringan pemasaran yang terbatas.
Melalui pendampingan PT Bukit Asam, FnR Craft mendapatkan kurasi desain, peningkatan standar kualitas produk, serta promosi melalui berbagai pameran.
Seiring waktu, produk tas etnik FnR Craft semakin dikenal luas hingga berhasil menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
“Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” kata Rosi.
Peran MIND ID dalam Penguatan UMK
Bagi Grup MIND ID, kisah Hera dan Rosi mencerminkan potensi besar ekosistem ekonomi masyarakat di wilayah tambang.
Melalui pengolahan bahan baku lokal oleh UMK binaan, produk daerah dapat memiliki nilai tambah lebih tinggi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal.
Pendekatan ini juga selaras dengan mandat hilirisasi yang dijalankan MIND ID di sektor pertambangan, yaitu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral menjadi produk bahan baku industri bernilai tinggi.
Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa pembinaan UMK merupakan bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.
“Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, produk daerah dapat menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global,” ujar Dany.
Program Pembinaan UMK
Grup MIND ID memberikan berbagai dukungan kepada mitra binaan, antara lain:
- akses permodalan usaha
- mentoring bisnis
- kurasi kemasan dan desain
- peningkatan standar kualitas produk
- strategi pemasaran digital
Selain itu, perusahaan juga membuka akses pasar melalui pameran, kanal pemasaran business-to-business (B2B), serta gerai kurasi produk.
UMK Ikut Bazar Kementerian ESDM
Momentum Ramadan juga dimanfaatkan melalui partisipasi 31 UMK binaan Grup MIND ID dalam Bazar UMKM Kementerian ESDM yang berlangsung pada 9–11 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk lokal ditampilkan, mulai dari makanan khas daerah, produk kriya dan wastra, produk herbal, hingga cendera mata.
Bagi Hera dan Rosi, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan pasar sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada lebih banyak konsumen.
“Kami belajar mengelola pesanan Lebaran dengan lebih rapi. Bangga rasanya ketika produk daerah kami menjadi buah tangan. Tas etnik ini bukan hanya cantik, tetapi juga membawa cerita tentang Sumatra Selatan,” ujar Rosi.
UMK Daerah Tambang Terus Tumbuh
MIND ID menilai geliat UMK di wilayah tambang pada momentum Lebaran menunjukkan bahwa ketika kapasitas pelaku usaha diperkuat dan akses pasar terbuka, nilai tambah tidak hanya hadir di sektor industri.
Manfaat ekonomi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari dapur keluarga hingga menjadi produk oleh-oleh yang membawa kearifan lokal Indonesia ke pasar global.











