BISNISASIA.CO.ID, MAGELANG — Sebanyak 62 pemuda-pemudi Indonesia meraih penghargaan emas Duke of Edinburgh’s International Award dalam seremoni yang digelar di Pesantren Pabelan, Magelang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey.
Penganugerahan ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun Duke of Edinburgh’s International Award secara global, yang selama tujuh dekade berfokus pada pengembangan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup generasi muda.
Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris, khususnya pada pilar kerja sama People and Society yang menitikberatkan pada pemberdayaan generasi muda.
Melalui program ini, kedua negara memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan serta memperluas akses bagi pemuda untuk mengembangkan potensi diri di tingkat global.
Dominic Jermey menyatakan para penerima penghargaan merupakan contoh nyata generasi muda yang memiliki komitmen, empati, dan jiwa kepemimpinan.
Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan nilai utama program dalam membangun masa depan yang inklusif melalui kolaborasi internasional.
Program Pendidikan Nonformal Global
Duke of Edinburgh’s International Award merupakan program pendidikan nonformal yang ditujukan bagi pemuda usia 14 hingga 24 tahun. Program ini mendorong peserta untuk mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas, termasuk pengabdian masyarakat, keterampilan, aktivitas fisik, dan petualangan.
Presiden Komisaris Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia, Nadjib Riphat Kesoema, menilai para penerima penghargaan telah melalui proses pembentukan karakter dan ketangguhan yang signifikan.
Ia menambahkan bahwa program ini berperan dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global dengan kepercayaan diri dan tujuan yang jelas.
Libatkan Berbagai Sekolah dan Komunitas
Sebanyak 62 penerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah negeri, swasta, hingga lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Institusi yang terlibat antara lain Pesantren Pabelan Magelang, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Purna Paskibraka Indonesia Bandung, Canggu Community School Bali, BPK Penabur Jakarta, serta Yayasan Urunan Kebaikan Surabaya.
Partisipasi lintas institusi ini menunjukkan luasnya jangkauan program dalam mendukung pengembangan kepemimpinan dan keterlibatan sosial pemuda di Indonesia.
Dorong Generasi Muda Siap Global
Penghargaan ini menjadi momentum penting dalam mendorong generasi muda Indonesia agar lebih siap bersaing di tingkat global.
Melalui pendekatan berbasis pengalaman dan pembelajaran nonformal, program ini diharapkan terus memperluas dampak dalam membentuk pemimpin masa depan yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada kontribusi sosial.









