Program orisinal mengajak Anda lebih dekat dengan Tiongkok pada Era yang Baru

Sederet program tentang "Tiongkok pada Era yang Baru" diluncurkan di Beijing./CGTN

BISNISASIA.CO.ID, BEIJING – Anda ingin mempelajari perkembangan Tiongkok selama dekade terakhir? CGTN bersama CMG CMG European dan Latin American Languages Programming Center akan menghadirkan sederet program bagi audiens global tentang “China in the New Era” (Tiongkok pada Era yang Baru) lewat platform yang tersedia dalam berbagai bahasa pada Agustus 2022.

Program tersebut menyajikan gambaran jelas tentang Tiongkok yang sebenarnya, serta memandu penonton untuk mengamati perkembangan dan perubahan yang terjadi selama satu dekade terakhir, jalur pembangunan Tiongkok, serta kebudayaannya yang beraneka ragam dan inklusif.

Berikut sekilas informasi tentang program tersebut.

Setiap Orang Memiliki Arti yang Penting: Satu Dekade Tiongkok

Untuk menggambarkan perubahan yang dialami rakyat Tiongkok selama 10 tahun terakhir, episode “China in A Decade” mengeksplorasi transformasi Tiongkok dalam berbagai bidang—dari pembangunan bermutu tinggi hingga tata kelola, dari meletakkan dasar kebudayaan hingga kesejahteraan yang turut dinikmati dunia.

Lewat 36 kisah yang disampaikan sosok-sosok luar biasa, program ini mengisahkan, setiap orang memiliki arti yang penting di Tiongkok, dan melalui kontribusi mereka, keajaiban dapat tercipta.

Tiongkok dari Perspektif Global

Seperti apa wajah Tiongkok dari perspektif global? CGTN mempersembahkan beragam tayangan yang dirancang agar audiens di seluruh dunia semakin mengenali realitas kehidupan di negara ini.

Episode “My Account on China” dan “On the Move” berisi kisah autentik bagi audiens di luar negeri yang ingin mempelajari perubahan dan perkembangan Tiongkok.

Sementara, episode “Latin Youth in Rural China” mengisahkan tiga pemuda asal Amerika Latin yang berkunjung ke Sichuan, provinsi di Tiongkok Barat Daya, untuk mempelajari model pembangunan pedesaan. Duta Besar Argentina untuk Tiongkok turut bergabung dalam kunjungan tersebut, dan berbagi pandangan tentang revitalisasi pedesaan di Tiongkok.

Episode “The China Path: A Panoramic Decoding” menyajikan gambaran lengkap tentang Tiongkok melalui analisis tokoh dunia dan pemikir global tentang tata kelola pemerintahan Tiongkok.

“Classic Quotes by Xi Jinping” menjadi sarana baru yang tersedia dalam lima bahasa tentang kisah di balik kisah legendaris, serta pembahasan mengenai landasan budaya yang mendasari warga Tiongkok. Tujuannya adalah penonton dapat mengenali kearifan Tiongkok yang turut menopang tata kelola sebuah bangsa yang tengah berkembang.

Dari Kemiskinan hingga Kesejahteraan: Jalur yang Ditempuh Tiongkok Menuju Modernisasi

Lewat sederet program, CGTN ingin menjelaskan kiprah Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan langkah menuju modernisasi.

Dari kota metropolitan yang sibuk hingga desa terpelosok, perkembangan dan tantangan dalam jalur modernisasi Tiongkok tak pernah berhenti. Episode “Modernization for 1.4 Billion” mengulas proses dan ciri khas dari jalur unik Tiongkok menuju modernisasi, serta menghadirkan pakar global untuk mengupas maknanya dari sisi internasional.

Film dokumenter “The Road to Common Prosperity” oleh Dr. Robert Lawrence Kuhn mengisahkan transformasi di Tiongkok dari beragam sudut.

Film seri “China by Numbers” yang terdiri atas 12 episode menyajikan statistik dan menggunakan sejumlah angka untuk menunjukkan transformasi di Tiongkok dari berbagai sudut, termasuk ekonomi, pengentasan kemiskinan, infrastruktur, pendidikan, sains dan teknologi, kebudayaan, serta olahraga.

Majemuk dan Inklusif: Pesona Kebudayaan Tiongkok

Sejumlah program baru akan mengupas kebudayaan dan sejarah Tiongkok. Program ini juga membahas peran penting kegiatan pertukaran budaya terhadap sikap saling memahami dan menghormati di antara bangsa-bangsa.

Episode “The Vibe” menawarkan perspektif baru tentang pertukaran budaya antara Tiongkok dan dunia.

Episode “Foodwise” dan “Why We Love Dunhuang” menayangkan jalinan kebudayaan Tiongkok yang dinamis, serta membawa penonton untuk mengeksplorasi esensi dari kebudayaan Tiongkok.

Episode “The Song, Painted” menjelaskan estetika tradisional Tiongkok melalui gaya hidup yang diangkat lukisan-lukisan era Dinasti Song dengan memanfaatkan teknologi seni virtual. Sementara, episode “Inheritors” menampilkan banyak Warisan Budaya Tak Benda Tiongkok, serta kisah-kisah di baliknya.

CGTN juga meluncurkan “China Box”, sebuah produk video interaktif yang segera hadir pada Oktober mendatang. “China Box” menghadirkan pengalaman menonton video terkini dengan menciptakan sebuah dunia virtual. Di dunia virtual ini, pengguna dapat memilih avatar yang disukainya, serta menonton ribuan video.

Festival Film Dokumenter Tiongkok 2022 di Afrika

CGTN telah melansir ajang “2022 China Documentary Festival Global Screening” di Afrika, kegiatan perdana yang digelar di wilayah tertentu, serta dihadiri sejumlah duta besar Benin, Kamerun, Gabon, Senegal, Tanzania, dan Zimbabwe.

Sebanyak 30 stasiun tv dan lembaga dari 20 negara Afrika akan bergabung dalam ajang ini, serta menyeleksi berbagai kisah yang akan ditayangkan untuk audiens di Afrika.

Sejak ajang “2022 China Documentary Festival” diluncurkan Juni lalu, lebih dari 50 film dokumenter produksi CGTN telah diseleksi atau ditayangkan bagi audiens global. Karya-karya ini juga mencakup film dokumenter yang berhasil memenangkan penghargaan, serta tersedia dalam bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Arab dan Rusia.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini