Eranya Belanja Daring, Bijak dan Aman saat Gunakan Dompet Digital

Ilustrasi

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan. We Are Social mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia. Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori “sedang”.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/7), secara daring. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Acara yang dipandu Runi Virnita Mamonto selaku moderator tersebut mengambil tema “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”. Narasumber dalam acara tersebut adalah dosen sekaligus praktisi bisnis M. Adhi Prasnowo, Ketua Relawan TIK Kolaka Timur Andika Dwi Cahyo, dan Kristiyuana selaku praktisi pendidikan dan socialpreneur digital skill.

Dalam webinar tersebut, M. Adhi Prasnowo menyampaikan materi kecakapan digital dengan judul ‘Dompet Digital dalam Transaksi Elektronik’. Ada tiga istilah yang perlu dipahami di era digital saat ini, yaitu dompet digital, loka pasar, dan transaksi. Dompet digital adalah aplikasi elektronik yang dapat digunakan untuk membayar transaksi online. Beberapa dompet digital populer di Indonesia seperti GoPay, Dana, OVO, ShopeePay, OctoMobile, dan Sakuku. Manajemen keuangan sangat diperlukan untuk mengiringi perkembangan penggunaan dompet digital.

“Bagaimanapun juga dompet digital isinya adalah uang kita. Jadi, jangan salah penggunaan,” tutur Adhi.

Pemateri selanjutnya, Andika Dwi Cahyo menyampaikan materi keamanan digital berjudul ‘Main Aman saat Berbelanja Online’. Kompetensi yang ada dalam keamanan digital meliputi mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak, dan pahami keamanan digital bagi anak. Bagaimana agar aman berbelanja daring? Tipsnya adalah pastikan penjual dan tempat berbelanjanya terpercaya, pastikan website e-commerce atau loka pasar sudah menggunakan protokol SSL, pasang aplikasi loka pasar resmi, cek deskripsi dan ulasan produk, periksa peringkat, menggunakan kata sandi kuat serta pastikan 2FA.

DANA Konsisten Menjadi Dompet Digital Nomor Satu untuk Pengiriman Uang

“Jika belanja lewat media sosial, tips amannya yakni cek identitas penjual, jangan tergiur harga sangat murah, jangan terpaku testimoni karena mungkin kemungkinan penjual memanipulasi komentar positif, cek rekening penjual, simpan bukti transfer, dan cek resi pengiriman,” terang Andika.

Pemateri terakhir, Kristiyuana menambahkan materi etika digital berjudul ‘Etis Bermedia Digital: Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital’. Di ruang digital, kita bertemu dan berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya. Ada standar baru tentang etika yang terbentuk. Ruang lingkup etika meliputi kesadaran, tanggung jawab, integritas, dan kebajikan. Saat bertransaksi di dunia digital, etikanya wajib berkomunikasi dengan baik dan ramah, baik sebagai penjual maupun pembeli. Jangan menyalahgunakan data pembeli/orang lain. Jujur dalam bertransaksi, dan jangan meng-copy produk dagangan orang lain.

“Pahami benar etika dalam melakukan transaksi di dunia digital. Jika sudah pesan, apalagi via COD, ya jangan dibatalkan kalau tidak ada masalah dengan barangnya,” pungkasnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini