FAST Umumkan Hadiah $5 Juta untuk Majukan Uji Coba Klinisdalam Gangguan Perkembangan Syaraf yang Langka

Foundation for Angelman Syndrome Therapeutics (FAST)

BISNISASIA.CO.ID, MIAMI – Foundation for Angelman Syndrome Therapeutics (FAST) mengumumkan hadiah sebesar $5 juta untuk membentuk upaya uji coba klinis dan riset translasi baru bagi gangguan perkembangan saraf yang langka, pusat uji coba unggulan pertama yang akan dipimpin oleh Dr. Elizabeth Berry-Kravis. Dengan nama Rush F.A.S.T. Center untuk Translational Research, ia akan menjadi kantor pusat global untuk melatih perorangan cara menjalankan uji coba klinis neurogenetik serta memberikan terapi intervensi inovatif yang memerlukan metode penyampaian baru dan perawatan khusus.

Banyak dokter yang bekerja pada gangguan neurogenetik menjalankan klinik perawatan umum dan khusus yang sangat baik bagi subset gangguan tertentu, tetapi tidak terlatih dalam seluk-beluk menyiapkan, menjalankan, serta melakukan pelaporan uji klinis—yang berarti tidak adanya pelatihan khusus untuk menjalankan uji coba dengan cepat secara signifikan membatasi kemampuan pendaftaran uji coba.

“Ini merupakan awal mula era baru. Saat ini terdapat lebih dari 25 program terapi yang sedang dikembangkan untuk sindrom Angelman, yang mayoritas mendapatkan pendanaan yang besar dari FAST,” ujar Dr. Allyson Berent, kepala peneliti di FAST. “Kami memasuki sebuah momentum, dengan kami telah siap untuk banyak program ini guna menjangkau pasien manusia bagi tahap awal uji coba klinis pada manusia pertama, tetapi sebagian besar pusat rumah sakit tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar ini.”

Untuk menjawab kebutuhan ini, pusat uji coba baru tersebut—di bawah kepemimpinan Dr. Berry-Kravis, yang telah memimpin uji coba klinis selama lebih dari 20 tahun—akan menjadi program pelatihan terorganisasi pertama bagi perorangan yang berfokus pada pelaksanaan uji coba klinis dan pemberian obat baru untuk gangguan neurogenetik yang langka. Dengan membentuk program beasiswa resmi bagi para kandidat nasional dan internasional, para dokter akan dilatih dalam: memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan uji coba klinis prospektif; kendala regulasi yang diperlukan untuk melalui proses kontrak dan persetujuan etika; tantangan dalam menyiapkan infrastruktur untuk pengujian pasien, serta mengumpulkan tim klinis khusus yang diperlukan bagi percobaan ini (mis., anestesi, koordinator uji coba, ahli saraf terlatih, neurologis/ahli epilepsi, ahli bedah saraf, dan dokter spesialis lain yang relevan dengan uji coba tertentu), serta masih banyak lagi. Selain itu, program ini akan mendukung infrastruktur dan pembangunan yang dibutuhkan untuk menciptakan fasilitas mutakhir di Rush, dengan ruang uji coba klinis yang dibangun berdasarkan kebutuhan populasi pasien yang unik ini.

Pusat uji coba FAST ini akan menempatkan semua bagian ini di bawah satu atap sebagai model tentang cara paling efisien dan efektif melaksanakan uji coba klinis—memungkinkan Dr. Berry-Kravis secara resmi berbagi keahliannya dengan orang lain serta membantu meningkatkan kemampuan di puluhan pusat uji coba lainnya secara global. Ketika penerima beasiswa FAST menyelesaikan pelatihannya, mereka akan dapat membawa keahlian ini ke institusi-institusi lain di seluruh dunia. Guna mendukung hal ini, FAST berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial terhadap peningkatan pusat uji coba klinis saat ini dan pendirian lokasi barunya, untuk memperluas keahlian ini guna memastikan kemampuan berbagai pusat uji coba dapat memenuhi permintaan yang sangat besar.

Penerima beasiswa FAST akan menerima pelatihan langsung dan diintegrasikan ke Pusat Uji Coba selama setahun penuh, berfokus sepenuhnya menjalankan uji coba klinis untuk NDD atau gangguan perkembangan saraf. Selain penerima beasiswa, Rush F.A.S.T. Center juga akan melatih pihak eksternal dalam jangka waktu yang lebih pendek untuk belajar tentang pemberian obat, meningkatkan keterampilannya sendiri, serta dilatih seputar efisiensi untuk dibawa ke institusi mereka sendiri untuk lebih memberikan terapi intervensi yang lebih baik kepada lebih banyak pasien dengan cara yang paling aman dan paling efisien.

“Kami berada di puncak dari begitu banyak terobosan penting, jadi merupakan suatu kehormatan untuk ditunjuk sebagai direktur Rush F.A.S.T. Center pada saat genting seperti itu,” Dr. Elizabeth Berry-Kravis. “Ini akan membantu begitu banyak orang dan saya berharap dapat bekerja dengan orang-orang paling cerdas di bidang ini untuk menghasilkan terobosan medis di kemudian hari.”(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini