Kolaborasi Venteny dan Hippindo untuk Mempercepat Digitalisasi Industri Ritel Indonesia

Venteny menjalin kolaborasi dengan HIPPINDO

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Krisis pandemi selama dua tahun belakangan ini membuat banyak perusahaan ritel perlu memahami kembali perubahan perilaku konsumen. Pasalnya, pandemi telah merubah perilaku berbelanja masyarakat secara drastis, yang sebelumnya telah terbentuk secara kuat. Di antaranya adalah berkurangnya arus pembeli yang datang ke toko fisik, yang kemudian berimbas pada turunnya pemasukan. Selain penting untuk bisa membaca tren dan perilaku konsumen ke depan, para bisnis ritel juga perlu untuk terintegrasi secara digital, karena konsumen saat ini akan lebih memilih berbelanja di toko yang sudah berbasis omni channel.

Melihat beberapa tantangan yang dihadapi industri ritel saat ini, sebagai perusahaan yang menciptakan inovasi teknologi dalam menghadirkan business acceleration dan employee happiness, VENTENY, menjalin kerjasama dengan Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan (HIPPINDO) dalam mendukung keberlanjutan industri ritel Indonesia, sejak Juli 2022.

HIPPINDO merupakan asosiasi yang membantu para peritel dan penyewa gerai di pusat perbelanjaan di Indonesia, untuk beradaptasi dengan perubahan industrinya yang dinamis dan memajukan perekonomian nasional. Kepada HIPPINDO, VENTENY menawarkan ekosistem yang siap membantu keberlangsungan bisnis dan mendukung kesejahteraan karyawan dari perusahaan, sementara HIPPINDO memiliki jaringan anggota yang solid dan siap mengadopsi layanan yang ditawarkan VENTENY.

Founder & Group CEO VENTENY, Jun Waide mengungkapkan kerjasama ini merupakan bentuk aspirasi VENTENY dalam mendukung pengusaha ritel mikro dan skala besar, dengan memenuhi akses pembiayaan untuk bisnis serta akses layanan finansial untuk karyawan. “Nantinya semua bentuk pendanaan ini dapat diakses oleh para karyawan dari perusahaan ritel dan penyewa gerai yang sudah tergabung dalam HIPPINDO melalui fitur V-Nancial pada aplikasi VENTENY,” tambah Jun.

“Kolaborasi ini juga merupakan langkah yang diambil oleh VENTENY dan HIPPINDO dalam menyikapi dinamika industri ritel, seperti cepatnya perubahan perilaku konsumen. Diharapkan para pelaku usaha ritel dan penyewaan gerai dapat mengadopsi sistem yang lebih terintegrasi, untuk menarik pasar yang lebih luas dan memenuhi segala kebutuhan konsumen,” ungkap Jun.

Dukung Pertumbuhan UMKM, VENTENY dan Danamon Jalin Kerja Sama Strategis

Tidak hanya digitalisasi yang diperlukan oleh industri ritel, para karyawan di perusahaan terkait pun perlu terus mengembangkan potensinya terutama dalam mengimbangi arus ekonomi digital Indonesia yang tengah berkembang. Salah satunya dengan menguasai kompetensi baru yang relevan dengan dinamika industri ritel saat ini.

Memahami kebutuhan tersebut, melalui kolaborasi ini VENTENY menawarkan program pelatihan kompetensi berbasis LMS atau Learning Management System bagi karyawan dari perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah HIPPINDO. Para karyawan mendapat kesempatan untuk mempelajari skill baru secara efektif dan efisien, dan mendapatkan sertifikat resmi yang bermanfaat bagi karir mereka. Beberapa skill yang disediakan melalui V-Academy ini antara lain kelas bahasa, leadership skill, hingga self-development skill.

Turnover karyawan yang cukup tinggi di industri ritel juga menjadi landasan kolaborasi VENTENY dan HIPPINDO, yang dihadirkan melalui layanan strategi retensi karyawan. Selain akses pendanaan, VENTENY juga menawarkan program MyBenefit dengan beberapa keuntungan, seperti potongan harga sebesar 15 persen untuk para karyawan perusahaan yang tergabung di HIPPINDO dan berlaku untuk pembelian yang dilakukan di aplikasi VENTENY. Tidak hanya itu para karyawan juga mendapatkan akses asuransi kecelakaan kerja, yang bisa mengcover hampir semua tindakan yang dapat melindungi mereka jika sewaktu-waktu terjadi insiden.

Pada tanggal 16 Agustus lalu, Founder & Group CEO VENTENY, Jun Waide juga hadir menjadi salah satu pembicara pada Indonesia Retail Summit yang diadakan oleh HIPPINDO. IRS merupakan langkah konkret HIPPINDO dalam pemulihan dan meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja di Indonesia maupun di ASEAN.

Di kesempatan tersebut Jun membahas pentingnya peran digital dalam mendukung pertumbuhan UKM ritel, dengan menghadirkan solusi yang dapat membantu pemasaran dan memenuhi kebutuhan konsumen. Ritel UKM juga memerlukan digitalisasi, terutama dalam membantu day-to-day business seperti kegiatan mengelola inventaris, katalog produk dan informasi pelanggan mereka. Dengan mengadaptasi digitalisasi, industri ritel UKM dapat menciptakan perubahan sekaligus membangun bisnis yang lebih kuat dan tangguh di masa depan, yaitu bisnis yang siap untuk tumbuh di pasar dan tetap kompetitif.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini