ICDX Jadi Mitra B20 Indonesia untuk Pengembangan Pasar Karbon

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, BALI – Setelah sukses menghadirkan serangkaian forum dialog dan diskusi terkait pasar karbon bersama dengan Trade and Investment Task Force B20 Indonesia, kini ICDX juga turut ambil andil dalam peninggalan B20 Indonesia yakni sebagai perusahaan yang akan memimpin practice sharing centre terkait perdagangan karbon. Practice sharing centre ini menjadi salah satu fitur utama dari legacy program Carbon Centre of Excellence yang diluncurkan pada perhelatan B20 Summit Indonesia (13/11).

Carbon Centre of Excellence bertujuan untuk membantu sektor swasta dan publik dalam memetakan upaya mereka dengan standar global untuk memastikan bahwa strategi bisnis yang diambil berlandaskan pada climate-resilience. Seperti yang diketahui perdagangan karbon memainkan peran kunci dalam membantu dunia mencapai target emisi nol bersih dengan mendorong investasi dalam langkah-langkah mitigasi emisi Gas Rumah Kaca dan transisi energi. Sehingga program ini menjadi sangat penting untuk memastikan para pelaku industri memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif dalam perdagangan karbon.

“Tentunya kami sangat bangga dapat didapuk dan diberikan kepercayaan dalam menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan para pelaku bisnis untuk masuk atau meningkatkan aktivitas perdagangan karbon mereka dengan kisah sukses atau case study dari berbagai negara dan perusahaan,” kata Board Member of ICDX Group, Megain Widjaja.

Lebih lanjut Megain menjelaskan bahwa practice sharing centre ini akan menghadirkan serangkaian sesi untuk berbagi pengalaman yang dilakukan oleh perusahaan dengan fokus untuk memasuki voluntary carbon market (VCM), hingga rencana dan regulasi pemerintah negara-negara G20 dalam mengembangkan pasar karbon domestik di masing-masing negara. Kegiatan practice sharing centre ini akan dikombinasikan dengan carbon knowledge hub yang dimotori oleh BloombergNEF.

“Dengan menggabungkan sumber daya dan pengalaman dari kedua belah pihak kami yakin dapat menciptakan sinergi yang memungkinkan kemajuan signifikan dalam pengembangan perdagangan karbon untuk berbagai sektor. Kolaborasi intelektual dan fisik dari individu-individu berbakat dalam co-partnership ini diharapkan dapat menciptakan literasi untuk penggunaan di seluruh dunia hingga generasi berikutnya,” tambah Megain.

ICDX Bersama B20 Indonesia Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan

Pada Oktober lalu, ICDX bersama dengan BloombergNEF telah menyelenggarakan practice sharing session yang pertama untuk Carbon Centre of Excellence. Kegiatan ini sebagai pendahuluan dari B20 Summit Indonesia dengan mengangkat tema “Utilizing Indonesia Carbon Markets to Accelerate Energy Transition”. Diisi oleh para pelaku usaha mulai dari Pertamina Geothermal Energy, Shell Indonesia, Raizen, dan Rimba Makmur Utama, practice sharing session ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai praktik manajemen karbon di perusahaan padat energi, dan pentingnya pasar karbon untuk mempercepat transisi energi.

Shinta Widjaja Kamdani selaku Chair B20 Indonesia dalam laporan milestone dan pencapaian satuan tugas dan legacy B20 kepada Presiden Joko Widodo mengatakan, “B20 Indonesia memungkinkan bisnis dan pembuat kebijakan untuk mengatasi transisi energi sebagai salah satu masalah paling mendesak saat ini. Melalui Carbon Center of Excellence sebagai salah satu Program Legacy B20, kami bertujuan untuk memberdayakan bisnis untuk menghasilkan potensi pertumbuhan perdagangan karbon melalui pusat pengetahuan karbon dan berbagi real practice. Kerja sama dengan BloombergNEF sebagai mitra pengelola Carbon Knowledge Hub, dan ICDX untuk memimpin Practice Sharing Centre adalah cara untuk mendorong kolaborasi lintas negara yang didukung oleh berbagai pemimpin industri global dan organisasi multinasional yang berkontribusi dan untuk mendukung mitra.”

“Sebagaimana tema dari B20 Summit Indonesia adalah ‘Advancing Innovative, Inclusive and Collaborative Growth’, tentunya kami juga membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak dan stakeholder untuk inovasi yang mumpuni dan lebih inklusif dalam pengembangan pasar karbon di Indonesia,” tutup Megain.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini