Fintopia Indonesia Majukan Ekosistem Digital, Perluas Inklusi Keuangan Bagi 16 Juta Pengguna

Dr. Jonathan Chang CEO Fintopia Indonesia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pada perayaan ulang tahunnya yang kelima, perusahaan teknologi finansial (fintech) terdepan Fintopia Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah melayani lebih dari 16 juta pengguna di tanah air. Acara yang berlangsung di hotel JW Marriott Jakarta itu dihadiri sekitar 500 tamu undangan, semuanya memberikan sambutan positif dan kontribusi Fintopia untuk inklusi keuangan di Indonesia.

Fintopia Indonesia menawarkan produk dan layanan keuangan melalui Easycash, platform kredit digital terdepan di Indonesia. Fintopia juga terus memajukan ekosistem digital Indonesia dengan menghadirkan teknologi finansial terkini serta menggandeng mitra-mitra strategis.

Dr. Jonathan Chang, CEO Fintopia Indonesia, mengatakan bahwa sejak berdiri di Indonesia pada 2017, perusahaan yang mengutamakan teknologi berbasis machine learning dan artificial intelligence (AI) ini mengusung tujuan menjadi mitra digital terdepan bagi ekosistem digital Indonesia, yang mencakup pengguna dan rekan bisnis.

“Selama lima tahun, Fintopia Indonesia menyaksikan pertumbuhan signifikan ekosistem digital Indonesia, termasuk industri teknologi finansial. Fintopia bangga telah berkontribusi ke pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan produk dan layanan teknologi finansial yang tidak saja berdampak pada ekosistem, namun juga perluasan inklusi finansial di tengah masyarakat Indonesia. Sejak kehadirannya, Fintopia telah menggelontorkan total pinjaman sebesar Rp 19,7 triliun bagi 2,7 juta peminjam Easycash,” ujar Dr. Jonathan di tengah perayaan lima tahun hadirnya Fintopia di Indonesia.

Prestasi Fintopia tersebut turut menggenjot angka inklusi finansial tanah air. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa inklusi keuangan menyentuh 85,10% di 2022, naik dari angka 76,19% di 2019.

Fintopia juga berkomitmen memperkuat ekosistem digital Indonesia dengan membina talenta-talenta muda agar meningkatkan penguasaan mereka terhadap teknologi.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan bahwa setiap tahun, Indonesia membutuhkan 600 ribu talenta digital yang akan menjadi motor penggerak ekosistem digital Indonesia.

Fintech Makin Digemari Generasi Muda, Kredivo dan KrediFazz Edukasi Mahasiswa di Bogor Jadi Pengguna Bijak

“Kami mempekerjakan ratusan talenta muda Indonesia, dengan 58% pegawai kami adalah perempuan yang menempati berbagai posisi strategis. Partisipasi perempuan yang tinggi penting bagi diversitas bukan saja di Fintopia, namun industri digital Indonesia secara umum,” kata Dr. Jonathan.

Saat ini, Fintopia Indonesia mempekerjakan lebih dari 460 karyawan yang 99% diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Menariknya, tim Fintopia didominasi oleh talenta muda dengan rata-rata umur 27 tahun.

Perusahaan turut menggandeng berbagai institusi, termasuk OJK, AFPI, BINUS Business School, dan Universitas Padjajaran untuk memberi pelatihan inklusi digital bagi masyarakat umum dan mahasiswa.

Di tahun kelimanya, Fintopia juga memperkuat jajaran pemimpin dengan merekrut Jonathan Chang sebagai CEO baru, serta Duta Besar H.E. Nadjib Riphat Kesoema dan Jimmy Gani sebagai tim penasihat senior. Dr. Jonathan memiliki pengalaman bekerja di perusahaan teknologi global, seperti Google dan Shopify. Duta Besar Nadjib merupakan diplomat yang telah meraih penghargaan bergengsi dari Belgia serta pernah menjadi duta besar untuk Australia. Jimmy Gani sebelumnya pernah menjabat sebagai CEO di Sarinah dan IPMI International Business School.

CEO Fintopia Indonesia menegaskan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan ekosistem digital Indonesia dengan berkolaborasi bersama lebih banyak mitra bisnis, khususnya penyedia pinjaman.

“Meningkatkan pengalaman pengguna, atau user experience, adalah inti strategi Fintopia dalam memenangkan pasar Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh Fintopia untuk mencapai hal tersebut adalah dengan merangkul lebih banyak penyedia pinjaman ritel institusional, seperti bank. Saat ini, kami sudah giat bekerja sama dengan penyedia pinjaman individu,” sebut Dr. Jonathan.

Penerapan teknologi inovatif turut menjadi bagian fundamental dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan. Oleh karena itu, Fintopia berencana untuk menyempurnakan teknologi machine learning dan AI di platform agar pinjaman dapat diproses dengan lebih cepat serta efisien.

“Fintopia memiliki misi untuk memperkuat kehadiran Indonesia di ekosistem teknologi global. Dengan menghadirkan teknologi terkini, Fintopia memfasilitasi transfer teknologi antara ekosistem digital global dan lokal,” katanya.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini