BISNIASIA.CO.ID, JAKARTA, 30 April 2026 — Schneider Electric bersama Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia mendorong percepatan transformasi rumah sakit menuju konsep smart hospital yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap secara digital.
Upaya ini dibahas dalam Healthcare Leadership Forum 2026 yang digelar di Jakarta pada 21 April 2026. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi pemangku kepentingan sektor kesehatan untuk merespons tantangan operasional, teknologi, dan keberlanjutan rumah sakit di Indonesia.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa transformasi rumah sakit membutuhkan pendekatan menyeluruh.
“Transformasi tidak hanya soal digitalisasi, tetapi juga efisiensi energi, keandalan operasional, dan keberlanjutan jangka panjang melalui integrasi elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi,” ujarnya.
Tantangan Besar: Energi, Sistem, dan SDM
Dalam forum tersebut, para panelis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, PTPI, hingga BPJS menyoroti sejumlah tantangan utama, mulai dari tingginya biaya operasional, fragmentasi sistem informasi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas layanan pasien.
Presiden PTPI, Eko Supriyanto, menyatakan bahwa transformasi smart hospital membutuhkan sinergi lintas aspek.
“Diperlukan integrasi regulasi, sistem, pembiayaan, dan sumber daya manusia agar rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan layanan,” jelasnya.
Teknologi Jadi Kunci Efisiensi
Diskusi juga menyoroti praktik implementasi di lapangan. RS Kanker Dharmais, misalnya, telah mengadopsi sistem informasi terintegrasi dan building automation system untuk meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, RS Telogorejo menunjukkan bahwa integrasi teknologi mampu meningkatkan efisiensi energi hingga lebih dari 15% serta memperkuat visibilitas operasional secara real-time.
Sebagai solusi, Schneider Electric menghadirkan platform EcoStruxure for Healthcare yang mengintegrasikan pengelolaan energi, infrastruktur listrik, keamanan sistem, hingga analitik data. Secara global, solusi ini diklaim mampu menurunkan konsumsi energi hingga 20% sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan operasional 24/7 dan konsumsi energi tinggi—hingga 2,5 kali bangunan komersial—rumah sakit menjadi sektor krusial dalam agenda efisiensi energi dan keberlanjutan.
Melalui kolaborasi ini, transformasi smart hospital diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan pasien, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional di tengah tuntutan digitalisasi dan efisiensi jangka panjang.











