InEight Inc., Luncurkan Publikasi Tahunan Kedua, Global Capital Projects Outlook

InEight's Second Annual Global Capital Projects Outlook Report

BISNISASIA.CO.ID, SCOTTSDALE – InEight Inc., pemimpin global dalam segmen perangkat lunak manajemen proyek konstruksi, hari ini meluncurkan publikasi tahunan kedua, Global Capital Projects Outlook. Publikasi ini memuat riset yang melibatkan 300 pemilik proyek belanja modal terbesar di dunia dan praktisi profesional di sektor konstruksi yang tersebar di Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik.

Riset ini mengungkap, 96% responden merasa sangat atau agak optimistis atas prospek pertumbuhan perusahaannya pada tahun depan. Angka ini meningkat 92% dari 2021. Teknologi digital (57%) dan pengumpulan data, analisis dan data (53%) menawarkan peluang pertumbuhan terbesar. Namun, hampir seluruh responden (93%) berpendapat, pengalaman mereka menghadapi manajemen perubahan (change management) masih harus dibenahi. Hal tersebut mencerminkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih mutakhir dan memprioritaskan manusia dalam implementasi teknologi.

Di antara isu-isu yang berkembang, responden menilai implementasi yang tidak merata atau sporadis (58%), kendala proses dan integrasi data (54%), komunikasi yang buruk (51%), serta keterbatasan teknis dan sistem (51%) sebagai permasalahan terbesar yang ditimbulkan implementasi teknologi.

Tren-tren serupa juga muncul ketika responden menanggapi kendala dalam peningkatan investasi teknologi. Responden menilai, tantangan integrasi dengan sistem yang telah dipakai dan kurangnya SDM ahli yang memperlancar proses sebagai isu-isu utama.

Mengomentari Publikasi tersebut, Jake Macholtz, CEO, InEight, berkata: “Setiap orang yang berdiskusi dengan kami membahas peluang pertumbuhan bagi pemilik dan kontraktor proyek. Optimisme, daya tahan, dan keyakinan industri hampir terlihat jelas. Tren ini sangat menggembirakan di tengah kondisi ekonomi yang dihadapi perusahaan, dan tantangan implementasi yang berhubungan dengan transformasi digital. Prospek pemanfaatan teknologi digital demi membangun dunia yang lebih baik kemungkinan menopang antusiasme tersebut.”

Transformasi yang memprioritaskan manusia Publikasi ini mengungkap, responden menganggap teknologi digital sangat bermanfaat ketika melakukan pekerjaan sehari-hari. Salah satu manfaat terbesarnya: memperoleh informasi terperinci dan holistis tentang proyek dan peristiwa (51%), memprioritaskan pekerjaan/alur kerja manajemen proyek (50%), serta menjamin kepatuhan atas kebijakan lingkungan, kesehatan & keselamatan kerja (EHS) (54%).

Namun, menggarisbawahi perlunya pendekatan yang memprioritaskan manusia, 94% responden memiliki pertimbangan khusus tentang masa depan transformasi digital. Menurunnya komunikasi langsung antarindividu (45%), pengalaman profesional dan intuisi manusia yang digantikan teknologi (43%), terganggunya keseimbangan karier-kehidupan pribadi (41%), atau tersingkirnya pekerjaan dengan otomatisasi (39%), merupakan bahan pertimbangan responden.

Menanggapi manfaat yang diharapkan dari transformasi digital pada masa mendatang, responden menyebutkan otomatisasi yang lebih luas (49%), kendali yang semakin besar (48%), analisis strategis yang lebih lengkap (47%), serta komunikasi yang lebih baik (49%).

“Responden memiliki pendapat yang jelas tentang manfaat dari teknologi digital, dan ingin mewujudkan visi baru tentang masa depan. Meski demikian, industri saat ini masih ketinggalan dari sisi manajemen perubahan pada jenjang organisasi sehingga mempersulit transformasi digital,” jelas Macholtz

Lesunya kondisi operasional

Di tengah isu kelangkaan dalam rantai pasok, tekanan inflasi, tantangan energi, dan perang di Ukraina, pemilik modal dan kontraktor masih merasa sangat positif tentang arah industri. Secara khusus, responden melaporkan peningkatan signifikan dalam pengeluaran anggaran konstruksi dan proyek belanja modal (meningkat dari 68% pada tahun lalu menjadi 76% pada 2022). Sementara, daya tahan perusahaan juga tetap tinggi, dan 91% responden menilai perusahaannya sangat atau agak memiliki daya tahan.

Kendati demikian, berbeda dari tren pada Publikasi tahun lalu, tingkat penyelesaian proyek menurun drastis dari sisi waktu dan anggaran. Dari sisi waktu, menurut kontraktor, tingkat penyelesaian proyek anjlok sebesar 16% secara tahunan, dari 51% menjadi 35%, sedangkan, tingkat penyelesaian proyek dari sisi anggaran yang telah ditentukan, juga menurun dari 51% menjadi 38%. Pemilik modal belum memperoleh dampak yang sama, dan menilai, 43% proyek diselesaikan secara tepat waktu, serta 45% proyek diselesaikan sesuai anggaran yang telah ditentukan.

Menggarisbawahi lesunya kondisi operasional, responden menilai, risiko yang belum dikelola atau tidak diperhitungkan sebagai faktor yang paling menentukan sebuah proyek diselesaikan secara tepat waktu dan anggaran.

Laporan selengkapnya tersedia di ineight.com/annual-global-capital-projects-report

Tentang “Global Capital Projects Outlook” dari InEight Publikasi ini disusun berdasarkan survei yang melibatkan 300 pemilik modal dari kalangan perusahaan besar dan praktisi profesional di sektor konstruksi. Survei berlangsung pada Maret 2022 lewat internet.

Survei ini memuat 26 pertanyaan yang menunjukkan tingkat keyakinan dan optimisme secara umum di berbagai industri, serta mengevaluasi rekam jejak, rencana, dan sikap terhadap transformasi digital.

Dari 300 responden, 100 di antaranya tersebar di setiap wilayah kerja InEight di Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik, masing-masing wilayah diwakili jumlah responden yang sama. Secara global, 67% responden berasal dari kalangan pemilik proyek, dan 33% dari kontraktor.

Seluruh responden bekerja di sektor konstruksi. Namun, demi memperoleh indikator yang lengkap di sektor konstruksi global, InEight juga melibatkan pihak-pihak yang membidangi konstruksi di industri yang lebih luas.

Survei ini dirancang dan dilakukan bersama mitra riset pasar di segmen teknologi korporasi global. Hasil survei lalu dianalisis dan dikirimkan kepada pakar InEight. Pakar InEight menambahkan komentar berdasarkan pengalaman dan spesialisasi kerjanya di industri.

Jika dimungkinkan, hasil survei diperbandingkan dengan survei InEight sebelumnya pada 2021. Meski demikian, perbandingan tersebut tidak dapat dilakukan untuk semua hal, sebab terdapat pertanyaan baru dan perubahan redaksional dalam survei tahun ini.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini