Rayakan Hari Pangan Sedunia 2022 dengan Kurangi Food Loss dan Limbah Pangan Rumah Tangga dengan Tetra Pak

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Dalam rangka memperingati pentingnya pangan dalam keberlangsungan hidup kita, Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober, di mana orang-orang di seluruh belahan dunia merayakan makanan-makanan lezat dan bergizi yang dikonsumsi setiap harinya. Berdasarkan sebuah riset mengenai konsumsi pangan, makanan yang diproduksi secara global sebenarnya telah mencukupi kebutuhan hampir seluruh populasi manusia di bumi ini, namun nyatanya, hampir sepertiga dari makanan yang diproduksi tersebut per tahun terbuang sia-sia, bahkan sebelum makanan tersebut dikonsumsi.

Food loss dan waste (limbah) bisa ditemukan hampir di mana saja, termasuk di rumah, tempat makanan sering dibiarkan hingga busuk karena praktik konsumsi yang tidak berkelanjutan serta umur simpan produk yang pendek. Oleh sebab itu, dalam upaya untuk mengatasi isu global ini, penting sekali untuk kita sadari bahwa meskipun jumlah populasi dunia terus meningkat, fokus utama kita seharusnya tidak lagi untuk memproduksi lebih banyak pasokan makanan, melainkan bagaimana mengurangi food loss dan limbah pangan tersebut secara berkelanjutan.

Konsumsi berlebihan atau kebiasaan konsumsi yang tidak berkelanjutan adalah salah satu penyebab utama limbah pangan di rumah karena kemungkinan makanan yang dibeli atau masak tidak termakan, bahkan dilupakan. Tapi tahukah kamu bahwa kita sebenarnya bisa menghindari kebiasaan buruk ini dimulai dengan memperhatikan makanan maupun minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Dengan melakukan hal-hal kecil, seperti mengevaluasi kembali kebiasaan buruk yang tidak ramah lingkungan, mengubah thinking framework, hingga berbelanja sesuai dengan apa yang kita butuhkan saja justru dapat membawa perubahan yang signifikan lho. Dengan tekad tersebut, kita pasti bisa menjalani hidup yang jauh lebih bermakna dengan menghasikan lebih sedikit limbah pangan di rumah. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan membeli produk makanan yang memang tersertifikasi ramah lingkungan.

Namun, bagaimana bisa produk makanan, yang telah melalui proses berkelanjutan, dapat mengurangi food loss?

Berdasarkan hasil penelitian, bahan yang digunakan untuk membuat kemasan makanan bisa mempengaruhi kedaluwarsa suatu produk[3]. Oleh sebab itu, makanan yang disimpan dalam kemasan dapat memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan yang tidak. Sebagai perusahaan global terkemuka yang dikenal luas karena solusi pemrosesan dan pengemasannya yang terdepan, Tetra Pak terus memberikan solusi berkelanjutan bagi konsumen dan mitranya selama bertahun-tahun.

Rayakan Hari Kelapa Sedunia dengan Mencoba Berbagai Menu Berbahan Santan Kelapa Kemasan dari Tetra Pak

Melalui kemasan dengan teknologi aseptiknya, seperti penggunaan teknologi Ultra Heat Temperature (UHT) dan 6 (enam) lapis kemasan aseptik, Tetra Pak telah terbukti mampu membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam hitungan detik. Hal ini dapat memperpanjang masa konsumsi produk makanan namun juga tetap menjaga nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kita. Oleh karena itu, dengan memiliki masa simpan yang lebih lama, kita semua dapat menikmati produk makanan apa pun tanpa adanya rasa bersalah jika harus membuangnya segera setelah kita membuka kemasan. Makanan dengan umur simpan yang lebih lama juga memungkinkan kita membantu lingkungan dengan meminimalisir konsumsi yang boros.

Proses daur ulang kemasan makanan juga merupakan aspek keberlanjutan yang penting ketika membahas tentang cara mengurangi limbah paska konsumsi. Dengan bekerja sama dengan konsumen, Tetra Pak mengembangkan solusi inovatif yang dapat mengumpulkan sisa makanan, menggabungkannya menjadi produk baru, serta menghasilkan produk daur ulang bermanfaat. Tetra Pak bekerja sama dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) yang secara aktif bekerja dengan sesama pendaur ulang, warga perkotaan, dan para mitra untuk memastikan konsumen memiliki akses untuk mendaur ulang karton dan karton daur ulang bisa dibuat menjadi produk baru, seperti tisu, kertas, dan bahkan bahan bangunan seperti PolyAl yang dapat dijadikan atap, papan, produk furnitur, serta palet pengiriman barang. Tahun ini, Tetra Pak Indonesia telah menjalin berbagai kerjasama erat dengan mitra di seluruh tanah air dalam upaya meningkatkan tingkat daur ulang, seperti dengan Pura Nusa Persada dan pemerintah daerah di Malang, Batu, dan Pasuruan.

Pada bulan Agustus 2022 lalu, Tetra Pak menerbitkan Sustainability Report tahunan yang meliputi pencapaian dan kemajuan perusahaan setahun terkahir, serta menjelaskan secara rinci berbagai aksi korporasi yang dilakukan untuk membantu mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan. Adapun temuan tantangan yang dihadapi, salah satunya diperlukan pendekatan baru dalam menyediakan akses makanan sehat bernutrisi secara global sembari meminimalisir dampak negatif yang dapat merusak ekosistem bumi. Hal tersebut juga termasuk salah satu komitmen Tetra Pak dalam mengurangi separuh limbah makanan, konsumsi air, serta jejak karbon melalui jalur pemrosesan terbaiknya di tahun 2030.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang upaya berkelanjutan Tetra Pak dalam mengurangi food loss dan limbah pangan, Anda dapat melihat Laporan Keberlanjutan tahunannya melalui tautan berikut.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini