BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Primaya Hospital Group resmi membuka Primaya Rajawali Hospital sebagai hasil transformasi dari RS Rajawali menjadi rumah sakit berbasis Center of Excellence (CoE) di Bandung.
Langkah ini menandai penguatan ekspansi perusahaan di Jawa Barat sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berkualitas, khususnya untuk penyakit tidak menular seperti kanker dan jantung.
Melalui pendekatan CoE, Primaya Rajawali Hospital menghadirkan layanan multidisiplin dengan standar klinis terukur. Sejumlah layanan unggulan yang tersedia meliputi Oncology Center, Mother & Child Center, serta Trauma Center. Ke depan, pengembangan juga akan mencakup Heart & Vascular Center, Brain & Neuro Center, hingga Urology & Nephrology Center.
Kebutuhan layanan tersebut dinilai semakin mendesak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi penyakit jantung di Jawa Barat menempati peringkat keempat tertinggi secara nasional pada 2025. Sementara itu, data surveilans kesehatan daerah mencatat jumlah kasus kanker di provinsi tersebut mencapai lebih dari 156 ribu kasus.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kehadiran fasilitas kesehatan modern dapat meningkatkan kualitas layanan di kota tersebut.
“Indeks kepuasan pasien di Bandung telah mencapai 85%. Kehadiran rumah sakit dengan layanan terintegrasi berbasis teknologi diharapkan dapat memperluas akses layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” ujarnya.
Mengusung tema Commitment to Excellence, Compassion in Care, rumah sakit ini menekankan keseimbangan antara kualitas klinis dan pendekatan empati dalam pelayanan, dengan fokus pada patient-centered care.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi peningkatan menyeluruh pada sistem layanan dan teknologi.
“Pasien kini dapat memperoleh penanganan yang lebih terintegrasi dan sesuai kebutuhan melalui layanan unggulan yang kami kembangkan,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik dengan kapasitas 102 tempat tidur, termasuk layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU. Rumah sakit ini juga didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis serta teknologi medis modern, seperti endoskopi, untuk mendukung diagnosis dan tindakan yang lebih presisi.
Direktur rumah sakit, Budiyanto, menambahkan bahwa transformasi juga mencakup digitalisasi layanan melalui penerapan Electronic Medical Record (EMR), standardisasi clinical pathway berbasis bukti, hingga integrasi layanan melalui aplikasi Primaya.
“Pasien juga dapat memperoleh second opinion melalui sistem rujukan internal antar jaringan tanpa perlu berpindah fasilitas,” jelasnya.
Dalam rangka pembukaan, Primaya Rajawali Hospital menawarkan promo berupa diskon 50% untuk konsultasi dokter spesialis serta paket skrining kesehatan mulai Rp299.000 hingga 30 Juni 2026. Paket tersebut mencakup skrining kanker dan jantung dengan berbagai pemeriksaan penunjang.
Ke depan, perusahaan juga memperluas akses layanan melalui kerja sama dengan berbagai mitra penjaminan, termasuk asuransi dan program jaminan sosial.
Dengan strategi ekspansi dan transformasi layanan berbasis teknologi, Primaya Hospital Group menargetkan peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperluas akses bagi masyarakat di Jawa Barat.











