Pameran Hijrah: Dalam Jejak Nabi di Ithra untuk melihat kembali kelahiran Islam dari perspektif modern

Pameran Hijrah di Ithra

BISNISASIA.CO.ID, DHAHRAN – Pusat Budaya Dunia Raja Abdulaziz (Ithra) sangat antusias untuk meluncurkan Hijrah: Dalam Jejak Nabi, sebuah penceritaan kembali secara artistik berdasarkan penelitian tentang perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah. Dengan mengisi celah pengetahuan tentang perjalanan yang menandai awal mula kalender Muslim, pameran ini mempertemukan seni Islam dan kontemporer serta menggabungkannya dengan artefak, film, pertunjukan, dan lainnya untuk pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya, imersif, serta multidisipliner. Hijrah: Dalam Jejak Nabi dibuka di gedung ikonik Ithra selama sembilan bulan sebelum mengelilingi Kerajaan Arab Saudi, kawasan, dan dunia.

Dengan dikurasi oleh Ithra yang bekerja sama dengan sejumlah otoritas terdepan di dunia mengenai Hijrah Nabi, pameran ini melacak jalur fisik perjalanan Nabi Muhammad ﷺ untuk mengeksplorasi arti pentingnya dalam sejarah dan mengangkat kisah manusia dalam perjalanan Hijrah ini sebagai pokok pembahasan. Hal ini disajikan melalui kerja sama dengan para mitra dari organisasi regional dan internasional utama yang telah meminjamkan peninggalan-peninggalan, banyak yang belum pernah ditampilkan secara publik sebelumnya, guna menambah barang pertunjukan utama yang ditetapkan untuk pameran. Para mitranya meliputi Museum Nasional Arab Saudi, Gedung Seni Islam, Kompleks Raja Abdulaziz untuk Perpustakaan Wakaf dan Gunung Pirus, badan amal Pangeran Wales yang mendukung seni serta warisan. Hijrah: Dalam Jejak Nabi adalah pameran perjalanan pertama Ithra, yang diatur untuk dipamerkan di seluruh Arab Saudi kemudian secara global selama lima tahun berjalan untuk berbagi perspektif baru dan temuan tentang kisah perjalanan Nabi dari Makkah ke Madinah.

Luncurkan Buku Get The Miracle, PPA Institute Sebar Nilai Keislaman Aplikatif

“Sebagai salah satu studi paling terperinci yang pernah dilakukan dalam sejarah dan topografi Hijrah, pameran ini mencontohkan misi Ithra yang lebih luas untuk menceritakan kisah-kisah yang mendefinisikan dunia melalui seni, warisan, budaya, dan riset,” ujar Abdullah Al Rashid, Direktur Ithra. “Pameran ini melihat sejarah dan warisan peristiwa tersebut dari perspektif yang berbeda, termasuk sains, wilayah geografi fisik, budaya material, teologi, seni, dan memori budaya. Pameran ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam riset akademik seputar sejarah Islam, sementara fokusnya pada kisah manusia di seputar perjalanan tersebut dan nilai-nilai kemanusiaan yang kita miliki bersama juga akan mendorong pemahaman, empati, serta toleransi yang lebih besar.”(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini