Perairan Jernih, Langit Biru dan pegunungan Rimbun: Pelestarian Alam yang Dilakukan Guizhou Buahkan Hasil

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

BISNISASIA.CO.ID, GUIYANG – Menurut Dinas Pelestarian Alam Guizhou, pada 2021, kualitas perairan di Guizhou secara keseluruhan tergolong “sangat baik”, dan 97,7% sungai utama yang dipantau berkualitas baik. Namun, pencapaian tersebut membutuhkan langkah yang terkoordinasi dari Pemerintah Provinsi Guizhou.

Pelestarian alam dan tata kelola lingkungan hidup yang dijalankan Guizhou bahkan meninggalkan kesan yang sangat baik bagi warga asing. Menurut Rafael Dezcallar, Duta Besar Spanyol untuk Tiongkok, Guizhou mengusulkan solusi inovatif dalam tata kelola lingkungan hidup dan pembangunan hijau, serta mencapai hasil yang luar biasa.

Di Kaiyang, Guizhou, Tiongkok Barat Daya, perusahaan yang menambang dan memproduksi batu fosfat kini telah lenyap. “Kualitas lingkungan hidup di wilayah lokal telah meningkat pesat. Kini, fosfat tak lagi tercium, sedangkan, debu dan kebisingan pun berkurang,” ujar Gou Qianshuang, warga Kaiyang yang menyaksikan perubahan luar biasa di kota asalnya, khususnya Sungai Yangshui.

Sungai Yangshui adalah anak sungai tingkat kedua di Sungai Wu. Pada akhir abad terakhir, sejumlah perusahaan di sekitarnya membuang air limbah ke sungai tersebut. Dampaknya, kadar fosfat di sungai menjadi sangat tinggi, dan sungai menjadi tercemar.

Demi meningkatkan kualitas air di Sungai Yangshui, Guizhou menerapkan River Chief System (RCS), mengusulkan regulasi baru, dan mengoptimalkan sistem pengolahan air limbah.

Setelah penanganan polusi yang efektif, kadar fosfat di Sungai Yangshui menurun dari sekitar 8,0mg/L menjadi 0,2 mg/L, dan kualitas air mencapai Tingkat III. Sungai Yangshui yang semakin bersih mencerminkan sikap positif Guizhou terhadap peradaban ekologi.

Selain konservasi air, Guizhou meningkatkan inovasi dalam proteksi pabrik. Di Anshun, Guizhou, Dinas Pelestarian Alam menerapkan big data guna merekam informasi tentang pepohonan purba, dan membuat kode QR untuk pohon-pohon tersebut.

China Matters Tampilkan Warisan Hidup Bordir Miao di Guizhou

“Ketika memindai kode QR, kita dapat melihat informasi dasar tentang pepohonan purba ini, seperti lokasi geografis, status pertumbuhan, dan gambar berdefinisi tinggi. Lewat cara ini, kita semakin memahami dan melestarikan pohon tersebut,” kata Fang Ming, seorang warga lokal. Kini, lebih dari 1.300 pohon purba telah memiliki Identitas Elektronis sehingga pelestarian berjalan secara efisien.

Di sisi lain, dari sisi konservasi lingkungan hidup, Guizhou turut menaruh perhatian pada rutinitas warga sehari-hari. Saat berjalan-jalan di kawasan kuliner di Distrik Zhongshan, Liupanshui, pelanggan dapat menemukan perangkat oil mist eliminator baru di setiap restoran.

Hingga kini, Distrik Zhongshan telah membentuk sistem pemantauan kualitas udara secara lengkap. Jika pencemaran udara melampaui ambang batas yang aman, alarm secara otomatis menyala. Dan, instansi terkait akan mengirimkan notifikasi kepada kalangan perusahaan dan mengambil langkah untuk mengendalikan debu.

Prioritas terhadap lingkungan hidup terlihat jelas dalam upaya Guizhou mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Bahkan, pada periode Rencana Pembangunan Lima Tahun Tiongkok yang Ke-13, Presiden Xi Jinping mencermati pembangunan peradaban ekologi di Guizhou, serta menerbitkan rangkaian instruksi penting. Konsep “perairan jernih dan pegunungan rimbun serupa dengan pegunungan emas dan perak” telah mengubah proses pembangunan di Guizhou.

Dalam beberapa tahun terakhir, Guizhou mengutamakan perkembangan ekonomi dan pelestarian alam secara berbarengan. Menurut Dinas Pelestarian Alam Guizhou, kualitas lingkungan hidup tergolong baik dan stabil pada 2021.

Selain kualitas perairan, Guizhou juga memiliki kualitas udara yang ideal, dan jumlah hari rata-rata dengan AQI (air quality index) di sembilan kota utama mencapai 98,4%.

Lebih penting lagi, laju pertumbuhan cakupan area hutan dan jumlah lahan pertanian yang direboisasi di Guizhou berada di peringkat pertama di Tiongkok. Dalam 10 tahun terakhir, Guizhou merampungkan penghijauan di lahan seluas 50,97 juta mu (3,4 juta hektar), sedangkan, laju cakupan hutan bertambah dari 47% menjadi 62,12%.

Menurut Dinas Perhutanan Provinsi Guizhou, 314 cagar alam juga telah dibangun dalam beragam jenis. Sementara, keanekaragaman hayati di Guizhou pun berada di peringkat pertama di Tiongkok. Angka produksi perhutanan total meningkat dari RMB 40,1 miliar menjadi RMB 371,9 miliar, atau meningkat lebih dari sembilan kali lipat dalam 10 tahun.

“Kondisi lingkungan hidup yang baik di Guizhou adalah daya saing terbaik. Maka, kita harus terus melestarikan alam,” ujar Shen Yiqin, Sekretaris CPC Komite Provinsi Guizhou, dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat, Provinsi Guizhou.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini