Xinjiang, pusat kerja sama “Belt and Road”

Wilayah Otonom Xinjiang Uygur

BISNISASIA.CO.ID, BEIJING – Wilayah Otonom Xinjiang Uygur adalah jembatan Tiongkok menuju Asia Tengah, Timur Tengah, dan Eropa. Peran ini terwujud berkat letak strategisnya di perbatasan Tiongkok yang paling barat.

Wilayah Otonom Xinjiang Uygur juga berperan penting dalam Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Tiongkok. BRI merupakan kerangka kerja sama perdagangan dan jaringan infrastruktur yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Afrika, baik di sepanjang dan melampaui Jalur Sutra.

Saat berkunjung ke Xinjiang dari hari Selasa hingga Jumat, Presiden Tiongkok Xi Jinping menjuluki wilayah multietnis ini sebagai “pusat” kerja sama Belt and Road.

Xinjiang telah berkembang dari sebuah kawasan pedalaman yang relatif tertutup menjadi garda depan dari kebijakan pintu terbuka. Hal ini disampaikan Presiden Xi di hadapan staf di Urumqi International Land Port Area, Selasa sore. Tiongkok memperluas kebijakan pintu terbuka, pembangunan di wilayah-wilayah sebelah barat, dan kerja sama pembangunan Belt and Road.

Presiden Xi menekankan pentingnya pembangunan area inti dari Silk Road Economic Belt—unsur “sabuk” (belt) dalam BRI—dan, menerapkan strategi pintu terbuka Xinjiang di tingkat regional dalam rencana Tiongkok dalam pembangunan wilayah sebelah barat.

Pintu gerbang

Di Urumqi International Land Port Area, Xi meninjau kegiatan operasional China-Europe Railway Express (Urumqi), Pelabuhan Alashankou, dan Pelabuhan Horgos yang berperan sebagai pintu gerbang perdagangan lintaswilayah.

Xi Berkunjung ke Kota Shihezi, Xinjiang

Horgos, dalam terjemahan langsung memiliki arti “sebuah tempat yang dilalui karavan”, dulunya menjadi pos perdagangan di rute utara Jalur Sutra kuno.

Pada 2016, Pelabuhan Horgos meluncurkan layanan kereta kargo Tiongkok-Eropa, dan sejak itu, jumlah kereta yang melalui jalur tersebut terus meningkat. Meski di tengah pandemi Covid-19, jumlah kereta kargo Tiongkok-Eropa yang melintas masuk dan keluar via Pelabuhan Horgos melampaui 4.720 pada 2020, meningkat 43% dari jumlah kereta kargo pada 2019.

Menurut instansi kepabeanan lokal, layanan kereta kargo Tiongkok-Eropa dipilih berbagai perusahaan pada masa pandemi berkat biayanya yang terjangkau, kapasitas angkut yang besar, serta stabilitas dan konektivitas yang baik.

Pelabuhan Alashankou, juga dikenal sebagai Jalur Alataw, adalah jalur kereta pelabuhan Tiongkok yang paling dekat dengan Eropa. Pada Januari 2020, perdagangan lintasnegara diluncurkan di pelabuhan darat. Sejak itu, berbagai komoditas seperti mainan, produk digital, dan pakaian buatan Tiongkok telah dikirim ke Eropa.

Data kepabeanan di pelabuhan darat menunjukkan, lebih dari 57 juta paket e-commerce lintaswilayah senilai RMB 1 miliar (sekitar US$ 160 juta) telah diekspor lewat pelabuhan tersebut sejak Januari 2020.

Dalam kunjungannya, Xi juga menekankan pentingnya inovasi sistem demi mewujudkan ekonomi yang terbuka, membangun koridor berskala besar, memanfaatkan pasar dan sarana domestik dan internasional secara lebih baik, serta aktif melayani dan terintegrasi dengan pola pembangunan baru.

Tiongkok mencanangkan Strategi Pembangunan Wilayah Barat pada 1999, dan, sejak itu pula, wilayah-wilayah di sebelah barat Tiongkok berhasil membuat perkembangan yang luar biasa. Percepatan pertumbuhan PDB di Tiongkok Barat juga menunjukkan kesenjangan yang semakin kecil antara wilayah timur dan barat.(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini