Western Sydney University Memperluas Kemitraan Berkelanjutan di Indonesia

Western Sydney University

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Western Sydney University menjajaki peluang lebih lanjut dalam kolaborasi Australia dan Indonesia untuk memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB sebagai bagian dari diskusi panel dengan tokoh dan pemikir di Jakarta pada 12 Juli.

Peringkat nomor satu di dunia untuk dampak sosial, ekologi dan ekonomi dalam Times Higher Education (THE) University Impact Rankings terbaru, Western Sydney University bertujuan untuk memperkuat dan memperluas kemitraan yang sukses dengan Indonesia di bidang pendidikan, penelitian dan kepemimpinan sebagai bagian dari kunjungan.

Western Sydney University baru-baru ini menempati peringkat pertama secara keseluruhan di seluruh dunia dan peringkat pertama di Australia dalam peringkat tahunan bergengsi, Times Higher Education (THE), yang menilai universitas atas komitmen mereka terhadap SDG berdasarkan pengajaran, penelitian, penjangkauan, dan pelayanan.

Wakil Rektor dan Presiden, Profesor Barney Glover AO, yang akan menjadi pembicara utama pada acara tersebut, menyoroti bahwa Western Sydney University adalah salah satu universitas paling awal yang menjadi penandatangan untuk mendukung SDGs dan sangat berkomitmen untuk memperluas kemitraan di Indonesia yang memajukan keberlanjutan (sustainability).

“Western Sydney University berkomitmen untuk mengatasi tantangan zaman kita, dan bersama dengan mitra internasional kami, termasuk Indonesia, kami dapat membuat perbedaan untuk masalah kompleks yang dihadapi planet ini dengan menyatukan peneliti dan pendidik terbaik kami untuk mengembangkan solusi yang dibutuhkan untuk menopang generasi yang akan datang,” kata Profesor Glover.

University of Technology Sydney Percepat Aksi Iklim dengan Robot Penganalisis Alga yang Pertama di Dunia

Pembicara yang berkontribusi pada diskusi panel pada hari ini melibatkan , Putri Kraton Yogyakarta GKR Mangkubumi; Profesor Dr. Ova Emilia, Rektor Universitas Gadjah Mada; Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group, Ketua B20 Indonesia 2022; Kirsten Bishop, Minister – Counsellor, Governance and Human Development (Kedutaan Besar Australia Jakarta); dan Kevin Evans, Direktur Indonesia – Australia-Indonesia Centre. YW Junardy, Presiden United Nations Global Compact Network, Indonesia memberikan sambutan pembukaan.

Diskusi ini akan mengeksplorasi peran kemitraan pendidikan tinggi dan kolaborasi dengan perusahaan, pemerintah, pendidikan dan organisasi LSM, dalam menangani 17 SDG yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan global, meningkatkan akses ke kesehatan dan pendidikan dan membangun institusi dan kemitraan yang kuat hingga tahun 2030. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyampaika bahwa “salah satu perhatian dari perjuangan mencapai SDG adalah dalam hal pemberdayaan perempuan atau ‘women empowerment’ dan perlindungan anak”

Western Sydney University memiliki kredensial lama di bidang keberlanjutan (sustainability), termasuk peta jalan untuk mengatasi adaptasi iklim dan ketidaksetaraan sosial di seluruh kurikulum, operasi, penelitian dan keterlibatan di wilayah yang beragam yang dilayaninya.

Universitas Western Sydney mengumumkan program beasiswa SDG bagi mahasiswa yang mengambil gelar sarjana, pascasarjana, dan Magister Riset dalam berbagai mata pelajaran yang terkait langsung dengan SDG. Gelar ini akan membekali lulusan dengan keterampilan dan pola pikir global untuk menjadi bagian dari solusi tantangan global.

Universitas telah menetapkan target yang berani untuk operasi kampusnya untuk memiliki 100 persen energi terbarukan pada tahun 2025 dan untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2023. Universitas juga memiliki banyak proyek penelitian, fasilitas, dan inisiatif kelas dunia yang memajukan pekerjaan SDG, termasuk pengakuan secara global, pendekatan inovatif untuk pendidikan melalui Proyek Kurikulum 21C. Hal ini akan memastikan semua lulusan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan untuk memimpin dalam profesi mereka dan masyarakat untuk memenuhi tantangan SDGs.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini