Khasiat Ginseng dan Ginseng Merah dalam Kurangi Penurunan Massa Tulang dan Otot

Profesor Narayanan

BISNISASIA.CO.ID, SEOUL – Korean Ginseng Society menggelar International Ginseng Symposium Ke-13 dari 25-28 Oktober di Lotte Hotel, Seoul.

Ginseng Korea (Panax ginseng) telah digunakan sebagai beragam bahan pengobatan sekitar 2.000 tahun, dan paling banyak dimanfaatkan di “Dongui Bogam”, buku medis tradisional Korea. Menurut berbagai jenis temuan riset yang berhubungan dengan ginseng dan ginseng merah, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-Obatan Korea resmi mengakui enam khasiatnya, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, mengobati kelelahan, meningkatkan daya ingat, serta memperlancar peredaran darah.

Di simposium ini, beragam temuan riset tentang ginseng juga dirilis, seperti kekebalan tubuh yang dihasilkan ginseng terhadap penularan Covid-19 (tim Profesor Seo Sang-hee dari Chungnam National University, Korea Selatan), serta khasiat ginseng merah dalam mencegah kerusakan hati akibat keterpaparan zat arsenik (tim Profesor S.M. Kamruzzaman di Bangladesh).

Tim Profesor Hyong Young Kwon dari Soonchunhyang University membuktikan khasiat ginseng (ginsenoside Rd) dalam mengurangi penurunan massa otot (muscle loss).

Khasiat Ginseng dan Ginseng Merah pada Tekanan Darah dan Daya Ingat

Tim Profesor Hyuk-Young Kwon dari Soonchunhyang University mengumumkan khasiat ginsenoside Rd dalam mencegah sarkopenia. Dalam kelompok subjek penelitian yang mengonsumsi ginsenoside Rd, seiring berjalannya waktu, kekuatan otot dari tikus yang mengalami penuaan meningkat hingga menyerupai tikus dewasa normal. Lebih lagi, ukuran sel otot bertambah pada subjek penelitian ginsenoside Rd dibandingkan kelompok kontrol. Dari jumlah nukleus pada setiap sel, jumlah nukleus sebanyak enam atau lebih meningkat dari 20% menjadi 37%.

Tim Profesor Narayanan dari University of Michigan membuktikan khasiat ginseng merah dalam mencegah penurunan massa tulang (bone loss) dengan menjaga keseimbangan mikroorganisme pada sistem pencernaan

Tim Profesor Narayan dari University of Michigan, Amerika Serikat, membagi 21 tikus dewasa berkelamin jantan dalam empat kelompok, serta memberikan antibiotik dalam spektrum luas selama dua minggu, lalu memberikan air pada salah satu kelompok, serta ekstrak ginseng merah sebanyak 500 mg/kg/hari pada kelompok lain selama empat minggu. Hasilnya, keanekaragaman mikrob pada sistem pencernaan tikus berkurang drastis setelah mengonsumsi antibiotik. Namun, penurunan keberagaman mikrob pada sistem pencernaan, dan kerusakan pada bagian tepi lambung berkurang drastis pada kelompok tikus yang mengonsumsi ginseng merah. Lebih lagi, penurunan massa tulang pada tulang paha dan punggung tikus terjadi setelah mengonsumsi antibiotik, namun penurunan massa otot berhasil dicegah pada kelompok tikus yang mengonsumsi ginseng merah.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini