Minyak Melaju Positif Pasca Eropa Sepakati Batas Harga Serta Rencana China Longgarkan Protokol

Ilustrasi/pixabay

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi mendekati berlangsungnya pertemuan OPEC+ pada 5 Desember nanti. Meski demikian, beberapa sentimen di pasar seperti UE yang menyepakati batas harga minyak Rusia, isyarat pelonggaran di China dalam beberapa hari kedepan, dan rencana AS untuk menghentikan program perilisan minyak yang tengah berjalan saat ini, memberikan dukungan pada harga minyak.

Setelah kebuntuan dalam pembicaraan beberapa hari terakhir, Uni Eropa (UE) akhirnya menyetujui sementara untuk menetapkan batas harga minyak Rusia di level $60 per barel, ungkap seorang diplomat UE pada hari Kamis. Keputusan tersebut menyusul desakan dari AS yang memperingatkan untuk tidak menetapkan batas harga di bawah level $60 per barel. Keputusan tersebut menguatkan rencana implementasi embargo ekspor minyak Rusia via laut yang akan berlaku mulai 5 Desember, dan sekaligus berpotensi membuat pasokan di pasar berkurang akibat komitmen Rusia untuk tidak memasok minyak ke negara-negara yang akan menerapkan batas harga tersebut.

Turut mendukung pergerakan minyak lebih lanjut, pemerintah China berencana mengumumkan pelonggaran protokol karantina Covid-19 dalam beberapa hari mendatang pasca tren kasus Covid-19 yang terus menunjukkan penurunan, ungkap seorang pejabat pada hari Kamis (1/12). Kasus infeksi harian baru di China mencapai 34.980 kasus pada 1 Desember, turun dari 36.061 kasus pada sehari sebelumnya. Rencana pelonggaran protokol itu sekaligus meningkatkan harapan pemulihan ekonomi, dan peningkatan permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sentimen positif lainnya datang dari berita bahwa pemerintahan Biden berusaha untuk menghentikan penjualan 147 juta barel minyak mentah dari Cadangan Darurat yang telah berjalan saat ini, agar dapat mengisi kembali cadangan darurat, ungkap seorang pejabat Departemen Energi AS pada hari Kamis. Berita tersebut mengindikasikan potensi pasokan di pasar yang akan kembali stabil, setelah sebelumnya dibanjiri oleh pasokan minyak yang dirilis secara besar-besaran dari Cadangan Darurat.

Sementara itu, fokus pasar juga tertuju pada pertemuan OPEC dan sekutunya pada 4 Desember nanti, yang tentunya akan mempengaruhi arah pasar minyak selanjutnya. Seorang sumber dari OPEC+ pada hari Kamis mengatakan bahwa aliansi 23 negara produsen itu sedang menilai dampak dari kenaikan harga minyak Rusia di pasar dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang prospek permintaan minyak di China, importir minyak mentah utama dunia, di mana pelonggaran Covid-19 yang ketat pembatasan diharapkan setelah demonstrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

Harga emas bergerak menguat di zona $1803,77 per troy ons. Pada pagi hari ini (2/12) harga emas bergerak menguat didukung oleh pelemahan indeks dolar oleh prospek kenaikan suku bunga dengan tingkat lebih kecil dari bank sentral Amerika Serikat.

ICDX Commodity Outlook Q3 2022: Tren Komoditi di Tengah Gejolak Inflasi Tinggi Dunia

Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve Michael Barr mengungkapkan bahwa dirinya termasuk di antara anggota bank sentral AS lainnya yang mendukung perlambatan laju kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 13-14 Desember mendatang. Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman perlunya bank sentral untuk memoderasi kecepatan kenaikan tingkat suku bunga sehingga memungkinkan untuk menilai dampak dari pengetatan kebijakan moneter The Fed. Komentar dua pejabat The Fed tersebut sejalan dengan komentar Ketua Fed Jerome Powell pada hari sebelumnya yang mengatakan sudah waktunya untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga yang turut membawa indeks dolar ke zona terendahnya dan meningkatkan kembali daya tarik emas. Sementara itu, data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan melambatnya aktivitas manufaktur AS. Institute for Supply Management merilis ISM Manufacturing PMI turun ke angka indeks 49,0, lebih rendah dari data sebelumnya di level 50,2 dan perkiraan di level 49,7. Angka indeks di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi di bidang manufaktur. Pengeluaran konstruksi yang dilaporkan oleh Census Bureau turun sebesar 0,3% dibandingkan data sebelumnya yang naik 0,1% seiring dengan melemahnya permintaan dalam pembangunan rumah di tengah suku bunga yang tinggi. Imbal hasil surat utang pemerintah AS melandai di areal 3,54% turut mendukung daya tarik emas. Melemahnya kinerja dolar membuat emas yang dihargakan dengan dolar menjadi terasa lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya sehingga menjadi penggerak emas ke arah positif.

Harga emas menguat dengan support saat ini beralih ke areal $1793,11 dan resistance terdekatnya berada di areal $1810,30. Support terjauhnya berada di areal $1783,39 hingga ke areal $1778,34, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal $1820,48 hingga ke areal $1825,88.

Pasangan mata uang GBPUSD naik ke areal 1,2270. Naiknya pasangan mata uang Poundsterling naik ditopang oleh harapan hawkish dari komentar Andrew Bailey Gov Bank of England (BOE) yang akan berpidato Jumat ini (2/12) serta pernyataan dovish dari The Fed juga membantu menopang kenaikan GBPUSD. Di sisi yang lain, British Retail Consortium (BRC) merilis pertumbuhan tahunan inflasi makanan yang tinggi selama 45 tahun terakhir di angka 12,4% pada bulan November telah meredam sentimen rumah tangga, karena mereka tidak dapat mengimbangi harga makanan yang lebih tinggi dengan pendapatan yang lemah. Dengan melihat angka tersebut, kepala eksekutif BRC Helen Dickinson mengambil kesimpulan bahwa “Musim dingin terlihat semakin suram karena tekanan pada harga terus berlanjut tanpa henti”. Hal ini mungkin berdampak pada Poundsterling ke depan.

Di sisi AS, Pelemahan terjadi kepada mata uang USD. Hal ini disebabkan oleh para pelaku yang saat ini dalam keadaan cemas menunggu rilisnya data NFP pada Jumat malam ini. Nonfarm Payrolls (NFP) kemungkinan akan berkurang dengan cetakan 200.000 versus 261.000 sebelumnya sementara Tingkat Pengangguran bisa tetap tidak berubah di 3,7%. Karena pada sebelumnya para pejabat The Fed juga mengisyaratkan sinyal dovish dan berencana akan melakukan perlambatan kenaikan suku bunga sementara juga membebani kinerja Indeks Dolar AS.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD menguat. Support terdekatnya di areal 1,2170 dan resistance terdekatnya di zona 1,2320. Support lanjutan di zona 1,2110 dan dilanjutkan ke zona 1,2070. Resistance lanjutan di zona 1,2370 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1,2420.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1,0510. Kenaikan pasangan mata uang Euro dipengaruhi oleh kecemasan para pelaku pasar sebelum rilisnya NFP. Disisi data makro ekonomi Euro, rilis angka tingkat Pengangguran Zona Euro memperbarui rekor terendah 6,5% pada bulan Oktober dibandingkan 6,6% yang diharapkan dan sebelumnya sementara hasil akhir IMP Manufaktur S&P Global/CIPS November turun menjadi 47,1 dibandingkan perkiraan awal 47,3. Selanjutnya, pertumbuhan Penjualan Ritel Jerman menyusut sebesar 5,0% YoY pada bulan Oktober, penurunan terbesar sejak Juni, dibandingkan perkiraan -2,8% dan -0,9% pembacaan sebelumnya. Selanjutnya pidato hawkish dari Presiden ECB Lagarde selama diskusi panel tentang pertumbuhan dan inflasi yang berlangsung di Bank of Thailand akan dapat menopang pergerakan EURUSD. Support terdekatnya di zona 1,0440 dan resistance terdekatnya di zona 1,0570

AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0,6810. Suasana kecemasan para pelaku menjelang rilisnya data NFP AS malam ini menopang kinerja Dolar Aussie dengan menenggelamkan kinerja USD. Pasar melihat kondisi yang mengindikasikan sebagian besar data AS yang suram juga semakin menenggelamkan Dolar AS. Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) AS Indeks Harga, mengukur inflasi yang disukai Federal Reserve, sesuai dengan perkiraan pasar 5,0% pada YoY tetapi turun menjadi 0,2% MoM dibandingkan perkiraan 0,3%. Selanjutnya, IMP Manufaktur ISM AS untuk November turun menjadi 49,0 dibandingkan 49,7 yang diharapkan dan 50,2 sebelumnya. Dari sisi Australia, Pengeluaran Modal Swasta Australia turun menjadi -0,6% untuk kuartal ketiga (Q3) dibandingkan perkiraan 1,5% dan -0,3% sebelumnya. Selanjutnya, cetakan suram Kinerja AiG dari Indeks Mfg Australia dan IMP Manufaktur Global S&P untuk bulan November juga tampaknya telah menopang kenaikan Dolar Aussie beberapa hari kebelakang. Selanjutnya, pidato dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe pada hari Jumat ini akan menentukan arah AUDUSD selanjutnya. Support terdekatnya di zona 0,6760 dan resistance terdekatnya di zona 0,6850

NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi naik ke areal 0,6370. Pergerakan mata uang Kiwi menguat akibat kinerja Indeks Dolar AS yang melemah menjelang rilisnya data NFP untuk bulan November yang akan dirilis pada Jumat malam ini. Serta komentar dovish dari beberapa pejabat The Fed akhir-akhir ini juga melemahkan kinerja Dolar As. Para pejabat sepakat akan melakukan perlambatan kenaikan suku bunga pada pertemuan selanjutnya. Dari sisi data AS, rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) AS Indeks Harga yang suram, dan IMP Manufaktur ISM AS untuk November turun menjadi tekanan tambahan penurunan kinerja USD dan menopang pergerakan NZDUSD. Support terdekatnya di areal 0,6320 dan resistance terdekatnya di zona 0,6420.

USDJPY – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 135,34. Komentar dovish dari Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell, serta beberapa komentar suram dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen, sebelumnya meningkatkan harapan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dari bank sentral AS. Dari sisi Jepang, Pada perdagangan hari ini Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengadakan konferensi pers terkait kebijakan moneter di Tokyo, dengan mengatakan Perlambatan ekonomi global telah diamati, dan inflasi Jepang diperkirakan akan melambat mulai tahun 2023. Support terdekatnya di zona 135,05 dan resistance terdekatnya di zona 135,80.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik karena mata uang loonie yang menguat setelah optimisme atas pemulihan permintaan Tiongkok mendukung Loonie yang terkait komoditas. Dalam berita yang beredar China mengumumkan pelonggaran protokol karantina dalam beberapa hari mendatang dan pengurangan pengujian massal sehingga hal ini dapat meningkatkan optimisme pelaku pasar tentang pemulihan permintaan minyak. Data Kanada menunjukan IMP manufaktur Kanada Global S&P (PMI) naik menjadi 49,6 pada bulan November dibanding bulan Oktober 48,8. Fokus pelaku pasar kedepan menunggu Fokus data ketenagakerjaan Kanada yang dirilis pada hari ini. Support terdekatnya di zona 1,3365 dan resistance terdekatnya di zona 1,3435.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 0,9370 terseret oleh kinerja Dolar AS pada perdagangan pagi ini setelah komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu mengatakan sudah waktunya untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga yang akan datang. Selain itu Presiden Richmond Federal Reserve Bank Thomas Barkin baru-baru ini menyebutkan bahwa ia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil di masa depan karena bank sentral bergerak untuk menurunkan inflasi yang terlalu tinggi. Dari sisi Swiss merilis data untuk CPI m/m menunjukan penurunan menjadi 0,0% dibanding sebelumnya 0,1%. Selain itu, data untuk Retail Sales y/y menunjukan pelemahan sebesar -2,5% dibanding sebelumnya 2,6%. Support terdekatnya di zona 0,9340 dan resistance terdekatnya di zona 0,9420.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini