BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – DBS Foundation menyalurkan dana hibah sebesar SGD 850.000 atau sekitar Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise dan bisnis berdampak sosial (businesses for impact/BFI) di Indonesia.
Dukungan ini menjadi bagian dari DBS Foundation Grant Program 2025 yang secara regional mengalokasikan SGD 4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar kepada 22 organisasi di Asia.
Lima penerima hibah di Indonesia adalah Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Melalui dukungan tersebut, program ini diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, model bisnis yang menggabungkan keberlanjutan dan dampak sosial semakin penting di tengah kompleksitas tantangan ekonomi dan sosial saat ini.
Menurut dia, melalui DBS Foundation Grant Program, organisasi penerima tidak hanya mendapatkan dukungan pendanaan, tetapi juga pendampingan serta akses jejaring untuk memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas dampak sosial.
“Sebagai bank yang berorientasi pada tujuan (purpose-driven bank), kami berkomitmen untuk bertumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif. Kami berharap para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dorong pertumbuhan kewirausahaan sosial
Penyaluran hibah tersebut juga mencerminkan pertumbuhan ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada 2023 mencatat terdapat sekitar 20.000 wirausaha sosial, meningkat dari 15.000 pada tahun sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang menjadikan dampak sosial sebagai bagian dari model bisnisnya. Dukungan pendanaan dan penguatan kapasitas dinilai penting agar usaha-usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sejak diluncurkan pada 2014, DBS Foundation Grant Program telah mendukung ratusan social enterprise dan BFI di Asia yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga ketenagakerjaan inklusif.
Pada tahun ini, lima penerima hibah di Indonesia dipilih karena menawarkan solusi inovatif dengan cakupan dampak yang luas, mulai dari Sumatra, Pulau Jawa, hingga kawasan Indonesia Timur. Program juga memperluas fokus dukungan ke sektor kesehatan melalui kehadiran startup healthtech DoctorTool, yang berupaya meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan primer, khususnya bagi masyarakat yang masih kurang terlayani.
Lima penerima hibah DBS Foundation Grant Program 2025
Berikut lima organisasi penerima hibah di Indonesia:
Parongpong RAW Lab
Mengembangkan bahan bangunan ramah lingkungan bernama Prototile dengan memanfaatkan limbah jaring ikan (ghost net). Inisiatif ini membantu meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus mengurangi limbah laut.
Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN)
Platform dampak sosial yang mendorong terciptanya lingkungan kerja inklusif bagi sekitar 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang setara.
Nazava Water Filters
Menyediakan teknologi penyaring air minum yang memungkinkan masyarakat memurnikan air sumur, air keran, air sungai, atau air hujan tanpa perlu direbus. Produk ini berfokus pada penyediaan air minum aman dan terjangkau bagi keluarga berpenghasilan rendah.
DoctorTool
Startup healthtech yang mengembangkan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan primer, sekaligus memperluas akses layanan bagi masyarakat underserved dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sosial Business Indonesia (SOBI)
Berfokus pada pengembangan rantai pasok inklusif serta pertanian berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan petani kecil.
Perluas kolaborasi dan dampak sosial
DBS Foundation juga memperkuat dukungannya terhadap ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia melalui berbagai bentuk kemitraan. Hingga kini, DBS Foundation telah mengalokasikan sekitar SGD 4 juta dalam bentuk hibah kepada 28 social enterprise dan BFI, serta menyediakan tambahan SGD 2 juta melalui skema blended finance untuk mendukung pengembangan bisnis berdampak sosial.
Selain itu, berbagai kolaborasi strategis juga dijalankan bersama sejumlah mitra, antara lain:
- Program literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau lebih dari 220.000 perempuan dan anak muda bersama The Asia Foundation, Mercy Corps, dan Plan Indonesia.
- Program pelatihan teknologi informasi gratis bersama Dicoding Indonesia yang menargetkan pengembangan 70.000 talenta digital muda.
- Program peningkatan akses pangan bergizi sekaligus pemberdayaan 28.000 petani kecil di Flores bersama Yayasan Humanis.
- Program peningkatan kesejahteraan anak, termasuk aspek gizi dan pendidikan, bersama UNICEF.
Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang DBS Bank Ltd yang menargetkan alokasi hingga SGD 1 miliar serta 1,5 juta jam kegiatan sukarela karyawan dalam satu dekade ke depan untuk mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan di kawasan.











