BISNISASIA.CO.ID, CHINA – Investor Korea Selatan kembali memborong saham China pada awal 2026, dengan fokus pada perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor yang tercatat di Hong Kong.
Nilai pembelian mencapai US$92,5 juta hingga 13 Februari, menurut data SEIBro yang dikelola Korea Securities Depository.
Arus dana ini terutama mengalir ke perusahaan teknologi yang baru melantai di bursa serta exchange-traded fund (ETF) yang melacak indeks utama daratan China.
Start-up AI dan ETF Jadi Favorit
Pengembang AI MiniMax, yang debut di Hong Kong pada 9 Januari 2026, menjadi saham dengan pembelian bersih terbesar oleh investor Korea, hampir US$21 juta.
Produk ETF CSI 300 Index melalui ChinaAMC CSI 300 ETF menarik US$18,9 juta. Sementara Montage Technology yang baru tercatat pekan lalu mencatat pembelian US$18,8 juta.
Nama lain yang juga aktif diperdagangkan antara lain iShares Hang Seng Tech ETF, Global X China Semiconductor ETF, serta sejumlah saham teknologi dan kesehatan dengan nilai pembelian bersih antara US$2,2 juta hingga US$8,7 juta.
Perubahan Strategi Investasi
Perubahan ini menandai pergeseran preferensi dibanding pertengahan 2025. Saat itu, investor Korea lebih banyak memborong saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Xiaomi, Alibaba Group Holding, dan Semiconductor Manufacturing International Corporation.
Kini, arus dana lebih condong ke perusahaan tahap awal dan sektor AI, termasuk instrumen indeks yang memberi eksposur lebih luas terhadap sektor-sektor yang didukung kebijakan pemerintah China.
Diversifikasi dari Pasar AS
Analis menyebut minat baru ini dipicu oleh membaiknya ekspektasi laba serta tema struktural AI di China. Selain itu, penguatan yuan terhadap dolar AS turut meningkatkan daya tarik aset China.
Bank investasi Goldman Sachs mempertahankan rekomendasi overweight pada saham China dan memperkirakan adopsi AI dapat meningkatkan pertumbuhan laba korporasi sekitar 2,5 persen per tahun dalam satu dekade ke depan.
Mereka juga memperkirakan potensi arus masuk dana global lebih dari US$200 miliar dalam setahun mendatang.
Secara year-to-date hingga 13 Februari, indeks Nasdaq Composite mencatat kinerja datar, sementara CSI 300 Index naik sekitar 0,7 persen dan STAR 50 Index melonjak sekitar 9,4 persen.
Perubahan dinamika ini mendorong investor Korea untuk mengurangi konsentrasi pada saham teknologi besar AS—yang sebelumnya dikenal sebagai “Magnificent Seven”—dan memperluas eksposur ke China melalui indeks seperti Hang Seng Tech.
Jika tren kinerja relatif antara pasar China dan AS berlanjut sepanjang 2026, arus diversifikasi dana ke Hong Kong dan daratan China diperkirakan masih akan berlanjut.











