Laba Bersih SMKL Melonjak 46% YoY di Semester 1 2022

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (“SMKL”) yang bergerak dibidang kemasan berbahan dasar kertas dengan cetakan flexo yang disebut Kotak Karton Bergelombang (KKB) maupun offset yang disebut Folding Carton Box dan kotak Handphone, membukukan laba bersih sebesar Rp59,57 miliar pada Semester 1 2022, melonjak 46% dari Rp40,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih tersebut terutama diperoleh berkat peningkatan penjualan sebesar 17,5%YoY menjadi Rp1,14 triliun. Tingkat pertumbuhan penjualan Perseroan pada semester pertama tersebut di atas target kenaikan sepanjang tahun 2022 yang sebesar 15%.

Selain peningkatan penjualan, kontribusi terhadap peningkatan laba bersih juga didapatkan dari pendapatan lain-lain sebesar Rp18,48 miliar dibanding Rp6,29 miliar pada periode sebelumnya, serta dari laba selisih kurs sebesar Rp4,82 miliar dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp776 juta.

“Hasil kinerja Semester 1 ini menunjukkan bahwa optimisme kita terhadap kemampuan Perseroan untuk mencapai target kinerja 2022 yang sudah ditetapkan sangat beralasan. Kami bersyukur dengan hasil Semester 1 ini, tapi kami tidak akan mengendorkan upaya meraih kinerja yang lebih baik,” kata President Direktur SMKL, Ang Kinardo.

SMKL Bagikan 38,58% Laba Bersih 2021 atau Rp 41 miliar sebagai Dividen

Adapun di sisi beban pokok penjualan, Perseroan mencatatkan peningkatan 24% YoY menjadi Rp979,27 miliar dari Rp790,65 miliar. Pada tanggal 30 Juni 2022, total aset Perseroan tercatat sebear Rp2,08 triliun, meningkat dari Rp1,91 triliun pada akhir tahun 2021.

Selain karena pemulihan ekonomi nasional yang semakin membaik, peningkatan penjualan perseroan juga berkat karakter produk-produk kemasan SMKL yang tergolong ramah lingkungan. Kecenderungan peningkatan minat masyarakat dunia, dan khususnya Indonesia terhadap bisnis berkelanjutan telah turut membantu peningkatan penjualan kemasan kertas berbahan baku karton atau kertas cokelat hasil daur ulang yang diproduksi Perseroan. Sementara SMKL sendiri telah memperoleh sertifikasi berkelanjutan Forest Stewardship Council (FSC) untuk upaya pengembangan bisnis perkelanjutan.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini