CCTV+, CIPCC gelar “Global Media Workshop”, Tingkatkan Pemahaman Bersama Antara Media Tiongkok dan Asing

Teng Yunping, President, CCTV+

BISNISASIA.CO.ID, BEIJING – CCTV Video News Agency (CCTV+) dan China International Press Communication Center (CIPCC) menggelar “Global Media Workshop” di Beijing, Rabu lalu, guna meningkatkan pemahaman bersama (mutual understanding) antara media Tiongkok dan asing.

Acara ini, mengangkat tema “New Journey to Modernization, New Chapter of Cooperation”, mempertemukan 100 perwakilan media di 40 negara dan wilayah.

“Kunjungan ke Tiongkok membuka perspektif kami, dan menjadi sarana yang baik untuk mempelajari sosok Tiongkok yang sesungguhnya. Kami juga dapat membagikan metode dan praktik yang dijalankan Tiongkok kepada negara lain lewat media,” ujar Ahmed Mohamed Saadeldin, Pembaca Berita Neil TV, Mesir, ketika berbagi pengalaman tentang acara tersebut.

Teng Yunping, President, CCTV+, menyapa pers global dengan hangat saat menyampaikan sambutan. Menurutnya, sebagai bagian penting dari China Media Group (CMG), CCTV+ berperan penting memublikasikan makna penting dari Kongres Nasional CPC Ke-20. Dia juga ingin terus berkolaborasi dengan mitra media di seluruh dunia, melengkapi keunggulan masing-masing, serta mengupayakan perkembangan bersama pada masa mendatang.

“Acara ini menjadi sarana berbagi pengalaman bagi kedua pihak (CCTV+ dan the CIPCC), serta platform yang mempererat kerja sama dan komunikasi dalam pemberitaan kegiatan penting,” kata Yu Lei, Director, CIPCC, di acara ini.

SPC Jadi Produsen Lokal CCTV Resmi Pertama di Indonesia

Di Sesi Studi Kasus, 14 perwakilan media berbagi pandangan dan pengalaman mereka dalam pemberitaan di Tiongkok. Beberapa perwakilan media mengungkap, negara Barat memiliki perspektif sendiri, namun beberapa perwakilan media mencatat bahwa negara Barat kemungkinan memiliki pemahaman yang keliru atau membuat pemberitaan yang simpang siur tentang Tiongkok.

“Pemberitaan yang faktual adalah tanggung jawab yang dipegang seorang wartawan sepanjang kariernya,” kata Ruslan Kenjaev, Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Narodnoe Slovo (People’s Word), Uzbekistan.

“Kami adalah masyarakat yang independen. Kami selalu memiliki penilaian sendiri. Maka, kami harus menjamin kebenaran dan objektivitas pemberitaan, serta menampilkan sosok Tiongkok yang sesungguhnya kepada audiens,” jelas Francisca Martinez Mateo, Reporter Canal 6 TV, Meksiko.

Setelah mendengar pidato Presiden Xi Jinping di Kongres Nasional CPC Ke-20 yang mengulas perubahan besar dalam pembangunan Tiongkok, reporter asing yang mengikuti acara ini berkata, mereka semakin memahami tata kelola, rencana, dan strategi pemerintah Tiongkok pada periode lima tahun mendatang. Pengalaman tersebut kelak membantu mereka ketika menyusun pemberitaan yang lebih akurat dan produk media untuk dunia.

Menurut Tristan Duterte Nodalo dari CNN Philippines, setelah modernisasi jurnalisme dan pendekatan digital, jurnalis kini lebih mampu membuat dan membagikan kisah yang semakin baik bagi dunia.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini