Angka-angka dalam Satu Dekade: Perjalanan Modernisasi Tiongkok

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, BEIJING – Sejalan dengan langkah Tiongkok menuju masa depan setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok (CPC) Ke-20 berakhir, mari kita menatap kembali perjalanan yang telah dilalui negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia ini pada dekade lalu, khususnya dari sisi pembangunan ekonomi, politik, kebudayaan, sosial, dan lingkungan hidup.

Ekonomi

Menurut sebuah analisis terhadap dua Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) terakhir, pembangunan ekonomi yang pesat dan berkelanjutan, serta restrukturisasi industri menjadi dua fokus utama pada periode 2011-2015. Sementara, Repelita Ke-13 (2016-2020) bertujuan menjaga pertumbuhan dalam tingkat menengah-tinggi.

Meski PDB Tiongkok meningkat dua kali lipat pada dekade terakhir, kontribusi pertumbuhan ekonomi negara ini terhadap ekonomi dunia tercatat sebesar 18,5%.

Lebih lagi, Tiongkok mengambil lompatan besar dalam pembangunan sains dan teknologi, membangun stasiun luar angkasa untuk kolaborasi internasional masa depan, serta meluncurkan misi ke bulan, Mars, dan lain-lain.

Politik

Tiongkok mengadopsi Undang-Undang Hukum Perdata yang pertama pada 2020 setelah 66 tahun. Selama proses penyusunannya, 1,02 juta usulan dihimpun dari sekitar 425.000 orang.

Tiongkok juga meningkatkan kondisi keamanan, dan rasa aman di tengah masyarakat mencapai 98%, menurut survei tersebut.

Lebih lagi, selain jumlah anggota CPC yang semakin bertambah, partisipasi lembaga di luar CPC, khususnya dalam proses musyawarah, turut meningkat.

CGTN: Pembangunan bermutu tinggi jadi prioritas dalam modernisasi Tiongkok

Masyarakat

Tiongkok berhasil mencapai salah satu dari “dua target 100 tahun”, yakni mewujudkan “masyarakat dengan tingkat kesejahteraan moderat” pada 2021. Salah satu kendala terbesar yang akhirnya diatasi adalah pengentasan kemiskinan absolut.

Dari sisi kesehatan, usia harapan hidup rata-rata Tiongkok meningkat dari 74,83 tahun pada 2010 menjadi 78,2 tahun pada 2021. Sementara, angka mortalitas terus menurun, dan banyak orang kini terlindungi jaring pengaman sosial.

Di tengah Covid-19, Tiongkok memprioritaskan keselamatan manusia ketimbang ekonomi melalui kebijakan nol-Covid yang dinamis, serta menyediakan vaksin sebagai barang publik global.

Lebih lagi, nilai anggaran pendidikan yang bertambah hingga dua kali lipat pada dekade terakhir, serta program wajib belajar sembilan tahun secara gratis sukses mewujudkan tingkat literasi Tiongkok hampir mendekati angka sempurna 100%, tepatnya hanya terpaut 2,67 poin persentase.

Kebudayaan

Sepanjang dekade terakhir, pemerintah menjalankan sederet inisiatif yang tak sekadar memenuhi kebutuhan akan kebudayaan kontemporer, namun juga melestarikan kebudayaan dengan membangun infrastruktur, seperti perpustakaan, museum, dan galeri.

Tiongkok juga bekerja keras membina budaya olahraga dan kebugaran, serta memajukan strategi nasional, seperti Kesehatan-untuk-Semua, Inisiatif Tiongkok Sehat, dan Membangun Tiongkok sebagai Negara yang Kuat di Sektor Olahraga.

Lingkungan Hidup

Janji Tiongkok mencapai emisi karbondioksida puncak sebelum 2030, serta netralitas karbon sebelum 2060 segera terpenuhi setelah satu dekade kemajuan yang tercapai dalam mengurangi ketergantungan pada batu bara, beralih memakai sumber energi alternatif, memperluas cakupan hutan dan keanekaragaman hayati, serta mengambil sederet langkah untuk memitigasi perubahan iklim.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini