Perusahaan Kedirgantaraan Asal Tiongkok Jadi Pemenang Kompetisi AI Terkemuka di Dunia

STAR.VISION AEROSPACE GROUP LIMITED

BISNISASIA.CO.ID, HANGZHOU – STAR.VISION AEROSPACE GROUP LIMITED, inovator teknologi kedirgantaraan asal Tiongkok, baru saja menjadi juara kedua dalam kompetisi Multimodal Learning for Earth and Environment (MultiEarth 2022) yang digelar pada ajang IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR 2022). STAR.VISION juga berada di peringkat teratas dalam kompetisi “CropHarvest 2022” yang berfokus pada klasifikasi tanaman. STAR.VISION menggunakan rangkaian data tes dari Kenya, Togo, dan Brazil.

Diadakan oleh MIT Lincoln Laboratory, kompetisi MultiEarth 2022 mengangkat penggunaan machine learning guna mengatasi isu global dalam pemantauan bumi dan lingkungan hidup, seperti kerusakan hutan hujan Amazon. “Deforestasi di hutan hujan Amazon menjadi masalah terbesar, bahkan mengakibatkan kemerosotan keanekaragaman hayati, kerusakan habitat, dan perubahan iklim. Mengingat sebagian besar wilayah Amazon sulit diakses, satelit pengindraan jarak jauh (satellite remote sensing) menjadi sarana canggih untuk memantau perubahan di Amazon,” menurut penjelasan dari panitia penyelenggara. Lokakarya ini mempertemukan audiens dari kalangan peneliti di sektor pendidikan, industri, dan bidang-bidang terkait. Tujuannya adalah mendorong peneliti memanfaatkan citra yang dihasilkan pengindraan jarak jauh dari berbagai sensor untuk menghasilkan dampak positif terhadap lingkungan hidup.

STAR.VISION meraih sejumlah penghargaan dari dua kategori dalam kompetisi MultiEarth 2022, termasuk “matrix completion” dan “multimodal image translation”. Pencapaian ini menghasilkan perspektif baru tentang pemantauan jangka panjang atas perubahan yang terjadi di hutan hujan, serta ikut mengatasi “kendala” yang kerap ditemui dalam akuisisi citra satelit optik akibat kepadatan awan.

Bersiap Menuju Industri 5.0: Ikuti Kursus Daring dari ASUS “AI Talent Training Program”

Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR), dinilai sebagai kompetisi kecerdasan buatan (AI) terkemuka di dunia, merupakan ajang teknis yang digelar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) setiap tahun. Para pemenang sebelumnya mencakup sejumlah perusahaan teknologi raksasa, seperti Google, Alibaba, dan lembaga riset kenamaan dunia.

Berkantor pusat di Hangzhou, Tiongkok Timur, dan berspesialisasi dalam litbang satelit pengindraan jarak jauh yang didukung AI, serta layanan business intelligence, STAR.VISION mengintegrasikan teknologi mutakhir AI guna merevolusi industri kedirgantaraan saat ini.

Dr. Yashu Kang, Head, AI Team, STAR.VISION, berkata, perusahaannya ingin memanfaatkan teknologi kedirgantaraan guna “meningkatkan kualitas bumi dari antariksa”, dan menambahkan, “Sebagai perusahaan kedirgantaraan, kami baru kali ini mengikuti kompetisi terkemuka di dunia bersama banyak perusahaan AI unggulan dan pelaku industri terkemuka lainnya. Pencapaian tersebut menjadi momen penting yang memperkuat tekad kami dalam meningkatkan satelit pengindraan jarak jauh dan layanannya dengan teknologi AI.”(BA-06)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini