Komitmen Dukung Upaya Berkelanjutan, Nestlé Indonesia Partisipasi dalam Sideline Event Menuju B20 & G20 2022

PT Nestlé Indonesia berpartisipasi dalam Beating Plastic Pollution from Source to Sea yang diselenggarakan oleh National Plastic Action Partnership (NPAP)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Tegaskan komitmennya untuk mendukung upaya keberlanjutan, PT Nestlé Indonesia (Nestlé Indonesia) berpartisipasi dalam dua sideline event menuju B20 dan G20 Meeting terkait polusi plastik dan upaya menurunkan emisi karbon pada bisnis yang digelar pada tanggal 2-3 November dan 11 November 2022 di Bali.

Mendapat kesempatan untuk memberikan pandangan seputar keberlanjutan serta bagaimana peran seluruh industri untuk mendukung upaya pemerintah dalam melawan polusi plastik serta target menuju titik nol emisi, Nestlé Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan ‘Beating Plastic Pollution from Source to Sea’ yang digelar oleh National Plastic Action Partnership (NPAP) serta ‘Net Zero Summit 2022’ yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Dalam paparannya di acara kegiatan ‘Beating Plastic Pollution from Source to Sea’, Direktur Sustainability Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo menekankan komitmen perusahaan dalam melakukan strategi kemasan yang keberlanjutan. “Sebagai perusahaan makanan dan minuman, kami berkomitmen untuk memastikan 100% kemasan yang kami gunakan dapat didaur ulang atau digunakan kembali, serta mengurangi ⅓ penggunaan resin plastik baru,” jelas Prawitya.

Lebih lanjut Prawitya memaparkan, “Untuk mencapai hal tersebut, maka kami memiliki tiga strategi yang sekaligus mendukung pemerintah dalam Peta Jalan Pengurangan Sampah, yaitu dengan mengurangi kemasan (less packaging), membuat kemasan yang lebih baik (better packaging), dan meningkatkan sistem yang ada (better system); melalui lima pilar untuk mengurangi (reduce), mendesain ulang (redesign), mengisi ulang dan menggunakan kembali (refill and reuse), mendaur ulang (recycle), serta mengubah perilaku (rethink behavior) di mana implementasinya membutuhkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.”

Dalam sideline event ‘Net Zero Summit’, Prawitya membagikan beberapa upaya utama Nestlé dalam melakukan dekarbonisasi. “Untuk mencapai target Net Zero Emission, kami fokus pada empat pilar prioritas kami yaitu perubahan iklim (climate change), kemasan yang berkelanjutan (sustainable packaging), kepedulian pada air (caring for water) dan sumber pasok yang berkelanjutan (sustainable sourcing). Kami melakukan semua ini di sepanjang mata rantai bisnis kami.”

Nestlé Indonesia Perkuat Komitmennya untuk CiptakanL ingkungan Kerja yang Sehat dan Inklusif

Sementara, dalam acara KADIN Net Zero Hub dalam rangkaian forum G20 yang berlangsung secara hybrid, Jumat (11/11/2022), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya peran dan tanggung jawab pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim. “Sekitar 78% emisi karbon dunia disumbang dari anggota G20. Untuk itu menjadi penting bagi kita mengambil langkah strategis meminimalisir dampak tersebut. Jadi semua kebijakan yang kita buat itu harus betul-betul kita hitung dengan cermat. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap generasi berikutnya, sehingga kebijakan yang diambil harus tepat,” jelas Luhut.

Di sisi lain, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid dalam sambutannya juga menekankan pentingnya peran swasta. “Kredibilitas perusahaan menjadi sangat krusial dengan tuntutan konsumen global terhadap tanggung jawab operasi bisnis perusahaan, yang tentunya mengubah cara dalam menjalankan bisnis. Perubahaan tidak akan terjadi tanpa regulasi terukur, yang mana memungkinkan energi terbarukan untuk dapat diakses oleh seluruh industri agar perusahaan dapat menerapkan strategi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar menekankan komitmen perusahaan untuk mencapai tujuan Net Zero Emissions 2050. “Kami membuat roadmap dan milestone yang terukur dalam upaya pengurangan emisi untuk mencapai Net Zero. Kami melakukannya secara bertahap, dimulai dengan target penurunan emisi karbon sebanyak 20% di tahun 2025, 50% di tahun 2030 dan mencapai net zero emissions di tahun 2050. Target Net Zero kami ditentukan menggunakan kriteria yang ketat dari Science Based Target initiative (SBTi). Upaya pengurangan emisi ini dilakukan di sepanjang mata rantai usaha, dimulai dari pengadaan bahan baku, proses manufaktur, kemasan yang digunakan hingga pasca konsumsi. Namun, Nestlé tidak mampu melakukannya sendiri, diperlukan upaya bersama dari banyak pihak (multi-sectors) dalam prinsip gotong royong maupun kolaborasi untuk mencapai satu tujuan untuk mengatasi perubahan iklim.”

Sebagai perusahaan makanan dan minuman terkemuka, Nestlé memperkuat komitmennya untuk mendukung nutrisi, kesehatan, dan keafiatan masyarakat Indonesia dengan membuka kekuatan makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap orang, saat ini dan generasi mendatang.

Selama lebih dari 50 tahun beroperasi di Indonesia, perusahaan terus berinvestasi dan menciptakan nilai bersama di seluruh kegiatan operasional, serta berupaya untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia agar semakin maju dan inklusif dengan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Berbagai investasi ini termasuk dengan melakukan ekspansi pabrik baru, perluasan lini produksi di pabrik yang telah beroperasi, serta menjalin kemitraan dengan UMKM untuk mendapatkan bahan baku lokal. Perusahaan juga berkomitmen untuk menginisiasi energi terbarukan dengan membangun Boiler Biomassa salah satunya yang telah beroperasi di Pabrik Karawang, dan pembangunan PLTS. Sejak tahun 1975, Nestlé Indonesia juga telah melakukan kemitraan dengan lebih dari 26.000 peternak sapi perah di Jawa Timur, serta lebih dari 20.000 petani kopi di Lampung sejak 1994.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini