Urgensi Pembentukan Bursa Kripto Indonesia Saat Ini

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Kondisi pasar kripto secara global saat ini sedang mengalami penurunan secara menyeluruh. Jika mengingat peningkatan beberapa tahun terakhir, total kapitalisasi pasar aset kripto berhasil mencapai lebih dari 3 triliun dolar AS, namun saat ini secara keseluruhan nilai kapitalisasinya terpantau turun di bawah 1 triliun dolar AS atau sekitar 901 juta dolar AS pada Rabu (29/06). Angka tersebut merupakan pencapaian terendah pertama kalinya sejak Februari 2021. Fenomena turunnya harga pasar aset kripto ini dikenal sebagai bear market, siklus yang sedang dihadapi oleh pasar kripto secara global saat ini. Berbeda dengan pasar aset lainnya, siklus pasar aset kripto bergerak jauh lebih cepat.

Dalam industri kripto, bear market merupakan hal yang lumrah terjadi dan hanya bersifat sementara. Dari fenomena bear market ini menurut Asih Karnengsih, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) “bear market menjadi hal biasa di crypto space, terakhir terjadi pada 2018, dan kita sudah tahu bersama apa yang terjadi setelahnya. Momentum ini menjadi proses alami pengeliminasian players yang masuk industri ini hanya karena valuasi atau angka semata. Sedangkan the real players semakin fokus pada building dan developing.”

Gejolak Tinggi Pasar Kripto Berlanjut, Matrixport: Inilah Strategi Investor Institusional Cari Peluang Profit

Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi pasar aset kripto beberapa bulan terakhir ini, yakni:

  • Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan harga terburuk dalam lebih dari satu dekade pada kuartal kedua 2022, dengan harga BTC yang sempat menyentuh 17,600 dolar AS pada 18 Juni lalu.
  • Jatuhnya nilai Terra dan kedua asetnya (LUNA dan UST) yang sebelumnya merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar sebesar 40 miliar dolar AS pada bulan April, dan sempat berada di posisi 10 besar menurut Coin Market Cap. Pada bulan Juli, nilai kapitalisasi pasarnya hanya tersisa 800 juta dolar AS. Koin LUNA turun 99% dan stablecoin UST kehilangan nilai patokannya terhadap dolar AS (depeg).
  • Ekosistem aset kripto Solana yang mengalami masalah setelah ditemukannya ribuan dompet berbasis Solana telah diretas. Dilansir dari Bloomberg, Elliptic sebagai perusahaan forensik blockchain menyebut lebih dari 7.900 dompet Solana telah dicuri dan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari 5,2 juta dolar AS. Sementara itu, PeckShield sebagai salah satu perusahaan keamanan menyebutkan akibat peretasan dompet berbasis Solana, korban telah mengalami kerugian dana sekitar 8 juta dolar AS.
  • Beberapa perusahaan penyedia layanan aset kripto yang terlilit masalah keuangan karena kondisi bear market saat ini hingga mengalami kebangkrutan, seperti yang terjadi pada:
  1. Three Arrows Capital (3AC) yang tidak dapat memenuhi likuiditasnya pada 29 Juni lalu karena gagal melakukan pembayaran pinjaman kripto lebih dari 650 juta dolar AS.
  2. Celcius Network yang mengumumkan penghentian semua penarikan karena kebangkrutan aset tidak likuid. Namun, saat ini Celcius tengah mengajukan solusi lain untuk me-restrukturisasi perusahaan dengan melakukan penambangan BTC pada Senin (18/07).
  3. Vault yang juga telah menangguhkan penarikan untuk lebih dari 800.000 pelanggannya.
  4. Babel Finance yang untuk sementara waktu menangguhkan penarikan dan penebusan aset kripto karena menurut pihak manajemen, Babel Finance tengah menghadapi tekanan likuiditas yang tinggi.

Adanya masalah keuangan yang mengarah ke isu kebangkrutan di tengah kondisi bear market menyebabkan beberapa perusahaan yang men-depositkan aset digitalnya di beberapa perusahaan tersebut mengalami dampak langsung. Salah satunya seperti Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang telah terdaftar di Bappebti, Zipmex. Dalam rilis resminya, Zipmex menjelaskan bahwa pihaknya men-depositkan aset pada Babel Finance dan Celsius sejak awal operasi ZipUp+ dan sempat mengumumkan penghentian sementara untuk proses penarikan dana dan aset kripto. Berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut telah dilakukan oleh Zipmex, termasuk fundraising, aksi legal, dan restrukturisasi, dan saat ini Zipmex telah mengaktifkan kembali fitur penarikan dana dan aset digital pada Trade Wallet. Selain itu, sejak 2 Agustus 2022 lalu, Zipmex juga sudah merilis aset kripto Solana, Ripple, Cardano, dan Ethereum dari Z Wallet ke Trade Wallet pengguna secara berkala. Zipmex melalui saluran komunikasi resminya juga mengumumkan bahwa manajemen telah menandatangani tiga Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang merupakan bagian dari rencana restrukturisasi dengan memasukkan pendanaan segar ke perusahaan melalui sebuah grup investor yang dipimpin oleh pemegang saham Zipmex agar operasional perusahaan tetap berjalan dan terjaga integritasnya.

Asih mengatakan, “sebenarnya dilihat dari sisi valuasi pun, 2 tahun yang lalu nilai bitcoin sekitar 8.000 dolar AS, saat ini meskipun sedang bear market, nilai bitcoin mencapai 20.000 dolar AS sehingga dapat dilihat dari perspektif jangka panjang, crypto is here to stay.” Oscar Darmawan, selaku CEO Indodax turut menyampaikan pendapatnya bahwa “di saat market bearish seperti ini, justru adalah moment yang tepat untuk investor mengumpulkan portofolio kripto”.

Dengan adanya tantangan yang dihadapi oleh industri kripto, regulasi dari Bappebti sudah sangat mengakomodir dari sisi keamanan konsumen dengan keharusan adanya Bursa Berjangka Kripto. Malikulkusno Utomo yang kerap disapa Dimas, General Counsel PINTU ikut serta memberikan pandangannya terhadap pembentukan bursa kripto. Menurut Dimas, “pembentukan bursa berjangka kripto dapat segera diwujudkan untuk mendorong kemajuan industri kripto di Indonesia, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dapat memberikan keterbukaan informasi, dan perlindungan bagi investor.” Dimas meyakini “lebih tepat apabila bursa berjangka tersebut merupakan bursa yang telah melewati rangkaian proses yang ketat dan memenuhi persyaratan sesuai aturan yang berlaku”. Oscar juga menambahkan harapannya agar pemerintahan terkait “dapat segera meresmikan bursa berjangka kripto Digital Future Exchange (DFX) yang nantinya akan berfungsi untuk membantu pengawasan transaksi kripto agar lebih aman dan dapat melindungi para traders aset kripto. Saya optimis pembentukan bursa ini dapat memajukan ekosistem kripto di Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi”.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengungkapkan bahwa pembentukan Bursa Kripto Indonesia hampir rampung. “Intinya sudah mendekati, mudah-mudahan secepatnya tahun ini,” ujar Jerry pada Kamis (28/07) menurut wawancaranya dengan Okezone. Dari sisi kesiapan konsorsium DFX, Alex Kim selaku CEO Upbit APAC yang merupakan bagian dari konsorsium tersebut menuturkan, “mitigasi risiko ke lembaga-lembaga yang diatur dan diawasi oleh Bappebti, pada saat kondisi pasar buruk, justru dana pelaku usaha dan konsumen dapat terlindungi oleh ekosistem ini. DFX sebagai calon bursa kripto telah siap beroperasi dan berkontribusi dalam ekosistem industri aset kripto Indonesia, sesuai dengan amanah peraturan perundangan pemerintah khususnya Bappebti. Inilah kenapa kami sangat menyambut dan menantikan finalisasi DFX”.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini