Pergerakan Minyak Dibatasi Melambungnya Infeksi Covid-19 di China

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pada pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung sejumlah sentimen positif antara lain perkembangan rencana pembatasan harga minyak Rusia, ketegangan situasi di Iran dan Ukraina. Meski demikian, sinyal melambungnya infeksi Covid di China membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Seorang pejabat di Departemen Keuangan AS pada hari Jumat (4/11) mengatakan bahwa terus berupaya meyakinkan mitra koalisi untuk ikut serta dalam pembatasan harga minyak Rusia. Salah satu mitra yang saat ini coba diyakinkan adalah India, dimana AS optimis dengan batas harga tersebut, India akan mendapat lebih banyak keuntungan dengan harga yang lebih rendah. Menteri Perminyakan Hardeep Singh Puri mengatakan India masih menunggu dan baru akan merespons ketika rincian proposal batas harga tersebut diumumkan oleh G7.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, tepatnya Iran, juga turut mendukung pergerakan harga minyak. Iran pada hari Sabtu (5/11) melakukan uji coba roket pembawa satelit yang mendapat protes keras dari AS. Selain itu, Iran juga mengakui telah memasok drone ke Rusia, namun hal itu dilakukan sebelum berlangsungnya perang Ukraina. Sebagai tanggapan, Jerman dan 8 negara anggota Uni Eropa (UE) berencana memperluas sanksi terhadap Iran, yang berpotensi membuat ekonomi Iran yang tengah berada di bawah sanksi AS menjadi semakin tertekan, termasuk di sektor perminyakan Iran.

Sentimen positif lain juga datang dari situasi terbaru konflik Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Minggu (6/11) memperingatkan akan terjadi lebih banyak serangan dari Rusia yang menargetkan infrastruktur energi yang berpotensi mengancam pasokan listrik. Sinyal memuncaknya ketegangan di Ukraina turut mengancam keamanan pasokan energi melalui jalur Laut Hitam ke pasar global.

Sementara itu, angka infeksi harian baru di China mencapai 5,643 kasus pada 6 November, naik dari 4,610 kasus pada sehari sebelumnya, ungkap laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Nasional pada hari Senin (7/11). Angka infeksi tersebut sekaligus merupakan jumlah tertinggi dalam enam bulan, dan memperkuat keyakinan akan komitmen yang disampaikan oleh pemerintah China pada hari Minggu untuk mempertahankan kebijakan nol Covid-19.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $96 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $88 per barel.

Harga emas bergerak menguat di zona $1672,82 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak menguat didorong oleh indeks dolar yang terpukul usai dirilisnya data dari sektor ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Minyak Menguat Dipicu Isyarat Eropa Berlakukan Batas Harga Gas Rusia

Pergerakan positif emas dipicu oleh terpuruknya indeks dolar usai dirilisnya Non-farm Payrolls AS pada bulan Oktober dilaporkan menciptakan lebih banyak pekerjaan baru dari yang diharapkan tetapi juga menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi. US Non-farm Employment Change yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics meningkat 261,000, angka ini lebih tinggi dari prediksi 197,000 namun terkontraksi dibandingkan data sebelumnya yang direvisi di level 315,000. US Unemployment Rate meningkat 3,7%, dibandingkan laporan sebelumnya di level 3,5% dan melesat dari prediksi di level 3,6%. Data yang dirilis menunjukkan pelonggaran dalam kondisi pasar tenaga kerja AS yang memungkinkan bank sentral AS, The Federal Reserve, beralih ke kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada pertemuan Fed berikutnya di bulan Desember. Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa dia tetap siap untuk bertindak lebih hati-hati pada laju kenaikan suku bunga di masa depan. Presiden Fed Chicago Charles Evans menyuarakan sudah waktunya bagi The Fed untuk beralih ke kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk menghindari pengetatan kebijakan moneter lebih dari yang dibutuhkan. Dirilisnya data dari sektor ketenagakerjaan AS yang suram menekan kinerja indeks dolar ke level 111,13 menjadi sentimen positif bagi pergerakan emas.

Harga emas menguat dengan support saat ini beralih ke areal $1664,80 dan resistance terdekatnya berada di areal $1686,01. Support terjauhnya berada di areal $1658,85 hingga ke areal $1653,05, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal $1692,63 hingga ke areal $1698,03.

Pasangan mata uang GBPUSD naik ke areal 1,1320. Kenaikan mata uang Sterling, ditopang oleh rancangan rencana kebijakan fiskal oleh Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan Kanselir Jeremy Hunt dalam rangka menanggulangi krisis utang di Inggris. Menteri Keuangan Inggris sedang menyusun rencana kenaikan pajak dan pemotongan belanja hingga 60 miliar pounds ($67,82 miliar), termasuk setidaknya 35 miliar pounds ($39,56 miliar) dalam pemotongan untuk 17 November. Pengurangan likuiditas juga akan mendukung Bank of England (BOE) di tengah lingkungan yang sangat meningkat. Ke depan, para investor akan fokus pada Penjualan Ritel Like-for-Like British Retail Consortium (BRC), yang terlihat lebih rendah pada 1,5% versus rilis sebelumnya sebesar 1,8%. Data Penjualan Ritel terlihat lebih rendah meskipun ada tekanan harga yang meningkat, yang menunjukkan bahwa permintaan ritel sangat rendah.

Di sisi USD, penurunan terjadi pada kinerja Indeks Dolar AS yang diakibatkan oleh meningkatnya tingkat pengangguran di AS pada data NFP Jumat lalu. Data Nonfarm Payrolls menunjukkan peningkatan 261,000, di atas 315,000 pada bulan September, sebuah revisi ke atas. Serta hal positif lainnya adalah peningkatan upah, 0,4% MoM, di atas 0,3% yang diharapkan, sementara upah tahunan memenuhi prakiraan dengan 4,7%. Satu-satunya kekecewaan datang dari kenaikan tingkat pengangguran menjadi 3,7%, namun secara absolut masih sangat rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang suram, tingkat pengangguran meningkat menjadi 3,7%, dari 3,5% pada September, dan inflasi upah melambat menjadi 4,7% dari 5%.

Harga pada pasangan mata uang ini naik. Support terdekatnya di areal 1,1260 dan resistance terdekatnya di zona 1,1380. Support lanjutan di zona 1,1210 dan dilanjutkan ke zona 1,1180. Resistance lanjutan di zona 1,1410 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1,1450.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro naik ke zona 0,9930. Kenaikan mata uang Euro dipengaruhi oleh pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde yang menegaskan kembali pada hari Jumat (4/11) bahwa ECB akan terus menaikkan suku bunga untuk membawa tingkat inflasi turun ke 2%. Lagarde tidak memberikan panduan yang berarti terkait puncak suku bunga terminal dan ekspektasi inflasi jangka pendek. Namun, kekhawatiran atas kenaikan inflasi menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga akan lebih besar lagi ke depan. Selanjutnya, data Penjualan Ritel Zona Euro akan sangat diperhatikan. Data ekonomi mungkin tetap dalam lintasan negatif pada -1,3% tetapi akan membaik dibandingkan angka sebelumnya -2,0%. Support terdekatnya di zona 0,9780 dan resistance terdekatnya di zona 0,9880.

AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0,6440. Naiknya mata uang Aussie ditopang turunnya kinerja USD pasca rilis data NFP pada Jumat lalu (4/11) serta sentiment tambahan yang berasal dari reaksi pasar yang optimis karena pelonggaran pembatasan kembali oleh China terkait kasus Covid-19. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (China’s National Health Commission/NHC) mengatakan, bahwa China akan bertahan dengan pendekatan “pembersihan dinamis” terhadap kasus Covid-19 segera setelah muncul. Selanjutnya, pasar akan berfokus pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Oktober yang akan dirilis Kamis ini (10/11), dan fokus pada kenaikan harga membuat laporan ini lebih signifikan daripada laporan lapangan pekerjaan. Kalender ekonomi mengarah ke level tinggi 0,5% MoM dalam IHK Inti. Tanpa penurunan, dolar akan melanjutkan kenaikannya. Support terdekatnya di zona 0,6390 dan resistance terdekatnya di zona 0,6470.

NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi naik ke areal 0,5900. Naiknya mata uang Kiwi dipengaruhi oleh penurunan kinerja Indeks Dolar AS yang disebabkan oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang menunjukan tingkat pengangguran di AS meningkat menjadi 3,7%, dari 3,5% pada September, dan inflasi upah melambat menjadi 4,7% dari 5%. Serta ditopang oleh data makro ekonomi Selandia Baru yang positif. Support terdekatnya di areal 0,5840 dan resistance terdekatnya di areal 0,5930.

USDJPY – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 147,14. Dolar AS mengalami penurunan setelah AS melaporkan nonfarm payrolls untuk Oktober menunjukkan telah menciptakan lebih banyak pekerjaan baru dari yang diharapkan, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi dan inflasi upah yang lebih rendah. Dalam berita yang beredar Nonfarm payrolls AS meningkat 261.000, namun tingkat pengangguran naik menjadi 3,7% dari 3,5% September. Penghasilan per jam rata-rata meningkat 0,4% setelah naik 0,3% pada bulan September, tetapi kenaikan upah melambat menjadi 4,7% tahun-ke-tahun di bulan Oktober setelah naik 5,0% pada bulan September. Support terdekatnya di zona 146,80 dan resistance terdekatnya di zona 147,70.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 1,3542 karena data Kanada yang kuat dan kenaikan harga minyak mendorong Loonie. Dari segi data pada perdagangan hari Jumat (4/11), Kanada merilis data untuk Pengangguran Kanada yang menunjukan penurunan mengalahkan perkiraan sebesar 5,2% dengan perkiraan di 5,3%, sedangkan lapangan kerja Kanada melonjak 108.000 pada bulan Oktober dibanding perkiraan sebesar 11.000, pelaku pasar menilai dengan lonjakan lapangan pekerjaan dapat menentang ekspektasi perlambatan. Pelaku pasar memperkirakan peluang 62% Bank of Canada akan naik sebesar 50 basis poin pada bulan Desember, naik dari sekitar 50% sebelum. Support terdekatnya di zona 1,3525 dan resistance terdekatnya di zona 1,3615.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 0,9976 terseret oleh kinerja Dolar AS yang mengalami perlemahan pada perdagangan pagi ini. Pada perdagangan Jumat kemarin (4/11) data ekonomi AS merilis laporan NFP AS yang lebih tinggi, dengan penambahan 261.000 pekerjaan di Oktober, lebih tinggi dibanding perkiraan pasar 190.000. Namun, data pada tingkat pengangguran menunjukan kekecewaan bagi pelaku pasar dengan tingkat pengangguran, yang naik ke 3,7% pada bulan Oktober dibandingkan ekspektasi naik ke 3,6% dari 3,5% pada bulan September. Support terdekatnya di zona 0,9940 dan resistance terdekatnya di zona 1,0014.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini