ICE Board Hadirkan Solusi Visual Interaktif Bersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri Pertama di Indonesia

ICE Board

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan laporan penelitian dari McKinsey tahun 2020, pandemi COVID-19 mendorong peningkatan kebutuhan pelanggan terhadap digitalisasi. Hal ini memicu perkembangan cipta karya berbasis teknologi internet dan digital semakin meroket untuk menunjang kebiasaan baru masyarakat yang mulai beralih ke virtual maupun hybrid. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PT Innovasi Sarana Grafindo produsen dari produk Interactive Flat Panel (IFP) dengan brand ICE Board menghadirkan solusi visual interaktif bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pertama di Indonesia dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia yang menjadi bukti legalitas nilai TKDN sebuah produk untuk menunjang aktivitas masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor industri dalam negeri melalui produk panel interaktif nya. Melalui sertifikasi ini, PT Innovasi Sarana Grafindo melalui produk ICE Board menunjukkan komitmen perusahaan yang mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri, mewujudkan kemandirian sektor industri dalam negeri dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

ICE Board menyediakan Interactive Flat Panel yang terintegrasi dengan sistem operasi Android dan Windows secara lengkap sehingga proses pemaparan saat berdiskusi dapat dilakukan lebih efektif, karena dapat disambungkan dengan berbagai perangkat berbasis Windows, Android, iOS, serta MacOS. ICE Board Interactive Flat Panel cocok untuk digunakan oleh perusahaan dan institusi maupun tempat edukasi yang menerapkan konsep kerja dan belajar offline, online, maupun hybrid. Perangkat ini juga memungkinkan pengguna untuk menulis, merekam, mengoreksi dokumen secara real time, dan menggambar dengan sentuhan akurat dan seamless.

Kegiatan operasional perkantoran dapat didukung dengan tiga fitur utama yang inovatif dari perangkat Interactive Flat Panel, yaitu: fitur Whiteboard yang berfungsi sebagai media untuk menulis dan menggambar guna menunjang kegiatan diskusi maupun presentasi. Fitur Capture yang berfungsi untuk merekam kegiatan diskusi dan presentasi dalam format MP4, serta memungkinkan pengguna untuk mengambil tangkapan layar yang dapat diakses melalui QR code. Terakhir adalah fitur Connect yang memungkinkan juru bicara untuk melakukan mobile presenting secara langsung. Selain itu, Interactive Flat Panel dapat disambungkan dengan hingga sembilan perangkat dan ditayangkan secara bersamaan dengan menggunakan aplikasi Bytello.

Ericsson dan Red Hat Berdayakan Service Provider untuk Mengembangkan Jaringan Multi-Vendor

ICE Board Interactive Flat Panel menawarkan solusi terbaik untuk penggunaan meeting room interaktif. Dengan layar sentuh maksimal 20 point sentuh, memungkinkan banyak pengguna untuk menulis atau menggambar di layar menggunakan jari atau stylus secara bersamaan. Tampilan ini memberikan anotasi super mudah dan pemutaran multimedia tanpa memerlukan PC (personal computer). ICE Board dapat ditempatkan di dinding, atau di stand opsional untuk pemasangan fleksibel di ruang kelas dan ruang rapat perusahaan.

“Memasuki masa transisi dari pandemi ke endemi, ICE Board berkomitmen untuk menyediakan produk yang berkualitas tinggi untuk menunjang kemudahan serta kenyamanan seluruh pengguna. Melalui panel interaktif ICE Board Series V dan Series E, kami berupaya untuk menjawab kebutuhan beraktivitas seluruh masyarakat Indonesia secara fleksibel dan seamless,” ungkap General Manager ICE Board, Aldo Jonathan Indrawan. “Kami berharap, melalui sertifikasi TKDN yang diberikan bagi produk-produk kami ini dapat meningkatkan persaingan bisnis yang sehat, meningkatkan pertumbuhan dalam sektor industri nasional, serta membuktikan bahwa produk lokal memiliki kualitas yang tidak kalah saing dengan produk bangsa lain, sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia,” tutup Aldo.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini